
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Alhamdulillah kenyang nya." ucap Dita bersyukur dengan enaknya masakan ibu Desi.
"Iyalah gimana gak kenyang sampai nambah dua piring gitu, mana porsi nasinya jumbo lagi." Tante Dewi meledek Dita.
"Habis enak sih tuh Anan juga nambah, makasih ya Bu Desi." Dita tersenyum ke arah Bu Desi.
"Hehehe iya enak sih, makasih ya Bu." ucap Anan masih mengunyah nasi dan ayam bacem di dalam mulutnya.
"Iya sama-sama. Itu yang di depan udah belum ya makannya?" Ibu Desi melirik ke ruang tamu.
"Oh, aku aja Tante yang beresin meja depan." sahut Dita lalu beranjak membereskan piring-piring di meja ruang tamu.
Dita membawa piring kotor dari ruang tamu lalu mencucinya.
"Udah jangan nak Dita, biar ibu aja." ucap ibu Desi mencegah Dita mencuci piring.
"Udah lah Bu, emang kewajiban saya udah ngerepotin ibu sampai nambah malah."
"Udah biasa Bu, di rumah juga rajin banget di Dita mah." sahut Tante Dewi.
"Nih Ta sekalian." Anan menyerahkan piring-piring di atas meja.
"Sekalian Nan semuanya sini aku cuciin ambilkan semua yang kotor dari atas meja."
"Ikhlas kan Ta?"
"Ikhlas..."
"Kok kayaknya kesel sih?" goda Anan.
"Nan belum pernah ya minum air sabun cuci piring buat cuci mulut?"
"Eh enggak usah Ta, makasih, katany ikhlas kok gitu?" ledek Anan.
"Nan lempar nih yak ke muka mu sekali lagi godain bukannya bantuin." Dita melotot kepada Anan.
"Iya iya iya maaf hehehe." Anan menyingkir lalu duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Ibu liat bapak dulu ya mau kasih minum obat, nanti ibu balik lagi." ucap Bu Desi.
"Tante ke depan ya Ta."
"Iye udah sana Dita juga bisa sendiri."
Tante Dewi tertawa melihat kekesalan Dita.
***
"Alhamdulillah bapak udah tidur, suster juga lagi nyuci baju-baju bapak tadi, jadi gimana siap dimulai?" ucap ibu Desi antusias ingin bertemu anaknya.
"Okeh ibu, ayo Dita udah siap nih." Dita menggenggam tangan Ibu Desi saat Andri menaruh tangan di bahu Dita. Ibu Desi langsung menangis melihat Andri dan ternyata Sandra juga bisa terlihat saat menaruh tangannya di bahu Dita.
"Maafin Andri ya Bu?" ucap Andri.
"Maafin Sandra juga Bu." ucap Sandra.
"Iya nak ibu maafkan kalian, lagipula kalian enggak salah kok, ibu ikhlas sama takdir ini." sahut ibunya Andri sambil menangis.
"Maaf Andri enggak bisa jagain bapak sama ibu." tangis Andri pecah.
"Sampai kapan pun ibu yakin kalian akan selalu jagain ibu, bapak, Andara dari manapun juga."
"Setelah ini Andri pamit ya Bu, Andri akan kembali ke alam Andri dengan tenang, Andri cuma bisa mandangin ibu, bapak sama Andara dari sana." Andri menunjuk ke langit.
Ibu Desi mengangguk berusaha tegar menyeka air matanya.
Ucap Sandra yang juga menangis.
"Tentu Nak, tentu ibu akan selalu menceritakan kalian kepada Andara."
"Kita pamit ya Bu, Dita aku mau minta maaf sama Dewi, boleh?" tanya Andri ke Dita.
"Oke bentar, Tante pinjem tangannya." ucap Dita berusaha tegar menahan tangisnya lalu melepas tangan ibu Desi dan meraih tangan Tante Dewi.
Tante Dewi gemetar dan sempat mundur kebelakang karena takut dengan penampakan Andri dan Sandra yang sekarang sudah berada di hadapannya.
"Jangan takut Bi, aku cuma mau minta maaf sama kamu." ucap Andri.
"Aku juga kak, maafin aku sekali lagi, maaf sudah merebut Andri dari kakak." ucap Sandra.
"I.. iya aku udah maafin kok."
