
Dear readers tersayang... Jangan lupa sebelum membaca di Like and komentar di babnya. Kalau sudah habis membaca jangan lupa juga buat Vote pakai poin kalian buat dapetin Giveaway dari Vie.
Terima kasih and Happy Reading. 😘😊
*******
Anan memesan taxi online untuk membawa mereka pulang ke Apartemen Emas.
Tiba-tiba, seorang perempuan memanggil Anan dari kejauhan saat Anan dan Dita hendak masuk ke dalam mobil taxi online yang sudah datang itu.
"Siapa ya Bunda, aku kok lupa ya?" tanya Anan yang tak jadi masuk ke dalam mobil.
Dita menoleh ke luar mobil dan menatap ke arah perempuan yang memanggil Anan.
"Oh, itu Miss Suzuki yang beli rumah sakit ayah kamu," ucap Dita.
"Oh iya." Anan lalu tersenyum kecil pada Miss Suzuki.
"Halo Tuan Ananta dah Nyonya Dita, apa kabar?" tanya Miss Suzuki yang menjabat tangan Anan.
Dita keluar dari dalam mobil untuk menjabat tangan wanita tersebut.
"Kabar kami baik, halo apa kabar Miss Suzuki?" tanya Dita.
"Kabarku baik."
"Tunggu sebentar ya, Pak."
Anan menoleh ke dalam ke arah sopir taxi online tersebut.
"Baik, Pak."
"Kalian sedang berada di ibukota rupanya, bagaimana jika kalian mampir ke rumah baruku?" tanyanya.
Wanita itu lalu meraih sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kartu nama berwarna hitam ia berikan pada Dita.
"Ini, alamat rumahku yang baru, kalian pasti tau arah ke sana, jangan lupa ya malam ini, ku undang kalian dan keluarga kalian, siapa ummm... Nyonya Dewi ya aku ingat, ajak dia juga untuk datang ke rumah."
Dita mengamati kartu nama pemberian dari Miss Suzuki. Kedua bola matanya tersentak tak percaya kala melihat alamat rumah yang tertera di kartu itu. Dita lalu menyerahkan kartu nama tersebut pada Anan yang melakukan ekspresi wajah yang sama. Mereka sama-sama terkejut melihat alamat rumah Miss Suzuki.
"Nah, kalian sudah tau kan rumahku, oh iya kutunggu ya nanti malam, aku punya penawaran khusus untuk Nyonya Dewi dan Tuan Anan terkait rumah sakit ini, saya permisi dulu ya. Piaaaaaaa..." panggil Miss Suzuki.
"Pi-pia, bagaimana..." Dita menoleh pada perempuan muda yang tertunduk menghampiri Miss Suzuki sambil menjinjing tas kulit di tangannya.
"Mbak Pia?" lirih Dita.
Pria mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Dita. Senyumnya berbeda seperti biasanya. Entah kenapa Pia seperti menghindari tatapannya dengan Dita dan Anan. Mereka lalu masuk ke dalam mobil jaguar hitam dan melaju pergi.
"Jadi, rumah besar milik Papi, dia juga yang beli. Jadi, gimana Bunda, apa kita harus datang malam ini ke rumahnya?" tanya Anan.
"Kita tanya Tante Dewi baiknya bagaimana, ayo kita pulang segera kita beri tahukan pada Tante Dewi," ucap Dita lalu masuk ke dalam mobil taxi online tadi dan mereka melaju menuju Apartemen Emas.
__ADS_1
***
"Hmmm... Jadi dia mengundang kita untuk makan malam ke rumahnya, rumah besar kita dulu, penawaran apa ya kira-kira yang akan dia berikan?" gumam Tante Dewi seraya mengetuk ujung kartu nama milik Miss Suzuki di dagunya.
"Anta gak mu ke sana ah, Anta takut," sahut Anta.
"Kok, Anta takut sih, justru Anta harus tau rumah milik Kakek Arjuna tempat tinggal Yanda waktu kecil," ucap Dita.
"Gak mau ah Anta mau main sama Tante Ayu aja, sama Ratu Sanca juga," ucap Anta.
"Lalu gimana, nih?" tanya Dita.
"Kita titip aja Anta sama Doni dan Tasya. Tante sih kepengen banget datang ke rumah itu lagi dan siapa tau aja Tante bisa bekerja di rumah sakit kita dulu, Nan. Bagaimana?" tanya Tante Dewi menoleh penuh harap pada Anan dan Dita.
