
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
"Udah Nan jangan nangis cup cup biar Molly bahagia disana." Dita menepuk punggung Anan di depan kandang Molly.
"Molly gak bisa balik lagi gitu Ta jadi hantu?" tanya Anan penuh harap.
"Jangan mulai deh, kalau binatang juga jadi hantu gentayangan apa kabar kecoa - kecoa yang udah aku geprek pakai sandal hiyyy." sahut Dita jengkel.
"Kali Ta hiks hiks." Anan menyeka air matanya.
"Nanti kita pelihara hewan baru ya biar kamu seneng."
"Yang kaya Molly ya Ta."
"Enggak...! kalau mau pelihara hewan kucing aja, aku takut sama anji*g, yuk ke dalam." ajak Dita menarik lengan Anan.
"Tapi dua ya Ta, aku gak mau kalau cuma satu."
"Sepuluh juga boleh." sahut Dita asal.
****
Bu Mey sudah menyiapkan makan malam yang mewah di meja makan rumah besar Anan.
"Pak, baju saya masih di apartemen bapak." ucap Doni pelan.
"Tenang, tadi tante Dewi sudah memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa barang - barang kita kemari." sahut Anan.
"Nanti aku tidur di mana Tante?" tanya Dita.
"Di sini cuma ada banyak kamar kok, pilih aja Ta." sahut Tante Dewi.
"Tapi aku gak mau di kamar tamu yang waktu itu."
"Berarti pilih kamar di lantai dua Ta."
"Oke, makasih Tante."
"Tapi jangan deket kamar Anan yak nanti dia mampir lagi." bisik Tante Dewi.
"Hehehe iya bener nanti dia modus lagi hihihi." bisik Dita melirik Anan.
"Pada ngomongin apa sih?" tanya Anan.
"Enggak kok, pede banget dih." sahut Dita.
"Lisa sayang mari kita ke kamar." ajak Pak Kevin membuat Tante Dewi tersedak karena terkejut.
"Minum Tante, minum nih." Dita menyodorkan segelas air putih padanya.
"Emm kamu ke kamar aja duluan." ucap Tante Dewi.
"Kok kamu sih kan biasanya kamu panggil aku mas."
__ADS_1
"Eh iya mas, duluan aja ke kamar nanti aku nyusul." Tante Dewi pura - pura tersenyum penuh cinta.
"Baiklah, mas ke kamar duluan yak."
"Iya, iya nanti aku bawain obat sekalian buat mas." sahut Tante Dewi.
"Cie Tante mau ngamar." ledek Dita.
Plak... Tante Dewi memukul kepala Dita.
"Sakit Tante." gerutu Dita.
"Tante, punya aku itu jangan sampai lecet awas yak." ancam Anan mengacungkan garpu kebarah Tante Dewi.
"Nih biar makin lecet." Tante Dewi mencubit pipi Dita lalu pergi ke kamar nya menaiki tangga.
"Aduh Tante ampun, ampun sakit." Dita mengelus pipinya.
"Cie yang mau ngamar..." ledek Dita namun terhenti karena Tante Dewi menoleh ke arahnya dengan tatapan seperti singa betina yang hendak mencabik daging segar di hadapannya. Dita langsung menundukkan kepalanya.
****
Di teras belakang rumah Anan.
"Seger banget udaranya." ucap Dita
"Ta, aku tidur sama kamu ya, sebelum kita berpisah." ucap Anita memeluk Dita dari samping.
"Aku gak jadi nikah ya Nit." pinta Dita.
"Jangan dong Ta, kalau kamu gak jadi nikah aku minta menghilang lho dari kehidupan kamu."
"Hmmmm... berat banget rasanya Nit." Dita menyeka air matanya yang tak terasa jatuh ke pipi.
"Lah kamu gimana sih Nit, entar dia nyasar lho."
"Panggil pak Herdi deh Ta." ucap Anita memberi ide.
"Coba liat Anan lagi apa, takutnya dia marah - marah malah ngajak ribut lagi hadeh." Dita menepuk jidatnya.
"Oke, aku pantau dulu ya Anan dimana." Anita memantau keberadaan Anan di dalam rumah.
Tak sampai satu menit Anita sudah kembali ke hadapan Dita. "Beres Ta, Anan tidur."
