
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
"Lho ini kamu apain yanda, sampe si nenek tiduran di sini?" tanya Dita yang berusaha membangunkan si nenek.
"Jangan-jangan si nenek pingsan gara-gara liat Pak bos Anan lagi?" Tasya mencoba menerka.
"Dia gak bisa liat saya, cuma tadi Anta saya gendong, terus dia pingsan," sahut Anan.
"Ho oh, kata nenek Anta terbang hihihi," ucap Anta meringis.
"Ya gimana dong nih, coba panggil satpam Sya, buat bantu bawa nenek ini ke klinik dalam mall," pinta Dita.
"Oke bentar," Tasya segera mencari satpam.
"Anta, tadi kita mau ngapain ya?" gumam Anan mencoba berfikir.
"Ummm mau apa ya, mau pulang kayaknya yanda," sahut Anta.
"Pak Herdi mana?" tanya Dita.
"Nah itu maksudnya, pak Herdi di culik, tadi di bawa ke parkiran," ucap Anan.
"Astaga yanda kenapa gak bilang dari tadi, terus siapa yang culik pak Herdi?" tanya Dita mulai panik.
"Perempuan sama cowok badannya besar, tapi aku gak kenal," sahut Anan.
"Ta, ini satpamnya," Tasya membawa satu orang satpam ke hadapan Dita.
"Nah kebetulan, pak temen saya di culik, bisa lihat rekaman cctv gak pak, barusan kata suami saya eh anak saya ini om nya di bawa ke parkiran secara paksa," ucap Dita dengan paniknya.
"Siapa yang di culik Ta?" tanya Tasya.
"Om Herdi," sahut Anta.
"Kok bisa Pak Herdi di culik sih, Siapa yang culik Ta?" Tasya menoleh pada Anta.
"Tante satu sama Om satu ke arah sana," tunjuk Anta menuju parkiran.
"Biasanya bu yang di culik itu anak kecil kayak gini bukan om nya, ini aneh lho," celetuk Pak Satpam.
"Nah itu aneh pak, saya juga heran orang jelek kayak gitu ada aja yang mau nyulik," Anan memukul bahu si satpam yang tersentak saat itu juga.
"Eh... kok berasa ada yang..."
"Pokoknya saya mau lihat rekaman cctv pak, lalu aja kelihatan sama mau lihat mobil penculiknya," ucap Dita.
"Baik bu, silahkan ikuti saya," ucap si pak satpam membimbing jalan Dita dan lainnya.
__ADS_1
"Bunda..." Anta menarik ujung kaus Dita.
"Apa sih nak, kamu mau minta gendong?"
"Bukan, itu neneknya..."
"Astagfirullah, pak bantuin angkat tuh nenek sampai lupa di biarin tergeletak gitu aja," Dita menepuk jidatnya sendiri lalu kembali lagi bersmaa Satpam dan Tasya mengangkat hantu nenek tersebut ke klinik dalam mall.
***
"Wah tv nya banyak keren ya, Anta mau dong bunda satu kamar Anta isinya kayak gini," ucap Anta berdecak kagum dengan ruangan penuh layar cctv di hadapannya.
"Kalau kamar isinya tv semua terus beda-beda saluran tv yang mau kita lihat apa enggak pusing itu," sahut Tasya mencubit kedua pipi Anta dengan gemasnya.
"Sebenarnya saya di larang memberitahukan ini pada pengunjung, namun karena ini sifatnya darurat baiklah akan saya berikan," ucap si penjaga.
"Oh tenang pak, saya hubungi polisi dulu ya, kebetulan dia kawan saya."
Dita segera menghubungi polisi Erik dari ponselnya dan melaporkan kejadian yang menimpa Pak Herdi.
"Nih pak, kawan saya mau bicara sama bapak," ucap Dita menyerahkan ponselnya pada si penjaga.
"Baiklah kalau begitu, ini saya tunjukkan rekaman cctv setengah jam yang lalu ya, kira-kira," ucap Pak penjaga setelah selesai berbicara dengan polisi Erik.
"Nah ini pak, ini kawan saya tuh dia di bawa paksa kan?" Dita menunjuk pada layar cctv di hadapannya yang merekam kejadian saat Pak Herdi di culik.