"Kalau aku, ya ikut aja sama Tante Dewi, emang tujuan kita ke sini mau masuk rumah itu, kan?" tanya Anan mencari jawaban dari istrinya itu.
"Iya, sih. Baiklah aku ikut kalian ke sana. Nanti aku titip Anta sama Tasya," jawab Dita.
***
Jam dinding menunjukkan pukul tujuh malam, Tante Dewi sudah siap dengan pakaian formal berwarna biru tua dengan garis vertikal warna putih. Sementara Dita berpakaian batik motif burung merak yang senada dengan pakaian Anan.
Dita lalu mengetuk apartemen yang ditempati Tasya dan Doni.
"Eh Dita, ada apa, Ta?" tanya Tasya saat membuka pintu apartemen rumahnya.
"Aku mau pergi nih sama Anan sama Tante Dewi. Aku mau titip Anta, boleh?" tanya Dita.
Doni berjalan merangkak seperti harimau dan berlagak dengan genitnya. Di mulutnya ia gigit setangkai mawar merah. Parahnya lagi ia hanya mengenakan celana dalam warna merah muda.
"Doni, ini ada Dita sama Anta!" seru Tasya.
Dita sudah menutup kedua mata Anta sedari tadi dengan tangan kanannya, sementara dirinya sendiri menatap langit-langit tak mau melihat ke arah Doni.
"Astaga... kenapa gak bilang sih ada Dita sama Anta," pekik Doni yang langsung berlari menuju kamarnya.
Dita akhirnya melepas tawanya juga yang ia tahan sedari tadi.
"Maaf ya, Ta. Yuk Anta masuk!" ajak Tasya yang mempersilahkan Anta masuk ke dalam.
"Oke, aku pergi dulu ya, Anta jangan nakal ya harus anteng!" ucap Dita.
"Bunda sama Yanda, hati-hati ya..." pinta Anta.
Setelah Dita pergi, lalu Doni keluar sudah memakai kaus dan celana boxer.
"Hai, Anta!" sapa Doni.
"Hai, Om! Kok gak jadi macan lagi kayak tadi?" tanya Anta.
"Ummm... anu, ummm tadi kan cuma bercanda hehehe... Anta mau es krim?"
__ADS_1
Anta mengangguk, mengiyakan.
Tak lama kemudian Doni datang membawa es krim dan beberapa cemilan untuk Anta.
"Duh, gimana nih, Sya?" bisik Doni.
"Gimana apanya?" balas Tasya.
"Ular naga aku gak mau tidur ini, apalagi tadi kan udah minum jamu itu," bisik Doni.
"Aduh, coba siram air es, siapa tau tidur, masa ada Anta kita mau lanjut main, sih?" gumam Tasya.
"Main apa? Anta ikutan dong!" sahut Anta yang tak sengaja mendengar gumaman Tasya.
"Hah? main... main apa ya, Don? Ummm maksudnya main..."
"Main ular tangga, yuk kita main ular tangga," sahut Doni yang segera menambahkan ucapan Tasya.
***
Sesampai Dita, Anan dan Tante Dewi di rumah besar milik Arjuna yang sekarang sudah menjadi milik Miss Suzuki, mereka masih memandang sekeliling rumah dengan seksama.
Dita memanggil Pak Herdi, ia ingin Pak Herdi mengamati rumah itu dengan teliti untuk mencari ruang pemujaan Ratu Masako yang harus segera dia musnahkan.
Sosok Wanita yang di iringi oleh beberapa pelayan di belakangnya muncul dari dalam rumah besar tersebut menyambut kedatangan Dita dan lainnya.
"Selamat datang di rumah besar ku yang tadinya rumah kalian, hehehe... maaf aku hanya bercanda."
Miss Suzuki menyambut kedatangan Dita dan rombongan dengan gaun warna hitam selutut. Gaun berkerah V itu tampak memperlihatkan belahan dadanya yang terlihat seksi di hadapan semuanya.
Pia dan beberapa pelayan mempersilahkan mereka masuk dan mengikuti Miss Suzuki.
"Harusnya Anda tidak kemari, Nyonya Dita..." lirih Pia menatap punggung mantan majikannya itu yang sedang melangkah masuk ke dalam.
******
Bersambung...
Stay safe, stay health buat semuanya. Jangan lupa selalu cuci tangan dan pakai masker kalau ke luar rumah.
Mampir juga ke :
- 9 Lives
- Diculik Cinta
- With Ghost
- Forced To Love
- Kakakku Cinta Pertamaku
__ADS_1
Vie Love You All... 😘😘