
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
Makan malam di rumah besar Anan.
"Tuan ada tamu di depan orang bule tuan." ucap Ibu Mey menuangkan air putih dalam gelas Pak Arjuna.
"Itu pasti Alex mas." sahut Aiko.
"Persilahkan dia masuk Mey, terus si Dewi suruh turun makan malam." ucap Arjuna.
"Aku aja mas yang jemput dia aku mau suruh dia dandan." Aiko menggeser kursinya lalu pergi ke kamar Dewi di lantai dua.
"Hi... Arjun long time no see, how are you bro?" sapa pria bule keturunan Inggris itu pada Arjuna sambil memeluknya erat.
"Yeah long time no see Alex, I am fine, thanks for coming, I thought you can't come to my house right now." jawab Arjuna.
"How could I say no to your invitation, let's say bahasa I had learn it for three months."
"Wah hebat kamu."
"Iya dong." ucap Alex dengan logat khas Inggrisnya.
"Itu adikku Dewi, I have told you before." Arjuna menunjuk Dewi dan Aiko yang datang menuruni tangga.
"She is awesome." sahut Alex dengan mata berbinar menatap Dewi.
"Hi Aku Alex. nice to meet you." Alex mengulurkan tangannya pada Dewi.
"Hi..." jawab Dewi datar membalas uluran tangan Alex.
Sepanjang makan malam itu Alex selalu memperhatikan Dewi yang tak pernah tertarik dengan pembicaraan Alex, Arjuna dan Aiko.
"Oke, silahkan kalian lanjutkan dulu yak bincang-bincangnya, aku dan Aiko ke kamar dulu." ucap Arjuna meninggalkan adiknya bersama Alex di teras taman.
"So, Dewi do you have a boyfriend?" tanya Alex langsung ke intinya tanpa basa-basi karena dia sudah menyukai Dewi dari pandangan pertama tadi.
__ADS_1
"I have." Dewi menjawab dengan ketus.
"Really? kakak kamu bilang kamu belum punya pacar."
"Aku udah punya pacar dari satu tahun lalu memang belum pernah aku bawa ke sini sih."
"Wah that's too bad."
Dewi tersenyum lalu berpura-pura menguap dan menggeliatkan tubuhnya.
"Aku mau tidur yak, capek banget."
"Well okay, have a nice sleep."
"Thank you Alex ,,, see you..." Dewi bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.
***
"Bi... cantik banget kamu hari ini." ucap Andri menjemput Dewi di depan Salon Cantik milik kawannya.
"Iya dong kan mau ketemu orang tua kamu, udah rapih kan?"
"Rapih banget Aktris Hollywood mah lewat..."
"Lewat mana Bi?"
"Ah kamu mah ada-ada aja." Dewi mencubit perut Andri.
Dewi masuk ke dalam mobil Andri lalu pergi menuju rumah Andri menemui orang tuanya.
Sesampainya di rumah, Ibunya Andri sudah menunggu di teras rumah sambil membuat rajutan sweater untuk Andri.
Dewi memberi salam dan mencium punggung ibunya Andri.
"Mari masuk." ucap ibu nya Andri.
"Makasih Tante." jawab Dewi sopan.
"Aku ambil minum dulu ya Bu." Andri menuju dapur rumahnya.
Ibunya Andri mempersilahkan Dewi untuk duduk.
"Kamu yang namanya Dewi yak? kelahiran tahun berapa?"
"Kelahiran 87 Tante."
__ADS_1
"HAH...? 87 berarti tujuh tahun di atas Andri dong, apa kamu sudah pernah menikah?"
"Belum Tante, saya masih single dan cuma berhubungan sama Andri."
Ayahnya Andri datang dan menyapa Dewi tak lama Andri menyusul dibelakangnya dengan membawa dua kotak jus dua ratus mili untuk Dewi.
"Minum Bi, maaf pembantu lagi pulkam, kapan sih Bu pulangnya si Nori?" tanya Andri pada ibunya.
