
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
Note :
Maaf jika terlalu sadis menggambarkan sifat iblisnya. Dan maaf juga kalau Vie nulisnya sambil motong bawang, pedes banget matanya hiks hiks hiks...
*****
"Astagfirullah... cobaan apa lagi ini..." Dita memeluk Anta yang duduk di pangkuannya lebih erat.
Sosok besar berkaki kambing berkepala manusia dan memiliki tanduk itu muncul dari tengah kerumunan. Di belakangnya beberapa manusia bertelanjang dada dan memakai bawahan daun besar menyerupai rok itu mengikuti sambil membopong sosok wanita gemuk.
"Bukankah itu ibu Eva?" tanya Dita.
"Iya itu tante Eva," sahut Pak Herdi.
Iblis besar Ro meraih tubuh ibu eva. Dia mengangkat tubuh besar ibu Eva ke atas. Iblis Ro menarik ibu Eva dan membelahnya menjadi dua bagian. Wajah iblis itu bermandikan darah ibu Eva yang tewas di tangannya. Iblis itu melempar ibu Eva ke belakang tubuhnya yang langsung di ambil oleh para pengikut suku Ro untuk di bawa pulang dan dijadikan bahan fondasi bangunan berikutnya.
"Aaaaa..." pekik Dita sembari menutup mata Anta dengan tangannya. Pemandangan yang sungguh kejam yang tak boleh Anta lihat.
"Abi, aku takut..." ucap Arga lirih tubuhnya makin menggigil seiring suhunya yang makin naik.
"Arga gak usah takut sayang, kamu harus kuat sebentar lagi kita akan ke rumah sakit," ucap Sahid berusaha menenangkan Arga.
Dita dan Anan saling bertatapan, keduanya panik dan tak tahu harus berbuat apa.
"Serahkan anak-anak itu!" ucap iblis Ro dengan suara menggema menggetarkan sekelilingnya.
"Dia mau Arga ya sama Anta?" tanya Sahid.
"Iya ada kemungkinan Anta dan Arga tadinya akan di jadikan tumbal oleh Tante Eva dan dijadikan santapan olehnya," Sahut Pak Herdi.
"Terus gimana ini?" tanya Anan mulai panik.
"Kalian sebaiknya pergi langsung ngebut ya, saya akan berusaha untuk menghalangi dan menghancurkan iblis itu," ucap Pak Herdi.
"Gak pak, gak bisa kayak gitu, nanti kalau iblis besar itu membuat bapak musnah gimana?" ucap Dita menahan Pak Herdi.
"Lalu bagaimana ini? Arga mulai lemah..." ucap Sahid.
__ADS_1
Iblis berukuran besar itu berjalan menghampiri. Dentuman besar tercipta dan menggetarkan jembatan besar itu.
Iblis itu menyentuh mobil yang di kendarai Anan dan membanting kedua tangannya memukul bagian depan mobil.
"Gak ada cara lain Ta, saya yakin saya bisa menghadapi dia," ucap Pak Herdi.
Dita tak lagi bisa menahan Pak Herdi yang keluar dari mobil kala itu. Para manusia suku Ro yang melihat penampakan Pak Herdi mundur seketika. Pak Herdi kini berhadapan dengan iblis suku Ro yang besar dan tingginya tiga kali lipat dari dirinya. Iblis besar itu menghempas tubuh Pak Herdi seketika jatuh ke dalam jurang di bawah jembatan.
"Aaargghhh tidak...!!!" pekik Dita.
"Tenang bunda dia kan hantu, pasti balik lagi," ucap Anan.
Dan benar saja Pak Herdi kembali lagi ke atas punggung iblis itu mencoba untuk mencekiknya, namun apa daya ia tak bisa melakukannya. Iblis Ro menarik tali ikatan pocong Pak Herdi dan menggulung tubuh Pak Herdi seperti buntalan kain kotor. Pak Herdi di lenyapkan iblis Ro begitu saja dengan kekuatannya.
"Tidak....!!!" Dita berteriak sambil menangis.
"Bunda, ayo kita keluar dari sini, sahid gendong Arga!" Anan memberi perintah pada semuanya untuk segera turun dari mobil.
Anan menggendong Anta lalu berlari sejauh mungkin sambil menggandeng tangan Dita. Sahid berlari di belakangnya, tapi apa daya, Sahid tertangkap.
"Lepaskan, lepaskan aku!" Sahid berusaha meronta dan makin erat memeluk tubuh Arga.
"Kau bisa memilikiku, tapi lepaskan anakku!" Sahud berteriak di hadapan wajah Iblis Ro yang mengangkatnya.