"Iya anda betul, sepertinya memang ini mobil nih sedan yang warna putih yang ini yang membawanya, sepertinya anda harus segera ke kantor polisi untuk menyerahkan rekaman ini, gawat juga ya kejadiayang menimpa kawan anda jangan-jangan masalah cinta atau hutang?" ucap Pak penjaga.
Dita menarik lengan Anan agar lebih cepat dalam melompat sementara si satpam kebingungan melihat siapa yang Dita gandeng tangannya.
Dita menuju kantor polisi membawa bukti rekaman cctv dan membuat laporan penculikan yang menimpa Pak Herdi agar segera dilakukan tindak penculikan.
***
"Ini manusia kan Ken?" tanya Eva yang berhasil membius pak Herdi membuatnya agar tak sadarkan diri.
"Iya bu manusia kan tadi saya bisa gendong dia, nih bu coba kalau gak percaya," Pria besar itu menggores kulit di lengan Pak Herdi dengan pisau lipatnya.
"Awwww...!!" Pekik Pak Herdi tersadar karena luka perih goresan yang di hasilkan pria besar itu.
"Ih bener masih berdarah, berarti dia hidup wah tak sia-sia kita pergi ke kuil Ro untuk meminta dia hidup lagi," ucap Eva dengan senangnya.
"Lepaskan aku!" pinta Pak Herdi mencoba membuka ikatannya.
"Tak akan ku buka, bodoh sekali kalau aku sampai melepaskanmu lagi huh!"
Mobil sedan putih itu sampai di sebuah bangunan tua di pinggir kota dekat dengan kuil Ro.
Sosok pria besar membungkukkan tubuhnya di depan sebuah pintu kayu saat Pak Herdi datang. Sepertinya Eva dan asistennya tak bisa melihat sosok tersebut, dan hanya Pak Herdi yang dapat melihatnya.
Sosok itu membungkuk mempersilahkan masuk ke arah Pak Herdi, lalu kepalanya jatuh menggelinding terpisah dari tubuhnya mengejutkan Pak Herdi.
__ADS_1
"I-itu..."
"Itu apa?! jangan membual pada ku lagi, ayo duduk!" Eva mendorong tubuh Pak Herdi sampai jatuh ke sofa butut yang malah membuat bokong Pak Herdi karena per yang terlepas dan keras.
"Sakit...! bisakah kau lebih sopan padaku, keponakan mu ini!" bentak Pak Herdi.
"Awww kau mengakui juga kalau aku ini tante mu tapi sayangnya kau lupa memberikan harta mu pada ku, bertahun-tahun aku berjuang bersama Ken sampai aku tiba di negara ini dan bahkan aku bergabung dengan suku Ro, hanya untuk membangkitkan mu kembali," ucapnya sambil tertawa senang.
"Suku Ro? bukankah suku itu sudah musnah?"
"Hmmm sayangnya masih ada sisa suku Ro di sini hanya saja tersembunyi, sssttt kau jangan bilang-bilang ya," Wanita gemuk itu sudah seperti orang yang kehilangan kewarasanya saat berbicara.
"Ken apa kau sudah mendapatkan dua anak kecil untuk persembahan kita?" tanya Eva pada anak buahnya itu.
"Aku mendapatkannya satu laki-laki, tinggal perempuan nyonya," sahutnya.
"Dimana anak itu?"
"Ada di dalam sel itu," ucap Ken sembari menunjuk.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita cari satu anak perempuan, dan biarkan dia di sini dulu, nanti aku akan cari tahu dimana keberadaan pengacara Kevin untuk mengurus harta-hartaku nanti, oke Herdi kau yang tenang ya di sini ya, aku akan segera kembali," Eva menepuk pipi Pak Herdi.
"Hei lepaskan ikatan ku!"
"Ah kau ini, jika ku lepas nanti kau bebas, lalu sia-sia dong perjuangan ku mendapatkan mu hahhahahaa," ucap Eva dari kejauhan.
Ken memasukkan Pak Herdi ke dalam sel dengan kaki dan tangan terikat lalu menutup dan mengunci pintunya. Ken segera menyusul ibu Eva, majikannya.
"Hei, kamu bisa buka ikatan ku!" Pak Herdi menyenggol anak itu dengan ujung kakinya.
"Om? om kan hantu itu... hantu yang selalu ada di dekat tante Dita," ucapnya ketakutan.
"Kamu kenal saya?"
Pak Herdi memperhatikan anak laki-laki yang meringkuk di sudut lalu muncul perlahan itu.
*****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1