Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Sampai di Bandara Flower


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


******


Mark



Keluarga Dita sampai di bandara internasional negara Flower. Mereka akan memulai hidup baru lagi agar jauh dari Suku Ro yang mengincar jiwa Anta. Seorang pria berkacamata membawa poster bertuliskan "Keluarga Anan" sedang menunggu di pintu kedatangan penerbangan Internasional.


"Hai kamu Mark ya?" tanya Anan.


"Bapak yang namanya Pak Anan? ko muda banget ya? saya pikir seumuran sama Om Kevin," ucapnya lalu ia ulurkan tangannya menjabat tangan Anan.


"Jangan panggil saya bapak, panggil aja saya Anan, ini istri saya Dita dan ini anak saya namanya Anta, si Tasya mana bun?" Anan menoleh ke belakang Dita.


"Lho kok Tasya hilang, tadi dia ada di belakang aku kok," ucap Dita.


"Tadi tante Tasya ke toilet, sama Om pocong," sahut Anta.


"Hah?! Om Pocong? bukannya pocong itu nama hantu ya?" tanya Mark yang mendengar ucapan Anta barusan.


"Hmmm gimana ya aku jelasinnya, nanti aja deh ya," ucap Anan.


"Bunda coba samperin Tasya biar gak kelamaan nunggu di sini, nanti dia nyasar lagi," ucap Anan.


"Oke Yanda tunggu sini ya, Anta jangan ikut ya sama yanda aja!"


"Oke bunda," sahut Anta.


"Om boneka Anta cantik ya?" Anta menunjukkan boneka Barbienya ke wajah Mark.


"Cantik." sahut Mark tanpa melihat.


"Ih... om lihat dulu dong!" Anta merajuk.


Akhirnya Mark terpaksa menoleh ke arah Anta dan melihat ke boneka yang digenggam Anta.


"Iya cantik, tapi agak aneh ya, kok mukanya kayak gerak-gerak gitu," gumam Mark.


"Astaga...!!!" Mark melempar boneka itu begitu saja karena terkejut. Bibir boneka barbienya tiba-tiba maju seperti hendak mencium.


"Yah om kok di lempar sih kan kasihan Lili," protes Anta pada Mark.


"I-itu bo-nekanya, kenapa bisa gerak gitu?" Mark menunjuk ke arah boneka Lili.


"Baru bonekanya belum liat aslinya," gumam Anan.


"Kenapa pak?" Mark menoleh pada Anan karena ucapannya sayup-sayup terdengar.


"Enggak, enggak kenapa- kenapa kok," Anan mengedipkan satu matanya pada Anta.


***


Dita mencari Tasya di toilet wanita.


"Aku di sini Ta," ucap Pak Herdi memanggil Dita.


"Tasya mana?"


"Ada di dalam, lama banget ya dari tadi padahal," jawab Pak Herdi.


"Ya udah aku susul deh ke dalam," ucap Dita lalu masuk ke dalam toilet perempuan.


"Sya... Tasya..." Dita memanggil Tasya seraya mengamati sekeliling.


"Dita, aku di sini, gak bisa keluar," sahut Tasya dari dalam toilet yang terletak paling sudut.

__ADS_1


"Kamu ke kunci di dalam situ?" tanya Dita menghampiri pintu toilet tempat Tasya berada.


"Bukan ke kunci tapi..."


"Ini ke kunci Sya, aku gak bisa buka!" ucap Dita setengah berteriak.


"Tapi aku gak kunci, dan sekarang gak bisa sentuh gagang pintunya," nada suara Tasya mulai terdengar ketakutan.


"Sya, kamu gak sendiri ya di dalam?" tanya Dita mulai curiga.


"Iya Ta, nyeremin..." sahut Tasya.


Sosok perempuan dengan gaun pengantin putih penuh dengan bercak darah itu menyeringai menatap Tasya. Tengkorak kepalanya hancur sebelah kiri sampai pipi. Terlihat bagian isi kepalanya yang hendak keluar meleleh di wajahnya. Rambutnya tergerai sampai ke punggung. Dia juga masih mengenakan bandana bunga penutup wajah yang senada dengan gaun pernikahan yang ia pakai.


"Aku mau keluar, ayo dong pindah..." Tasya merengek ketakutan. Ia tak berani memandangi wajah si pengantin karena membuatnya sangat mual.


Dita menghampiri Pak Herdi mengajaknya untuk membantu Tasya.


"Ah yang bener aja, masa saya harus masuk ke dalam kamar mandi perempuan sih, harga diri saya mau di taruh di mana dong?!" protes Pak Herdi saat Dita mencoba menariknya ke dalam kamar mandi.


"Gak ada yang lihat pak, udah sih buru bantuin Tasya!"


"Ta, nanti di bilang hantu mesum saya..."


"Gak akan ada yang berani sama hantu senior macam bapak, ayo bantuin buruan!" pinta Dita.


