Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Di Selamatkan


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


*****


Cahaya menyilaukan menusuk ke dalam mata Dita karena sinarnya yang terlalu silau. Dita terbangun dan bertemu dengan hantu ibunya Mina yang kini mencoba memasang kepalanya kembali secara utuh dihadapan.


krek... krek...


Gemerutuk tulang leher terdengar saat hantu itu memasang kepalanya kembali. Sungguh membuat yang mendengarnya merasa ngilu.


"Hai aku Marta, ibunya Mina hantu yang tadi kau temui di gudang," sapa wanita itu pada Dita.


"Halo, aku Dita, bundanya Anta," ucap Dita sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri karena ngilu mendengar bunyi leher tadi.


"Selain cantik, kau punya anak yang hebat," ucapnya.


"Iya, Anta memang hebat," Dita menggendong Anta dan mencium pipinya.


"Kenapa aku bisa ada di sini, apa aku sudah mati bersama anakku?" tanya Dita.


"Tidak, kau barusan melihat gambaran masa depan yang di kirimkan oleh nya," Marta menunjuk ke belakang Dita.


"Halo cah ayu," Ratu Kencana Ungu datang sambil menari dengan lemah gemulai.


"Ratu...." Dita memeluk ratu kencana ungu setelah menurunkan Anta.


"Apa kabar cah ayu, duh cantiknya anak mu," Ratu Kencana Ungu menoleh ke arah Anta yang tersenyum meringis ke arahnya.


"Iya dong cantik, kan ibunya cantik..." sahut Dita dengan bangganya.


"Nah kau sudah lihat kan apa yang bisa terjadi di jembatan itu?"


"Oh iya, itu gak mungkin terjadi kan Ratu, itu semua mimpi kan?" tanya Dita mulai panik karena kehilangan semuanya.


"Itu akan terjadi, bahkan lebih dahsyat lagi jika iblis Ro itu bangkit," ucap Ratu.


"Aku masih tak mengerti," ucap Dita.


"Iya Anta juga," celetuk Anta.


"Hehehe lucu banget sih kamu cantik," Ratu Kencana Ungu mengusap pipi Anta.


"Yang jelas jangan sampai si wanita gendut itu kabur dan membangkitkan iblis Ro, sementara kalian harus segera pergi tapi jangan melewati jembatan itu, putar arah aja ke kota lainnya hanya saja lebih jauh, butuh dua hari untuk kembali," Ratu Kencana Ungu menjelaskan.


"Baiklah tak apa, yang penting aku harus jauh dari suku Ro ya?" tanya Dita.


"Hmmm sebenarnya masih ada anggota suku Ro di tempat lain, hanya saja aku juga bingung bagaimana membedakannya, nah sekarang kau kembalilah ke dalam gudang tadi dan tahan wanita yang bernama Eva itu," ucap sang Ratu.


"Terima kasih ibu Ratu, kau memang selalu ada untukku," Dita memeluk sang ratu dengan erat.

__ADS_1


"Anak mu ini untukku ya?"


"Eh enak aja, yang satu aja sudah kamu ambil masa yang ini juga mau kamu ambil," Dita menarik Anta dan mempertahankannya dari sang ratu.


"Aku hanya bercanda, oh iya ini putramu," Ratu Kencana Ungu menunjukkan anak laki-laki yang wajahnya mirip dengan Anta di sebuah gelembung udara di hadapan Dita.


"Bolehkah aku bertemu dan memeluknya?" pinta Dita.


"Tidak bisa, kau tahu kepada siapa dia akan ku berikan?" Ratu Kencana Ungu melirik ke arah Dita.


"Kepada siapa? ku mohon dia harus orang yang baik lebih baik dari aku dan Anan," ucap Dita penuh emosional dan memelas penuh harap.


"Tak ada yang sebaik dirimu dan Anan, jadi..."


Gelembung udara itu masuk ke dalam perut Dita dan menghilang.


"Apa maksud Ratu?"


"Jadilah adik untuk Anta," Ratu Kencana Ungu mengedipkan matanya sambil tersenyum jahil.


"Jadi... Aku akan hamil anak laki-laki?"


"Iya kamu bisa hamil tapi... setelah pembuahan yang ketiga ya, kan kamu baru sekali melakukannya hihihi," senyuman nakal terpancar dari sang ratu.


