
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
Anan mengantar Dita sampai ke depan rukonya.
"Capek banget, kamu tidur gih istirahat, kata pak pengrajin besok gerobak mobil aku udah jadi dan mau dianter, kemungkinan lusa aku buka toko, kamu mau anter beli bahan-bahannya gak?" tanya Anan pada Dita.
"Oke aku mau, habis jemput Anta sekolah gimana?" sahut Dita.
"Boleh tuh ide yang... Ta itu kan si pengendara motor waktu itu," Anan langsung bersembunyi di balik tubuh Dita.
"Hadeh... masih nunggu aja sih di depan ruko, masih belum ada yang bisa bantuin?" tanya Dita.
Hantu pengendara motor itu menggelengkan kepalanya. "Cuma kalian yang saya tahu bisa lihat saya," ucapnya.
"Minta bantuan kamu aja Ta, jangan bawa-bawa aku," Anan meremas bahu Dita dan menyembunyikan wajahnya di leher Dita.
"Geli Anan jangan kayak gitu, nafas kamu tuh tiup-tiup leher aku nanti aku kan pengen," sahut Dita mencoba menepis tangan Anan dari bahunya.
"Kamu pengen apaan?" tanya Anan tak mengerti.
"Pengen masuk, udah ah aku mau masuk," ucap Dita bergegas ke dalam toko.
"Ditaaaaaaa ini masnya ngikutin aja nih," pekik Anan.
"Udah coba aja ajak ngobrol," sahut Dita dari dalam.
"Wah Dita parah nih, haduh... hmmm baiklah, oke Anan elo harus kuat, cuma hantu kayak gini doang mah..."
Anan menoleh pada hantu pengendara motor itu.
"Kyaaaaaaaaaaa..." Anan langsung berlari sekuat tenaga menuju apartemennya.
***
Pagi itu Dita mengantar Anta ke sekolah menggunakan aplikasi ojek online yang ia pesan.
"Anta inget ya, jangan bawel, cukup iya atau enggak, okay?" ucap Dita saat sampai di halaman rumah belajar Anta.
Anta mengangguk dengan menunjukkan dua ibu jarinya.
"Anta pinter... bunda pulang yak, nanti tiga jam lagi bunda datang, inget jangan ikut siapapun yang baru Anta lihat, mau itu manusia apa hantu, pokoknya cuma bunda yang boleh jemput Anta, kecuali bunda suruh tante Tasya jemput," ucap Dita.
"Oke bunda," sahut Anta.
"Ini bekalnya jangan lupa di makan, pokoknya Anta gak boleh jajan sembarangan, susu kotak di kiri tas, okay," ucap Dita.
"Iya bunda, tuh kan bunda ngatain Anta bawel sendirinya juga bawel," Anta mencibir Dita yang langsung memberinya cubitan di kedua pipi.
Ibu guru Lin datang menghampiri Anta dengan senyum hangatnya bak sinar mentari menerpa pipi Dita pagi itu.
"Cantik banget mamanya Anta, persis cantiknya sama Anta," sapa Bu Lin.
__ADS_1
"Aihhh bu guru bisa aja, ibu guru Lin juga cantik banget kayak foto model," sahut Dita yang langsung membekap mulut Anta ketika Anta mau mulai berucap.
Dita menatap Anta tajam, memberitahukan Anta agar sedikit bicara dengan tatapan matanya. Kontak batin Anta dan Dita sudah kuat, makanya Anta paham dengan kode tatapan mata dari Dita.
Bu guru Lin langsung membawa Anta ke dalam kelas, keduanya melambaikan tangan ke arah Dita.
***
"Halo..." suara pria memanggil Dita menyapanya saat berada di depan gerbang sekolah.
Dita menoleh dan melihat polisi Erik yang datang dengan motor besarnya.
"Kamu dari mana?" tanya Erik.
"Dari antar anak aku sekolah," sahut Dita.
"Oh kamu udah punya anak, kirain masih kuliah, kamu masih muda banget lho," ucap Erik.
"Hehehe makasih, tapi emang saya nikah muda kok, usia saya sekarang 26 tahun," sahut Dita.
"Hah yang bener, saya pikir kamu 18 tahun lho," puji
Erik.
"Aihh bisa aja."
