Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Di Fun Fair (Part 1)


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...


Happy Reading...


******


Sore itu perut Anan kali ini terluka. Luka yang sama dengan rasa gatal dan perih yang sama hadir di perut Anan kali ini.


"Masa kita harus ke dokter lagi buat operasi?" gumam Anan.


"Enggak yanda, kita ke restauran aja ketemu Ratu Sanca," sahut Dita.


"Lho memangnya dia bisa operasi luka aku?" tanya Anan dengan polosnya.


"Dia gak akan bisa operasi kamu, tapi dia punya mutiara hitam yang bisa obati luka kamu," ucap Dita bersiap diri untuk menemui Ratu Sanca.


"Ya udah kita kesana, tapi Anta kan mau kita temani dia ke fun fair malam ini," ucap Anan.


"Tenang ada Tasya, ada Jerry juga biar mereka yang nemenin Anta, tinggal bawain dia duit buat jajan." Dita sudah siap dengan jaket yang berwarna senada dengan Anan.


"Oh iya bentar yanda," Dita bergegas menuju ke dapur.


"Buat apa bawang itu?" tanya Anan.


"Kalau Ratu Sanca gak bisa nangis, aku kasih bawang merah di matanya hehehehe..." Dita mengedipkan satu matanya ke arah Anan.


"Kamu tuh ya bunda ada-ada aja." Anan merangkul bahu istrinya itu lalu melangkah menuju mobilnya.


***


Di Fun Fair, Anta sudah berhasil membuat Jerry pusing dan muntah karena merengek ingin naik roller coaster. Berhubung tinggi Anta belum memenuhi syarat untuk naik, jadinya Anta merengek pada Jerry agar dia yang naik.


"Udah ya Ta, kasian tuh kak Jerry udah mabok," Tasya memohon pada Anta.


"Hmmm...ya udah kalau gitu kita makan dulu ya tante." Anta menarik lengan Tasya menuju sebuah kedai makanan burger dan hotdog.


"Aku ke toilet dulu ya," Jerry langsung berlari menuju kamar mandi.


"Wah tante, Anta mau naik kincir angin itu!" tunjuk Anta pada sebuah kincir raksasa yang penuh dengan lampu kerlap- kerlip di sekelilingnya.


"Serem tau Ta, tinggi banget."


"Pokoknya Anta mau naik itu boleh ya please..."


Tasya mengamati kincir angin tersebut dengan wajah terpana dan melongo seraya mendangak ke atas.


Tasya bertabrakan dengan Mark saat sama-sama memperhatikan kincir angin tersebut.


"Aduh... Kalau jangan lihat... kamu!" Tasya menunjuk ke wajah Mark.


"Jangan tunjuk-tunjuk gak sopan banget sih, kamu tuh ya bikin aku kena sial terus tau gak!" pekik Mark menepis tangan Tasya.


"Ih kamu tuh..."


"Mark...! Rihanna is looking for you at there!"


(Rihanna mencari mu di sana!)


Ucap seorang pria berambut pirang temannya Mark.

__ADS_1


"Rihanna?"


"Yup, hei who is this? Is this your girlfriend?"


(Siapa ini? apa dia pacarmu?)


Pria itu bertanya pada Mark saat menoleh ke arah Tasya.


"Ummm... yah this is my girlfriend!"


(Iya ini pacar saya.)


Mark langsung merangkul bahu Tasya.


"Wow congratulation... She is look pretty."


(Wow selamat ya, dia terlihat cantik.)


"Thank you, off course I am pretty," sahut Tasya seraya menunjukkan senyum manisnya.


"Pantas saja kau tak mau dengan Rihanna, kau sudah punya pacar rupanya. Ya sudah kalau begitu aku ke sana dulu ya, Mark."


Pria berambut pirang itu melambai dan pergi meninggalkan Mark dan Tasya.


"Lepas gak!" Tasya buru-buru menepis tangan Mark dari bahunya.


"Siapa juga yang mau pegang kamu lama-lama, tadi tuh minjem bentar biar dia bilang sama Rihanna kalau aku udah punya pacar. Capek aku deket perempuan posesif kayak Rihana," ucap Mark.


"Bukannya seharusnya dia ya yang capek deket laki-laki macam kamu hehehe," Tasya mencibir Mark.


Mark menarik rambut Tasya dengan kesalnya.