Pak Herdi terpaksa menurut mengikuti Dita masuk ke dalam kamar mandi.


"Tuh pak, Tasya gak bisa keluar," Dita menunjuk bilik toilet tempat Tasya berada.


"Tasya... kamu udah pakai celana kan?" tanya Pak Herdi.


"Udah pak...!" sahut Tasya.


"Hmmm... terpaksa deh," gumam Pak Herdi seraya menembus pintu toilet sementara Dita menunggu di depan pintu toilet tersebut.


Tasya sampai naik ke atas kloset karena terlalu penuh di dalam bilik tersebut.


"Duh... Ini belum Dita yang ikut masuk," gumam Tasya.


"Coba minggir gaunnya ribet banget sih, heh jangan ganggu dia, dia itu..."


"Pacarnya..." sahut Tasya asal, sambil mengedip-ngedipkan matanya pada Pak Herdi untuk memberi kode agar Pak Herdi mengiyakan ucapan Tasya.


"I don't understand what you are talking about?"


(Aku tak mengerti kamu bicara apa?"


ucap si hantu pengantin itu.


"Aduh... dia ngomong inggris ribet lagi aja ini mah," Tasya menepuk dahinya sendiri.


"Hmmm... biar saya yang jawab, lihat nih mantan bos internasional," ucap Pak Herdi menepuk dadanya sendiri.


"She is my friend..."


"Girlfriend, bilang gitu dong Pak, kan setau aku kalau pacar itu girlfriend," potong Tasya.


"Dih kamu ngapain sih ngaku pacar saya?" tanya Pak Herdi dengan herannya.


"Biar aman pak, kan kalau dia tau saya pacar bapak, dia jadi gak berani, segan gitu sama saya hehehe," ucap Tasya.


"You wasted my time."


(Kau membuang waktuku)


Hantu pengantin itu menghampiri Tasya dan hendak mencekiknya.


"Hey... don't do that! she is my girlfriend,"

__ADS_1


(hei jangan lakukan itu, dia itu pacarku)


ucap Pak Herdi menahan serangan hantu tersebut.


"That is good, so I can make her to become a ghost now hahaha..."


(Bagus, jadi aku bisa membuatnya menjadi hantu sekarang)


"No no no, I don't like ghost, I like human," ucap Pak Herdi menegaskan kalau dia lebih suka manusia di bandingkan hantu.


"Hmmm okay, I will find another one."


(Oke, aku akan temukan orang lain."


Hantu pengantin itu lalu menghilang dengan terbang ke atas langit-langit. Gaunnya yang lebar mengembang pada bagian bawahnya sempat menutupi wajah Pak Herdi.


"Fiuh.... bau banget tuh hantu, gak pernah cuci baju kayak gitu tuh," Pak Herdi menggerutu.


"Emang Pak Herdi kafannya di cuci itu?" tanya Tasya.


"Hehehe enggak sih, tapi aku mandi lho Sya, biar gak di katain bau bangkai sama Anan," sahut Pak Herdi.


"Halo... udah kelar belum? jangan kelamaan berduaan di dalam dong!" Dita mengetuk pintu toilet yang lalu di buka oleh Pak Herdi.


"Itu hantu pengantin mau ngapain Sya?" tanya Dita.


"Mau cekik aku buat di jadiin temen dia, aku bilang aja aku pacar Pak Herdi biar dia gak berani cekik aku, eh takut juga kan sama pak Herdi, " Jawab Tasya.


"Hmm... begitu rupanya, pacar... cie..."


"Dita... cuma ngaku doang ya bukan beneran," sahut Pak Herdi.


"Iya iya, ya udah yuk cepetan kita udah di tungguin dari tadi tuh sama yang lain," ajak Dita.


Mereka bergegas menuju tempat di mana Anan dan lainnya menunggu.


"Lama banget sih, nih si Anta udah jajan es krim dua cup, roti croissant dua, susu kotak satu," Anan menunjuk Anta yang masih sibuk mengunyah makanannya di kursi tunggu bersama Mark.


"Ya maaf, habis ada insiden tuh si Tasya mau di cekik hantu," Jawab Tasya.


"Itu siapa?" tanya Tasya menunjuk Mark.


"Itu Mark, keponakannya om Kevin," jawab Anan.


"Oh... cakep ya," ucap Tasya.


"Jangan mulai deh, tadi barusan kamu bilang saya pacar kamu," celetuk Pak Herdi sambil menggoda Tasya.


"Dih kok jadi baper pak, bisa aja ih!" Tasya mendorong bahu Pak Herdi dengan gemas sampai sosok pocong itu terjatuh menggeser pot tanaman besar. Semua yang melintas langsung terkejut saat melihat pot tanaman besar itu bergeser sendiri.


Anta malah menertawai Pak Herdi karena wajah si pocong tersebut penuh tanah dari pot tanaman.


"Dih kenapa nih bocah ketawa sendiri?" gumam Mark menoleh ke arah Anta dengan herannya.


*****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2