"Kak Dewi aku titip Andara yak, tolong gantikan keberadaan ku untuknya, aku yakin kak Dewi bisa jadi ibu yang baik untuk Andara."
"Iya aku akan selalu mengunjungi Andara dan menjadikannya anak asuhku." gak terasa air mata mengalir menetes di pipi Tante Dewi.
"Makasih ya Bi, makasih banyak buat pengertian kamu, kamu memang selalu menjadi wanita yang baik, terbaik bagai malaikat untukku." ucap Andri penuh haru.
__ADS_1
Tante Dewi mengangguk berusaha menahan air matanya yang terus jatuh menetes.
"Sudah Ta, nanti kamu kehabisan tenaga mu." Andri dan Sandra melepas tangannya dari bahu Dita.
Dita tak dapat menahan air matanya kali ini Dita memeluk Sandra dan Andri. Mereka bertangisan bersama.
"Kamu harusnya terbiasa dengan ini Ta, banyak kan perpisahan yang sudah kita alami dengan para hantu lainnya." ucap Andri memeluk Dita.
Kali ini Anan membiarkan Andri melakukannya, dia sadar tak harus cemburu pada Andri kali ini karena Andri sudah bagaikan seorang kakak laki-laki bagi Dita.
"Tapi kamu beda Ndri dari hantu lainnya, kamu selalu ada buat aku, nolongin aku sama Anan, kenapa sih kamu harus pergi?" ucap Dita sambil terisak memukul bahu Andri. Sandra memberi sentuhan halus mengelus rambut Dita.
"Aku kan memang harusnya sudah pergi dari dunia ini, seharusnya tak mungkin lagi ada kata kenapa aku harus pergi ya kan?" Andri menepuk - nepuk punggung Dita pelan.
"Jangan pergi Ndri! Nanti yang jagain aku kalau Anan jahil siapa Ndri?"
"Aku yakin kok Anan gak akan nakal sama kamu, dia pasti jagain kamu, aku yakin kalian enggak akan berpisah."
"Kamu sama Anan itu akan selalu jadi pasangan serasi." sahut Sandra tersenyum pada Dita.
Andri melepas pelukan Dita lalu beralih pada Anan. "Hai lontong kisut, ini terakhir kalinya gue panggil elo kaya gitu, sini peluk gue." Andri merentangkan kedua tangannya menyambut Anan.
Tanpa pikir panjang lagi Anan langsung memeluk Andri. "Gue bakal kangen panggil tempe angus, gue bakal kangen berantem sama elo sampai guling-guling." ucap Anan tak dapat menahan air matanya yang langsung menetes kala memeluk Andri.
"Hahaha iya gue bakal kangen hal itu, Tong dengerin gue, jagain Dita yak, harus benar -benar jagain Dita, elo tau kan ada aja hantu yang gangguin dia atau ngikutin dia, belum lagi ada manusia jahat yang bakal gangguin dia karena sifat dia yang mau nolong para hantu." Andri menepuk - nepuk kedua bahu Anan.
"Iya gue bakal jagain Dita." Anan menyeka air matanya.
"Wow bangga banget gue, seorang lontong kisut bisa nangis buat tempe angus macam gue." Andri menggoda Anan meninju pelan dada Anan.
"Ah gue kelilipan doang ini mah." Anan membalas meninju dada Andri.
"Anita... elo gak mau peluk gue?" tanya Andri menoleh pada Anita.
"Emang boleh kak?" Anita bertanya pada Sandra.
"Boleh." Sandra mengangguk dan tersenyum ramah.
"Andri.....!"
***
To be continue...
Happy Reading 😘
Eh enggak deng episode kali ini pasti gak happy reading, jujur ini Vie nulisnya aja sambil nangis-nangis ke bawa perasaan banget kalau inget kata-kata perpisahan. 😭
Mohon maaf yak untuk para fans si tempe angus alias Andri, memang seharusnya begini perjanjian Andri yang hadir lagi menjadi hantu ke dunia berakhir.
__ADS_1
Andri sudah menuntaskan tugasnya menjaga Sandra meski takdir berkata lain Sandra juga harus meninggal, namun melihat anak Andri dari Sandra lahir itulah saat tugas perjanjiannya berakhir dan harus pergi.
Karena perjumpaan pasti menghasilkan perpisahan....😭😭😭