Pocong Tampan

Pocong Tampan
Rencana


__ADS_3

Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘


***


Ting... pintu lift apartmen lantai dua puluh terbuka.


"Dita....!!! dari mana aja kamu." Anita memeluk Dita yang baru datang.


"Siapa tuh Ta?" tanya Anita.


"Anak baru Nit, baru aja kecelakaan tadi, kamu udah akur ya sama Bani?" tanya Dita melihat Anita sedang bermain bersama Bani.


"Seru tau Ta main terjun payung sama Bani tanpa parasut, kapan-kapam cobain yuk!"


"Idih ogah..!! aku masih hidup Nit."


"Oh iya lupa, maafin aku Ta." Anita menunduk kecewa.


"Maaf Nit bukan gitu maksudku cuma permainan kamu itu... sangat yah... tau kan maksudnya..." Dita berusaha memperbaiki kesalahan ucapannya yang membuat Anita kecewa.


"Iya aku tau kita udah beda alam kan?"


Dita memeluk Anita dengan erat.


"Sampai kapanpun kamu itu sahabat terbaik buat aku Nit biarpun kita beda alam."


"Iya Ta aku udah bela belain balik kesini mau liat kamu nikah lho Ta." Anita tersenyum manis pada Dita.


"Kakak itu siapa?" tanya Bani menunjuk Adelia.


"Ini Adelia, dia kawan baru aku, kamu mau main sama dia? Adel kenalin ini Bani dia paling ganteng se apartemen sini." ucap Dita mengedipkan satu matanya ke Bani.


"Hai aku Adel." sapa Adel.


"Hai aku Bani."


"Jagain Adel ya Bani selama dia disini." ucap Dita.


Bani mengangguk mengajak Adelia bermain.


"Bani.... jangan main terjun payung yak, takut Adelia syok." sahut Dita.


"Iya kak, Bani mau ajak ke kolam renang kok."


"Oke... nanti bawa balik yak."


Bani mengangguk dan mereka menghilang bersama.


Ceklek... Dita membuka pintu apartemen milik dokter Dewi.


"Mau masak apa Ta? banyak banget belanjaan kamu."

__ADS_1


"Opor ayam, temenin yuk masak bantuin yak."


jawab Dita.


"Oke let's go kita masak."


"Aku gak diajak masuk Ta?" ucap Anan yang sedari tadi memperhatikan Dita dan Anita.


"Ya masa harus di suruh masuk biasanya juga masuk sendiri gak pake ijin."


"Iya sih hehehe, nanti kalo udah mateng bilang yak."


Dita menoleh judes ke arah Anan.


*** meanwhile ***


"Seru banget Ta filmnya nih sini yuk nonton." ajak Anita yang berbaring di sofa menonton tv sedari tadi.


"Perasaan yang mau bantuin masak dia deh Ta kenapa jadi aku sih." Anan menggerutu sambil mengupas kentang.


"Tau nih si Anita malah asik nonton."


"Perih Ta tadi aku kan ngiris bawang sih." sahut Anita yang makin menyimak film di layar LED 50inch dokter Dewi.


"Au amat lah, sini Nan kentangnya yang udah di kupas." Dita mengambil kentang di hadapan Anan dan memotongnya berbentuk dadu.


"Ta ini kok bisa sih hantu ngerasuk ke raga manusia terus ngendaliin gitu, ih aku jadi pengen tapi harus cocok Ta, kalo gak cocok ya gak bisa masuk." Anita nyerocos bak komentator handal yang mengomentari tayangan di tv saat itu.


"Ya mungkin bisa, dulu juga Bu Devi gitu." jawab Dita sambil memotong kentang.


"Bukan Ta, dia itu dirasuki sama Tania, isteri pak Herdi yang udah jadi hantu, hantu penunggu mess belakang yang suka nangis itu."


"HAH...?! serius kamu...??"


"Iya Nit, serius, emang dia tapi dia juga dikendalikan iblis yang ngendaliin pak Herdi waktu itu, Tania baik kok."


"Oh.. gitu yak, duh aku jadi kangen sama Doni."


"Jangan dipikirin Nit, nanti kalo Doni gak tenang balik kesini terus rumah ini jadi penuh sama kalian lagi."


"Hahahaha bisa aja Dita."


"Ouch... duh jadi kepikiran." tangan Dita teriris pisau saat memotong kentang.


"Hati hati dong Ta." Anan meraih tangan Dita yang teriris lalu menghisap darah di telunjuk Dita yang teriris.


Kedua mata Dita dan Anan saling bertemu lalu Anan makin mendekatkan wajahnya ke wajah Dita, hidung mancung Anan sudah menyentuh hidung Dita. Dita tau maksud Anan dan membiarkan bibir Anan mendekat ke bibirnya dan...


"Ah so sweet banget sih kalian kaya adegan romantis di drakor yang aku tonton." sahut Anita yang sudah mendekatkan dirinya di hadapan Anan dan Dita. Kedua tangannya


menyentuh kedua pipinya.

__ADS_1


Dita yang terkejut oleh ucapan Anita mendorong Anan.


"Aduh... cewek Samson emang nih kuat banget tenaganya." gerutu Anan.


"Yah kok gak di terusin Ta." ucap Anita.


"Somplak...!! aku malu tau...!!" sahut Dita.


"Tau nih ganggu aja, dikit lagi juga tuh padahal." sahut Anan.


"Issshhh ini lagi nyosor aja." sahut Dita memukul bahu Anan.


"Awww sakit Ta, lagian tadi kamu juga diem aja hayo."


"Ih apaan sih."


"Yah jadi gak seru deh tadi udah romantis malah dia pada berantem, ah mending nonton tv lagi deh aku." Anita berlalu menuju sofa tadi kembali.


"Ishhh sompret ...!!" sungut Dita.


"Padahal tadi aku lagi mikir Nan." ucap Dita memasukkan potongan kentangnya ke panci opor ayam masakannya.


"Mikir apaan?" Anan duduk di meja makan memperhatikan Dita masak.


"Aku lagi mikir, gimana kalo kamu masuk ke raganya Manan kali aja cocok tuh."


"Hmmm... terus kalo aku udah masuk gimana?"


"Ya kita selidiki kematian kamu bareng-bareng."


"Ide yang bagus." sahut Anita yang langsung menghampiri Dita.


"Astagfirullahaladzim ngagetin mulu nih orang yak eh hantu."


"Hehehehe... ide bagus Ta, nanti aku bikin rencananya gimana?" tanya Anita.


"Gimana Nan?" Dita bertanya pada Anan.


"Oke deh kita coba besok."


"Yeeee.... asik bisa nunjukin ke orang-orang kalo aku punya pacar yeeee..." Dita memeluk Anan secara spontan. Otomatis Anan membalas pelukan Dita dengan erat tak mau melepaskannya. Tangan Anan dikibaskan ke arah Anita agar mundur menjauhi Anan dan Dita.


"Huuuu... dasar bucin...!" gerutu Anita.


***


To be continued...


semoga suka... Happy Reading guys...


PS :

__ADS_1


Today is my birthday yeeeaayyyy... 🎂🍰


let's vote for me boleh yak aku minta hadiah votenya ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊


__ADS_2