
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
#Flashback#
"Boleh aku ngomong bentar kak?" ucap Sandra menghampiri Dewi di ruangannya.
"Masuk San, silahkan duduk! ada apa ya?"
"Aku mau mengembalikan uang yang pernah aku pinjam buat operasi bapak kak, ini." menyerahkan segepok uang seratus ribuan berjumlah sepuluh juta di atas meja kerja Dewi.
"Emang udah ada uangnya? santai aja sih pakai aja kalau masih butuh." sahut Tante Dewi.
"Enggak, kak udah ada kok. Kak aku mau ngomong sesuatu tapi aku harap kakak jangan marah yak." Sandra menunduk takut saat mengucapkannya.
"Kamu mau ngomong apa? ngomong aja sih kaya sama siapa aja."
"San, ko diam, katanya mau ngomong?" Dewi memainkan pulpennya berputar-putar sambil mengoreksi laporan keuangan yang masuk kepadanya.
"Eng... maafin aku ya kak."
"Kamu kenapa sih minta maaf terus dari tadi?"
"Sandra mencintai Kak Andri, mohon lepaskan dia kak, besok aku juga akan pindah dari rumah sakit ini. Maafkan aku kak, sekali lagi maafkan aku kak." Sandra membungkuk dihadapan Dewi.
Pulpen yang digenggam Dewi terjatuh saat mendengar ucapannya Sandra, hati nya bagai terkoyak bagai tersambar petir di siang bolong. Dewi tak menjawab pertanyaan Sandra sampai Sandra berlalu pamit dari hadapan Dewi sambil menangis.
***
"Tante kok bengong sih? tanya Dita nanti kita nabrak lho." Dita menepuk lengan Tante Dewi.
"Enggak kok Ta, aku aja lagi fokus nih." ucap Tante Dewi sembari menyetir.
"Habisnya Tante kaya lagi bengong gitu mikirin apa coba?"
"Enggak Ta, enggak mikirin apa-apa." Tante Dewi berusaha berbohong memikirkan hal yang menyakitkan waktu Sandra mengaku sendiri menyukai Andri. Padahal Tante Dewi berusaha tak mau mendengarkan gosip suster Ariana temannya Sandra mengenai kedekatan Sandra dengan Andri. Saat itu ia sangat mempercayai Sandra dan Andri sampai akhirnya Sandra mengaku sendiri tentang perasaanya. Akhirnya Tante Dewi melepaskan Andri dan memilih menerima lamaran Alex.
__ADS_1
Akhirnya mobil Tante dewi sampai ke parkiran rumah sakit.
"Ayo cepet Ta!" Tante Dewi keluar dari mobilnya segera .
"Tungguin Tante." Dita dan Anita keluar dari mobil Tante Dewi.
Dengan sigap Tante Dewi melempar kunci mobilnya pada seorang satpam rumah sakit.
"Parkir yang bener ya Co." ucap Tante Dewi pada Aco.
"Siap bos!" Aco melaksanakan perintah Tante Dewi segera.
Tante Dewi menuju ruangan kebidanan tempat Sandra akan melahirkan. Dengan sigap Tante Dewi memakai jas kerja putihnya yang sudah di siapkan suster Cindi.
"Dokter Handoko sudah datang?" tanya Tante Dewi.
"Sedang diperjalanan dok." jawab Cindi.
"Dokter anaknya siapa nanti?"
"Suster Mia sih sudah menghubungi dokter anak yang bisa standby, sepertinya hanya Dokter Marina pagi ini."
"Oke, coba saya lihat data pasien."
Dita menemukan Andri yang sedang terduduk disamping ibundanya diruang tunggu pasien.
"Pagi Tante." sapa Dita pada ibunya Andri.
"Eh nak Dita."
"Hai Ta." sapa Andri.
"Hai." Dita melambai pada Andri membuat bingung ibunya Andri karena tak bisa melihat sosok Andri.
"Ibu udah sarapan?" tanya Dita.
"Belum nak."
"Nah mending ibu sarapan dulu, biar saya yang nunggu disini." ujar Dita.
"Emmm gimana ya."
"Tenang Bu, saya sama Andri kok nungguin."
"Oh iya emang akhir-akhir ini saya sering banget ngerasa ada yang bantuin dirumah ternyata Andri masih disini ya?" ucapnya penuh keharuan.
__ADS_1
"Iya Bu, nah Andri mau ibu sarapan dulu yak."
"Iya nak, ibu ke kantin dulu yak." Ibunya Andri pergi meninggalkan Dita di ruang tunggu pasien.
"Kok bisa gini Ndri? emang udah waktunya yak?"
"Gak Tau Ta, tadi Sandra mules gitu minta tolong sama ibu terus di pegangin sama ibu eh darah udah netes ke kakinya banyak banget langsung ibu bawa Sandra kesini."
"Sempet jatuh gak?"
"Kayanya enggak deh, gimana kabar kamu sama lontong kisut?" tanya Andri sambil tersenyum.
"Baik, Anan juga baik."
"kamu enggak tanya kabar aku Ndri?" tanya Anita.
"Udah keliatan Nit, lagian masa hantu sakit, kan pasti baik-baik aja."
"Huu... nyebelin." sahut Anita merajuk.
"Akhirnya ketemu juga kalian pada di sini." Anan berlari bersama Doni dibelakangnya.
"Hai Nan." Andri memeluk Anan yang baru sampai.
"Kok perasaan gue enggak enak ya, tumben banget biasanya elo ngatain gue terus." Anan memandang Andri.
"Waktu gue udah enggak lama di sini, capek gue berantem mulu sama elo hahahaha."
"Waaaaaaaa.... ja ja jangan jangan dia hantu." sahut Doni menunjuk Andri.
"Siapa nih?" tanya Andri.
"Adiknya Shinta, dia sekarang jadi asistennya Anan." sahut Anita.
"Oh... hai salam kenal." Andri berubah menjadi hantu hitam yang gosong menakutkan membuat Doni jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
"Hadeh iseng banget elo tempe angus, kasian nih bocah pingsan terus." Anan membopong Doni menaruhnya di atas kursi tunggu disana.
"Hahahhaa... iseng gue." sahut Andri tersenyum senang.
***
To be continued...
Happy Reading...😘😘
__ADS_1