"Mau saya anter pulang?" Kapten Erik mencoba menawari Dita tumpangan.
"Gak usah kapten, saya biasa naik ojek online," sahut Dita menunjukkan senyumnya saat menolak.
"Ummm...."
"Dita..." Anan datang dari kejauhan memanggil nama Dita.
"Eh kok kamu di sini?" tanya Dita.
"Kan aku mau ajak kamu belanja bahan-bahan burger," ucap Anan.
"Lho kan katanya nanti pas jemput Anta pulang sekolah," balas Dita.
"Anta pulang tiga jam lagi kan? cukup lah buat belanja ke pasar tradisional di ujung sana, apa kamu mau pulang bareng sama dia ya?" bisik Anan menggoda Dita.
"Ih apaan sih," Dita lalu menoleh pada Erik.
"Maaf kapten saya mau belanja bareng Anan," ucap Dita.
"Oh ya udah gak apa, silahkan, kalau begitu saya duluan ya," ucap Erik lalu pamit pada Dita dan Anan.
"Lain kali kalau aku enggak ada di deket kamu, jangan mau ya pulang sama siapapun," ucap Anan sambil berjalan di sisi Dita menuju ujung jalan ke pasar tradisional.
"Emangnya kenapa?" tanya Dita.
"Aku gak suka aja."
"Iya gak sukanya kenapa?" tanya Dita.
__ADS_1
"Ya pokoknya gak suka, oh iya aku mau nanya nih, semalam aku mimpi ketemu si hantu bungkus itu di sebuah kolam renang gitu, tapi dia jadi bos dan dia lagi ngobrol sama kamu di sebuah ruangan terus kalian tuh deket banget, aku kayaknya halusinasi deh apa mimpi ke bablasan ya?" tanya Anan.
Dita terkejut mendengarnya dan berharap Anan mengingat lebih dari mimpinya tadi.
"Terus mimpi kamu apa lagi?" tanya Dita penasaran.
"Gak ada lagi sih begitu doang terus si Onta pulang sama ibu dan ngebangunin aku," ucap Anan.
"Kamu tahu gak sih? itu kan emang memori kamu pas liat aku lagi ngobrol sama pak Herdi, dia tuh bos aku waktu kerja di wahana kolam renang miliknya," Dita menatap sebal pada Anan.
"Wuidih berarti di tajir dong ya?"
"Iyalah tajir, nih sebagian hartanya di kasih ke aku," ucap Dita.
"Lho kok di kasih ke kamu, emangnya kamu siapanya dia?"
"Bukan siapa-siapa, udah deh diem nih aku ceritain soal Pak Herdi, kamu simak aja jangan bawel potong omongan aku ya," ucap Dita lalu menjelaskan tentang Pak Herdi.
***
"Anta bawa makan siang apa?" tanya Ibu Lin.
Anta menunjukkan bekal nasi goreng sosis dan telur mata sapinya pada ibu Lin sambil tersenyum.
"Pinter, Anta habiskan ya, ibu ke yang lain dulu," ucap Bu Lin yang di jawab anggukan oleh Anta.
"Bu coba lihat Anta!" ucap Ibu Hyo berbisik pada Ibu Lin.
Anta terlihat sedang menyuapi seseorang di sampingnya tapi tak ada apapun di sana dan yang lebih menakutkan lagi, nasi goreng pada sendok Anta lenyap begitu saja saat Anta menyuapi sosok yang tak terlihat oleh Ibu Lin dan Ibu Hyo.
"Perasaan kita aja kali bu, namanya anak-anak suka main bohong-bohongan seperti menyuapi bayi khayalannya," ucap Bu Lin menenangkan Ibu Hyo yang bergidik karena bulu halus di kulit tangannya tiba-tiba meremang.
Seorang anak kecil menabrak Anta saat bermain, anak laki-laki yang lebih besar dari Anta tubuhnya itu terjatuh di samping meja Anta.
"Kamu ko di cini cih, kan gala-gala kamu aku jadi jatuh," ucapnya dengan bahasa yang masih cadel memarahi Anta.
Anak itu langsung menangis ketika melihat sesuatu di samping Anta.
"Ibu guluuuuuuu ada cetaaaannnn...!!!"
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1