Pocong Tampan

Pocong Tampan
Andara


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Cantik ya Kak dedek bayinya?" ucap Dita kepada Sandra saat menyusui bayinya.


"Iya Ta, alhamdulillah. Mirip ya hidungnya sama kaya Andri." sahut Sandra, di belakangnya Andri dengan bangga menunjuk hidungnya yang memang mancung sempurna.


"Emmm rugi kak kalau mirip Andri, cantiknya mah kayak kak Sandra." sahut Dita.


"Yeee kaga ikhlas banget sih Ta muji gue."


Dita tertawa melihat sikap Andri.


"Ibu kemana kak?" tanya Dita.


"Tadi ijin pulang mau ambil pakaian ganti, sekalian nengok bapak sama mbak susternya." jawab Sandra.


"Ooh...."


"Dita.... Dita....kenapa sih aku gak boleh masuk?" teriak Anan dari luar sana sambil mengetuk pintu.


"Itu si Anan ya ngajak ribut aja." sahut Andri.


"Tenang Ndri biar aku aja." sahut Dita menuju pintu luar.


Dita membuka pintu kamar perawatan lalu menutupnya.


"Berisik banget sih, kamu enggak boleh ke dalam Kak Sandra tuh lagi nyusuin bayinya."


"Oh bilang dong..." sahut Anan sambil mengangguk.


"Ta tolongin Sandra Ta." Anita keluar ruangan menarik Dita tiba-tiba.

__ADS_1


"Awww... sakit Nit, aku kan gak bisa tembus pintu." Dita mengelus dahinya tertabrak pintu karena tarikan Anita.


"Oh iya lupa Ta, panik soalnya."


Dita membuka pintu ruangan. Sandra memberikan bayinya pada Dita agar di letakkan pada keranjang bayi.


"Ta, bisa minta tolong panggilkan aku kak Dewi?" ucap Sandra dengan nada lemas.


"Kak Sandra kenapa gak istirahat dulu."


"Nanti saya istirahat setelah berterima kasih kepadanya."


"Iya bentar yak kak, aku segera kembali." Dita segera keluar mencari dokter Dewi.


"Ta ada yang aneh sama Sandra tadi kayaknya dia bisa lihat aku sama Andri deh." ucap Anita mengikuti Dita.


"Maksudnya Nit, aku gak ngerti deh." Dita menekan tombol lift menuju lantai ruangan dokter Dewi berada.


"Ya perasaanku aja sih Ta." sahut Anita mengikuti Dita.


***


Dita kembali keruangan perawatan Sandra bersama Tante Dewi.


"Tante ini kok kak Sandra lemes gini ya?" tanya Dita ikut panik pada Tante Dewi.


"San, Sandra kamu denger aku kan?" ucap Tante Dewi memegang tangan kanan Sandra.


"Kak Dewi, kak maafin Sandra ya, maafin Sandra." ucap Sandra lemas.


"San, aku udah maafin kamu."


"Kak Dewi juga maafin Andri ya?"


"Hmmm kalau Andri mah susah deh males banget maafin dia.... hehehehe aku becanda, aku juga maafin dia kok." Tante Dewi tersenyum hangat ke Sandra.


"Makasih ya kak, aku titip Andara ya."


"Andara?"


"Iya, itu nama putri cantik aku, Andara gabungan Andri dan Sandra. Biarpun nanti dia sama ibunya Andri, aku harap kak Dewi mau sering-sering nengokin dia."

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih San? Kamu kan ibunya, Andara si cantik akan selalu sama kamu."


"Enggak kak, Sandra gak kuat lagi, nih Andri juga udah nungguin Sandra." ucap Sandra menoleh pada Andri.


"Tuh kan Ta, dia bisa lihat Andri sama aku." bisik Anita ke Dita.


Andri terkejut dengan tatapan Sandra kepadanya, Sandra tersenyum. Tak lama Sandra memejamkan kedua matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


"Sandra... Sandra... Sandra... bangun Sandra...! Dita tolong panggil dokter Handoko cepetan!" perintah Tante Dewi sambil mengguncang bahu Sandra.


Dita segera berlari mencari dokter Handoko.


***


Setelah pemeriksaan dilakukan akhirnya Sandra dinyatakan sudah tiada akibat pendarahan hebat yang tak kunjung berkurang pasca persalinan.


Air mata langsung pecah dari kelopak mata Dita, tangisannya bersahutan dengan tangisan Tante Dewi dan Anita. Andri terus berada di samping bayinya membelai pipi bayinya yang halus dengan nyenyak terlelap. Anan menepuk bahu Andri menyemangatinya.


Jasad Sandra sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk di kebumikan dan diputuskan bayi Andara berada di tangan ibunya Andri. Karena memang sedari awal pihak keluarga Sandra juga tidak begitu memperhatikan Sandra dan tidak bisa merawat anak Sandra karena keterbatasan ekonomi.


"Cantik, kamu anteng banget sih gak rewel." ucap Dita pada bayi Andara yang berada di gendongan Tante Dewi.


"Mungkin dia tau ya Ta, Andara cantik biarpun mama dan papa kamu udah enggak ada, Tante Dewi janji akan selalu memberikan kasih sayang yang berlimpah buat kamu." ucap Tante Dewi.


"Makasih ya Bi." sahut Andri yang masih menyeka air matanya.


"Kata Andri makasih Tante." ucap Dita.


"Iya Ta. Eh... ah tau ah iya aja sama-sama Bi." ucap Tante Dewi yang tak tau dimana pastinya letak Andri.


"Udah siap Bu? Mari kami antar kerumah Bu?" ucap Tante Dewi pada ibunya Andri.


"Iya nak, sebelumnya saya minta maaf ya atas ucapan saya tempo dulu." ucap Ibu Andri pelan.


"Iya Bu, saya enggak nyalahin ibu kok, memang Andri bukan jodoh saya." sahut Tante Dewi masih menggendong Andara.


Anan membuka pintu untuk Tante Dewi dan ibunya Andri. Sementara Dita berada di kursi depan bersama Anan. Terlihat Andri dan Anita sudah anteng duduk di kursi paling belakang mobil SUV milik Anan. Mereka melaju menuju rumah Andri.


***


To be continued ...

__ADS_1


Happy Reading... 😘😘😘


__ADS_2