
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
"Hai Dita." sapa Jen setelah memeluk Anan.
"Hai." sahut Dita pelan dengan wajah masamnya.
"Kamu siapa nya Shane?" tanya Doni pada Jen.
"Saya istrinya."
"HAH?" sahut semuanya bersamaan.
"Gimana ceritanya?" tanya Dita penasaran.
"Bisa dong buat aku tuh Shane udah kaya suami aku, tiap malam aku tidur sama dia tapi dia gak sadar, tau-tau bangun tidur kasurnya lepek hihihihi."
"Aku gak paham nih maksudnya?" sahut Anan.
"Aku juga." sahut Dita.
"Sama aku juga." sahut Anita.
"Aku paham." sahut Doni membuat semuanya memandang ke arahnya.
"Kok pada ngeliatin aku kaya gitu sih?" Doni meringis sambil menggaruk kepalanya salah tingkah.
"Paham dari mananya Don?" tanya Anan.
"Ya paham lah, berarti Jen sudah memperkosa Shane ya kan? tapi Shane nya ngerasa cuma mimpi basah."
"Eh aku gak perkosa ya, dia ikut goyang kok enak malah." sahut Jen bangga sambil memilin rambutnya.
"Wah biasa nonton bokep elo yak?" tunjuk Anita menepuk bahu Doni.
"Bokep itu film apaan sih?" tanya Dita polos.
"Iya film apaan sih jadi penasaran gue." sahut Anan.
__ADS_1
"Hei Anan lagak nya sok polos, bisikin Don film apaan itu, aku bisikin Dita." sahut Anita.
"Oh aku paham sekarang, jadi gini Ta aku jelasin ya, si Jen itu sama Shane..."
"STOP...! udah gak usah bahas aku paham." Dita memotong ucapan Anan.
"Nah paham kan, tapi jijik banget sumpah ih bayanginnya." Anita memeluk dirinya sendiri.
"Alah munafik kalian nanti juga kalau udah ngerasain tiap hari maunya hahaha."
"Huuussshhh! udah sana mainan kamu hilang noh gak keliatan." Dita mengusir Jen segera.
Jen kelimpungan mencari Shane, sampai akhirnya ia menemukan Shane di sebuah cafe. "Nah tuh dia bener kan penciuman ku sampai juga ke sana. Mau pada ikut gak yuk!" ajak Jen.
"Coba ikut yuk, kita kan kehilangan James saat itu." sahut Dita dan akhirnya mereka melangkah mengikut Jen masuk kedalam cafe tempat Shane berada.
"Hai Shane!" sapa Doni dengan percaya diri pada Shane yang agak ragu memperhatikan raut wajah Doni.
"Elo siapa yak?" tanya Shane.
"Aku Doni, tuyul kepo."
"Tuyul kepo, ooooohh iya gue inget sekarang elo yang dulu botak kan terus kepo banget sama semua urusan gue dan temen-temen lainnya, apa kabar elo Don?"
"Baik Shane, kamu sendiri apa kabar?"
"Tuh sama mereka." Doni menunjuk ke Anan dan Dita.
"Anan ?" ucap Shane.
"Itu bos ku namanya Pak Manan, emang kamu kalau manggil dia Anan ya?"
"Manan itu kembarannya, itu mah Anan."
"Kok aku jadi pusing yak." ucap Doni.
"Hai Shane ." sapa Anan menghampiri Doni dan Shane.
"Hai, Nan! duduk Nan, duduk juga mbaknya."
Shane mempersilahkan Anan dan Dita untuk duduk satu meja dengannya.
"Gimana kabar elo Shane?" ucap Anan.
"Gue baik, elo sendiri gimana? ini siapa elo?"
"Ini calon istri gue, awww." Dita menginjak sepatu Anan.
__ADS_1
"Waah selamat ya, asal elo tau ya Anan itu paling susah dideketin cewek, soalnya dia cuek, jutek, galak dan hati-hati aja banyak banget cewek yang naksir sama dia lho." Shane meraih kentang goreng diatas mejanya.
"Tuh dengerin!" ucap Anan ikut meraih kentang goreng diatas meja.
"Ih apaan jutek, galak bohong itu hoax, buktinya sama Shinta sama Cindi baik banget sok perhatian peduli cih." gerutu Dita ikut meraih kentang dari atas meja.
"Ya itu kan, duh aku gak tau juga bisa gitu ya, gara-gara body Manan kali.". sahut Anan.
"Maksudnya apa ya?" tanya Doni meraih kentang di atas meja.
"Udah gak usah dibahas." tegas Anan.
"Oh iya mau minum apa? gue traktir nih." sahut Shane.
"Aku kentang dong sama cola." sahut Doni segera.
"Gue nawarin Anan kenapa elo yang semangat hahaha, gue samain aja ya pesenannya buat ngobrol, gak kerasa kentang gue di atas meja udah habis aja."
Dita dan Anan saling bertatapan karena di tangannya tergenggam kentang goreng yang hendak masuk mulut begitu juga dengan Doni.
"Aku minta ya Shane." ucap Doni malu-malu.
"Iya udah sih santai aja." Shane menuju meja pemesanan dan memesan makanan yang sama untuk empat orang lagi.
"Tadi mah pesen lima, kehabisan kan aku." sahut Anita yang sedari tadi berdiri di belakang kursi Dita.
"Sabar Nit, entar aku kasih." ucap Dita.
Tak sengaja Shane menabrak Jen sebelum duduk di kursinya.
"Apaan tuh, kok gue merinding ya?" ucap Shane.
"Aduh maaf sayangku, aku gak lihat." Jen membelai rambut Shane dan memberi ciuman di pipi nya.
"Kok, eh sorry nih yak, belakangan ini aneh banget gue soalnya suka berasa ada yang merhatiin, yang nemenin, nih barusan pipi gue berasa di cium."
"Hayo lho ditemenin demit lho." goda Doni.
"Ah masa sih, sampai bikin gue hor*y segala tau ih..."
Anan dan Dita menahan tawa nya.
***
To be continued
Happy Reading 😘😘😘
__ADS_1