Si besar itu tak mengindahkan ucapan Sahid, dia malah menggeram dengan marahnya meneriaki Sahid. Bau mulut yang teramat busuk tercium membuat mual dan pusing saat mulut iblis Ro itu terbuka dan berteriak. Sahid melepaskan Arga.
"Arga kamu lari cepat susul tante Dita...!" Sahid memberi perintah.
Arga tetap diam dan menangis. "Arga enggak mau ninggalin Abi..." ucap Arga sambil menangis.
"Arga lihat mata abi, kalau Arga sayang sama abi, arga nurut sama abi, sekarang cepat pergi susul tante Dita!" Sahid berteriak pada Arga sambil menangis.
"Tapi abi..."
"Susul tante Dita sekarang! abi sayang sama Arga sayang banget sama Arga," ucap Sahid dengan air mata bercucuran tak lagi dapat ia bendung.
Arga menyeka air matanya sambil berusaha berlari menjauh dari iblis besar dan jahat itu. Tepat di belakang Arga si iblis besar itu melipat tubuh Sahid menjadi dua dan meremukkan semua tulangnya. Sahid tewas seketika di tangan iblis itu.
"Jangan lihat kebelakang bunda!" ucap Anan dengan tegas.
"Tapi Sahid sama Arga..."
__ADS_1
"Kita udah gak bisa nolong mereka lagi, ayo lari lebih cepat!" Anan menarik lengan Dita mengajaknya berlari lebih cepat.
Arga terus berlari tapi kini tubuh mungilnya sudah berada di tangan iblis Ro. Si besar itu mengangkat tubuh Arga dan memasukkan tubuh mungil anak itu ke dalam mulutnya yang membesar. Dia masukkan tubuh Arga dari kaki sampai kepala sambil mengunyahnya. Para manusia yang tergabung dalam dulu Ro duduk bersimpuh sambil menyembah iblis besar itu dengan nyanyian doa yang tak jelas bahasanya. Gemerutuk tulang yang hancur terlumat dengan mulusnya mendarat di dalam kerongkongan yang berlanjut masuk ke dalam perut iblis itu.
Kini iblis itu mengejar Dita dan lainnya.
"Aku harap Ratu Kencana Ungu ada di sini," ucap Dita sambil berdoa pada Tuhan agar ada keajaiban yang datang menyelamatkan dia dan keluarganya.
Anan tau dia tak akan bisa menjauh dari iblis besar itu, namun ia berpikir seperti Pak Herdi. Anan memutuskan untuk memperlambat iblis itu demi menyelamatkan Anta dan Dita.
"Bunda, kamu lari sejauh mungkin membawa Anta," ucap Anan menyerahkan Anta.
"Kamu ngomong apa, kita sama-sama pergi bawa Anta, kita pasti bisa yanda," ucap Dita sambil menangis.
"Bunda, aku inget semua saat bertukar wujud dengan Pak Herdi, aku inget saat kita pertama kali bertemu, aku ingat kalau aku punya saudara kembar Manta, dan aku ingat pernikahan kita, semua yang kita lalui bersama melawan para hantu jahat dan manusia jahat, aku juga ingat, hanya saja kali ini mungkin kita tak bisa mengalahkannya berdua."
"Yanda ngomong apa sih? aku udah seneng dengernya pas kamu bilang kamu ingat semua, tapi aku gak suka bagian terakhirnya, kita bisa kok mengalahkan makhluk ini berdua," ucap Dita sambil menangis.
Anan menyeka air mata Dita dan mencium keningnya, lalu Anan menciumi seluruh wajah Dita sampai ke bagian bibirnya. Ciuman terakhir yang bisa Anan berikan sebelum ia korbankan dirinya.
"Anta jagain bunda ya," Anan gantian mencium kening putri cantiknya itu lalu Anan pergi meraih tongkat bisbol yang berada di bagasi mobil yang sempat ia lihat sebelumnya. Anan menantang iblis Ro sambil mengacungkan tongkat itu. Tiba-tiba kabut pekat datang menyelimuti jembatan besar itu dan menutup penglihatan Dita dan Anta.
Entah apa yang terjadi pada Anan di jembatan itu, kini Dita hanya harus menggendong Anta menuju tempat persembunyian yang aman yang tak bisa dideteksi oleh si iblis Ro.
Tiba-tiba bunyi dentuman besar terdengar dan meruntuhkan jembatan. Dita dan Anta terjatuh ke dalam runtuhan jembatan itu. Kepala Dita terantuk batu besar di dalam jurang. Darah segar mengucur menutupi wajahnya dan tubuhnya yang menelungkup. Tubuhnya tak dapat di gerakkan, akan tetapi dia dapat melihat putrinya ada di genggaman iblis Ro yang siap mengunyah Anta seperti iblis itu melahap Arga. Tiba-tiba cahaya menyilaukan menusuk ke dalam mata Dita.
*****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1