"Yakin?"
"Iya yakin tadi aku ke kamarnya lagi bobo cantik. sahut Anita.
"Wah pada ngapain nih belum pada tidur?" tanya Doni yang datang ke teras tempat Dita dan Anita berada.
"Kamu belum tidur Don?" tanya Dita.
"Aku bingung kak, tidur dimana ya?"
"Nanti tanya Bu Mey aja, oh iya asal jangan kamar tamu yang di pojokan ya." ucap Dita bergidik ngeri.
"Emang kenapa kak?"
"Ah udah lama, panggil pak Herdi Ta, tanyain mbak Maya dimana takut nyasar nanti." Anita memotong ucapan Doni.
"Dih ada kali hantu nyasar." sahut Doni.
"Udah diam aja kamu!" Anita melirik tajam pada Doni.
__ADS_1
"Oke aku panggil ya." ucap Dita sambil menggoyangkan gelangnya dan berkonsentrasi memikirkan pak Herdi.
"Po... po... po... pocong." ucap Doni langsung tak sadarkan diri lagi.
"Nih orang kenapa sih emang pak Herdi pocong udah pernah ketemu juga kenapa pingsan gini sih." ucap Anita kesal.
"Nit, inget si pocong hitam yang minta bukain iketan gak?" bisik Dita.
"Hah? jangan - jangan dia dibelakang ku ya?"
"Iya Nit, kirain udah pulang masih keder rupanya." Dita membalikkan tubuh Anita ke arah pocong berwajah hitam yang dari matanya keluar ulat - ulat pakan burung.
"Tolong bukain iketan saya neng." ucap pocong itu.
"Waduh... gimana ini Ta?" Anita melirik Dita.
"Nah pak Herdi datang, coba pak kali bisa bantu." Dita menunjuk pak Herdi dengan wajah senang.
"Lho ini siapa Ta?" tanya pak Herdi.
"Pocong keder pak, tiap ketemu minta bukain iketan, tapi aku gak bisa bukanya." sahut Dita.
"Hmmm mungkin harus di buka di kuburannya kali Ta."
"Nah bisa jadi pak, coba pak sesama pocong kali aja satu hati gitu bisa curhat sama bapak hehehe." ucap Dita.
"Kalau kamu yang curhat sama saya mah saya seneng banget Ta, apalagi satu hati lah ini masa saya harus satu hati sama dia." sahut pak Herdi sedikit kesal.
"Hiya hiya hiya si bapak bos masih modus aja sama Dita." Anita meledek pak Herdi.
"Biar Nit, mungkin di kehidupan ini Dita milik Anan, tapi di kehidupan berikutnya Dita akan menjadi milikku."
"Aaahhhh aku meleleh." ucap Dita sembari bercanda menutup wajahnya.
"Aseeekkk keren banget dah pak bos gombalannya uhuy, oh iya sampai lupa mau tanyain mbak Maya kemana pak?"
"Oh Maya tadi pergi ke Club' House mau joget katanya hahaha."
"Ih garing banget sih pak." sahut Anita.
"Tolong bukakan ikatan ku." pocong berwajah hitam itu melompat ke hadapan Anita.
"Iye sabar kenapa sih, coba om pocong diskusikan sama bos saya yang tampan ini." ucap Dita menolehkan tubuh pocong itu ke arah pak Herdi.
"Nit, bawa Doni ke dalam yuk kasian ini ngegeletak gini."
"Ah si Doni mah cemen banget sih, dikit - dikit pingsan." Anita menendang kaki Doni pelan.
"Pak nanti Dita balik ya, ini mau angkat Doni dulu." ucap Dita dibalas anggukan oleh pak Herdi.
****
To be continued....
Pasti yang tau jadwal Pocong Tampan dari awal pada kaget kenapa hari ini Vie up dua episode ya kan?
😁😁😁
(Pede banget yak Vie padahal mah biasa aja mau up sukur enggak ya udah yak hehehe)
Soalnya Mau target 60rb kata nih dalam sebulan semoga bisa hehehe...
Nah jangan lupa ya di like tiap bab nya beri rating 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟 dan sempetin baca novel 9 lives... thank you and love you all 😘
__ADS_1