"Kamu gimana sih, kok bisa hilang?" tuding Mark.


"Lah kan gara-gara kamu ngaku-ngaku jadiin aku pacar kamu, jadinya aku lupa tuh kan lagi jagain Anta."


"Ya udah Ayo, cari!"


Tasya dan Mark lalu mencari Anta sekeliling tempat pameran tersebut.


Anta menuju sebuah kedai gulali yang menarik hatinya.


"Anta want to buy that!"


(Anta mau beli yang itu!) Anta menunjuk sebuah permen kapas dan gulali berbentuk kuda poin di belakang penjualnya.


"Wait a minute, a little princess..."


Penjual itu bergegas menuju ke permen yang di tunjuk Anta dan memberikannya pada Anta.


Anta mengeluarkan selembar uang kertas untuk membayar dan menerima kembalian yang ia masukkan dalam tas.


"Tante Tasya kemana ya, rese nih masa udah gede hilang sih di pasar malam gini bikin capek Anta aja. Hmmm mending aku duduk dulu makan permen." Gumam Anta.


Tiba-tiba sosok perempuan yang lehernya terdapat luka gorokan itu, duduk di samping Anta. Dari lehernya mengeluarkan darah yang masih mengalir membasahi kaus hijaunya. Rupanya sosok tersebut adalah hantu yang suka menakuti anak-anak ketika ada pameran atau pasar malam seperti ini.


Kepala hantu itu menoleh ke Anta. Karena luka gorokan itu sangat dalam, sehingga membuat kepalanya hampir putus terpisah dari tubuhnya.


Hantu perempuan itu menjulurkan lidahnya yang terbelah dua seraya tersenyum menyeringai ke arah Anta.


Anta menoleh ke hantu perempuan yang menyeramkan itu dengan wajah datar.

__ADS_1


"Kakaknya mau?" Anta menyodorkan permen kapas itu pada si hantu.


Hantu perempuan itu terperanjat ketika melihat anak perempuan kecil yang duduk di sampingnya itu tak takut kala melihatnya.


"Mau gak?" tanya Anta lagi.


Hantu perempuan itu mengangguk.


"Hmmm enak aja! beli sendiri sana, ini aja Anta masih kurang tau!" ucap Anta seraya menarik uluran permennya tadi.


Hantu itu menetap Anta dengan tatapan tajam.


"Ih jijik itu darahnya masih keluar tau kak," Tunjuk Anta pada darah yang mengalir dari leher hantu tersebut.


Hantu itu mengira kalau Anta takut dengan darah yang mengalir di lehernya. Tapi tiba-tiba sisa permen kapas Anta di tempelkan pada luka di leher hantu perempuan tersebut.


"Dah mampet... uhg... uhg...! Besok ke dokter ya kak, biar di perban, sementara pakai ini dulu ya," ucap Anta sambil menekan leher hantu tersebut dan menepuk-nepuknya agar permen kapas itu menempel di lehernya.


"Anta...!!!" seseorang memanggil Anta di hadapannya.


"Om Doni...!!!" Anta berlari menuju Doni dan memeluknya.


"Anta tuh kan bener ini Anta... duh om Doni kangen banget..." Doni langsung menggendong Anta dan memeluknya dengan erat.


Anta mengusap kedua pipi Doni dan menepuk-nepuknya. Sesekali ia mencium pipi Doni dengan gemas.


"Ini bukannya anaknya Dita sama Anan ya?" tanya Mitha yang berdiri di samping Dita.


"Iya ini anak mereka," sahut Doni.


"Kok sendirian sih, bener-bener orang tua gak bener nih si Dita," gerutu Shinta menghina Dita yang padahal sedang tak berada di sana.


"Bunda sama Yanda lagi pergi tadi kan perut yanda sakit jadi mau di obati," sahut Anta.


"Terus kamu sama siapa ke sini?" tanya Doni.


"Sama tante Tasya, tapi Anta sebel masa tante Tasya udah gede gitu sekarang hilang," ucap Anta seraya bertolak pinggang di gendongan Doni.


"Itu mah bukan tante Tasya yang hilang, tapi kamu hadeh..." ucap Doni.


"Anta...!!!"


Tasya memanggil Anta dari kejauhan.


*****


Masih bersambung ya guys...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


- Kakakku Cinta Pertamaku


season 1 END


- 9 Lives (END)


- Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2