"Hadeh ibu ratu ih tau aja sih," Wajah Dita merah merona.


"Bunda, pembuahan itu apa? nanti bunda di suruh beli buah ya?" tanya Anta dengan polosnya.


"I love you ibu Ratu," Dita memeluk sang ratu dengan erat sebelum pergi.


"Dah tante hantu..." Anta melambaikan tangan pada ibunya Mina.


"Dah... hati-hati ya..." Marta melambaikan tangan pada Dita dan Anta sambil tersenyum.


Dita dan Anta kembali ke area gudang saat masih melawan ibu Eva dan Ken.


"Kok anak ini bisa lepas?" tanya Ibu Eva dengan herannya.


"Ada yang ingin ku sampaikan, ku harap kau bisa mengerti dengan baik," ucap Dita menghampiri ibu Eva.


Dita menyentuh tangan ibu Eva dan menunjukkan apa yang dia lihat tadi pada wanita itu. Raut wajah wanita itu berubah pucat dan ketakutan.


"Benarkah yang kulihat barusan?" tanya Ibu Eva.


"Tentu saja benar, lalu apa kau akan menyerahkan kami dan dirimu begitu saja pada iblis tersebut, jika kau akan berakhir naas seperti itu?"


"Bagaimana kau bisa mendapatkan penglihatan seperti itu, kau pasti membojongiku?"


"Hadeh... ngeyel banget nih, perhatikan baik-baik," ucap Dita menunjukkan Anan dan Pak Herdi yang bertukar wujud.


"Tadaaaa... mereka bisa bertukar wujud kembali kan?" Dita menunjukkan hal yang membuat ibu Eva dan Ken melongo.

__ADS_1


"Kalau hanya harta yang kau inginkan dari Pak Herdi, aku bisa membaginya dengan mu," ucap Dita.


"Sungguh? baiklah aku akan menurut kepadamu, aku tak ingin berakhir seperti tadi, aku mohon selamatkan aku," pinta ibu Eva.


"Baiklah kalau begitu, ayo semua naik ke mobil kita pergi dari sini tapi ke arah sebaliknya jangan melewati jembatan!" ajak Dita.


"Bunda, apa yang kau tunjukkan padanya?" tanya Anan.


"Sesuatu yang mengerikan, ayo lekas kita bergegas menolong Arga!" pinta Dita.


Semuanya menuju mobil Sahid termasuk Ken dan ibu Eva.


"Kenapa kita harus menurut padanya?" tanya Ken.


"Sudah turuti saja dari pada kita mati terbelah, iblis Ro itu menyeramkan," ucap Ibu Eva dengan panik.


"Tapi nanti kalau mereka mengirim kita ke kantor polisi bagaimana?" tanya Ken.


"Kantor polisi lebih baik daripada kita bertemu iblis besar menakutkan itu," Ibu Eva bergidik ngeri.


"Saya tak mengerti apa yang kau tunjukkan pada ibu Eva, Ta?" tanya Pak Herdi yang baru saja berpelukan dengan Anan keduanya sepakat berdamai dan saling berterima kasih.


"Sesuatu yang mengerikan, yang akan membuatku kehilangan kalian semua, dan aku tak mau itu terjadi, pak Herdi terima kasih ya selalu ada untukku dab rela berkorban untukku dan Anta," ucap Dita menyeka bulir air matanya yang tak terasa menetes.


"Yanda boleh peluk Pak Herdi ya?" tanya Dita.


Anan mengangguk, dia tau apa yang terjadi saat menyentuh Anta dan di tempelkan tangan Anta ke keningnya.


Pak Herdi langsung menarik tangan Dita dan memeluknya sebelum Anan berubah pikiran.


"Sudah jangan lama-lama!" ucap Anan menegaskan.


Akhirnya semuanya masuk ke dalam mobil Sahid menuju kota sebelah yang berlainan arah tanpa melewati jembatan tersebut.


Dita segera menghubungi Tasya agar jangan mencarinya, karena Dita sudah berada di tempat yang aman bersama yang lain. Sementara itu ibu Eva dan Ken akan di serahkan ke kantor polisi dan mengakui kesalahannya.


*****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2