"Dua hari lagi katanya, Ndri ayo ikut Ibu." ucap Ibu nya Andri lalu berpindah ke ruang keluarga. Ayahnya Andri juga mengikuti perintah ibunya karena lirikan istrinya tersebut.
Dewi di biarkan duduk sendiri di ruang tamu mengamati foto keluarga Andri yang hanya anak tunggal itu. Karena penasaran akhirnya ia memberanikan diri mengintip pembicaraan Andri dan orang tuanya.
"Kamu tuh gak bisa apa cari yang lebih muda?" tanya Ibu nya Andri.
"Emang kenapa sama umur dia Bu?"
"Nih ya kamu nikah misalkan sesuai target kamu di usia 30 tahun terus dia 37 tahun itu udah rentan Ndri punya anak? ibu tu kepengen cepet-cepet punya cucu." bisik Ibu nya Andri namun masih jelas terdengar oleh Dewi.
"Ah ibu mah kolot banget, oke misal Andri target usia 27 tahun nikah gimana ?"
"Tetep aja Ndri, dia udah 30 ke atas, terlalu tua buat kamu, ya kan Pae?"
Ayahnya Andri hanya mengangguk tak bisa membantah ibunya.
"Maaf Bi, aku mau pulang." sahut Dewi dari balik tirai.
"Eh kamu dari kapan di situ Bi?" jawab Andri kikuk.
"Silahkan di lanjut percakapannya maaf ya saya pamit pulang, Pak, Bu." Dewi lalu berjalan cepat menuju gerbang rumah Andri dan memesan taxi yang lewat depan rumah Andri.
"Bi tunggu, kamu kenapa sih?" Andri menahan Dewi.
"Aku kenapa? orang tua kamu tuh yang kenapa? aku gak pantes buat kamu Bi aku terlalu tua buat kamu." Dewi meneteskan air matanya yang sudah tak terbendung lagi.
"Maafin orang tuaku Bi, nanti aku bisa jelasin ke mereka, kita berusaha cari restu mereka yak?"
"Maaf Bi aku gak tau mau gimana, aku kecewa,aku mau sendiri dulu maaf ya." Dewi langsung menaiki taxi itu dan Andri sudah tak bisa lagi menahannya.
Semenjak saat itu Dewi menjauhi Andri demi kebahagiaan keluarga Andri. Perkataan ibunya Andri masih terasa sekali menyakitkan di hatinya, satu tahun ini dia mencoba bertahan dari cibiran yang melihat ke arah nya jika bersama Andri. Berkali-kali Dewi juga selalu disangka kakak nya Andri dan setiap dia memandang di cermin dia tahu bahwa wajahnya pasti akan cepat menua daripada Andri. Dewi memutuskan untuk menjauh dan mengakhiri hubungannya karena tak menjumpai restu orang tua Andri meski dia sudah menyerahkan segalanya untuk Andri.
Setahun kemudian Dewi menerima lamaran Alex, lagi pula dia mendengar gosip kedekatan Sandra dan Andri. Sandra memilih pindah bekerja di rumah sakit keluarga tempat Andri magang. Walaupun pada akhirnya Kakaknya Arjuna memberikan pekerjaan tetap pada Andri, entah untuk menguji Andri atau memanas-manasi Andri dengan kedekatan Dewi dan Alex yang memutuskan untuk menikah.
Andri pun menjawab tantangan dari Arjuna mencoba bertahan dan mendekat ke Dewi meski tak pernah berhasil. Sampai malam Pernikahan Dewi dan Alex, Andri memilih mabuk dan membawa Sandra menuju Desawangi tempat dia melampiaskan hasratnya pada Sandra. Semenjak Dewi menikah sifat playboy nya itu kembali, niatnya untuk setia hanya pada satu perempuan yaitu Dewi pun tak pernah ia jalankan. Bahkan ia hanya mempermainkan Sandra sama seperti perempuan lainnya yang ia kencani.
***
__ADS_1
To be continued... Happy Reading...
Tengok novel baru ku yak 9 lives semoga suka 😘😘😘