Pocong Tampan

Pocong Tampan
Penjual Bubur Ayam


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Makasih pak, eh anaknya cantik banget sih pak, anteng lagi." ucap Dita melambaikan jarinya pada anak perempuan yang memakai gaun putih di samping bapak penjual bubur.


"Anak yang mana ya neng?"


Tanya bapak penjual bubur ayam itu dengan raut wajah sangat heran.


"Itu anak perempuan berambut sebahu, pakai gaun putih cantik banget, ada ta*i lalat di pipi kirinya pak, duh manisnya." ucap Dita.


Tiba-tiba penjual bubur ayam itu menjatuhkan mangkuk bubur ayamnya saking terkejutnya.


"Astagfirullah, jangan-jangan..." Dita menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Udah pesen Ta? eh cantik banget adeknya." ucap Tasya langsung duduk di kursi samping Dita.


Bapak penjual bubur itu menangis sambil membereskan mangkoknya yang pecah berantakan di lantai.


"Kok bapaknya nangis Ta?" tanya Tasya tak mengerti.


"Anak itu Sya, dia sepertinya..." ucap Dita.


"Kenapa kalian bisa melihatnya tetapi saya gak bisa?" bapak penjual itu masih menangis saat menyiapkan dua bubur ayam untuk Dita dan Tasya.


"Minum dulu pak, minum." Tasya mengambil air putih di atas meja dan memberikannya pada penjual bubur ayam itu.


"Makasih neng." sahutnya.


"Kenapa sih Ta kok aku gak ngerti, gak paham deh Ta?" tanya Tasya.


"Udah makan dulu, sumpah ini enak banget pak, enak banget." ucap Dita yang sangat lahap memakan bubur ayamnya.


"Makasih neng pujiannya, jadi anak saya selalu ada nemenin saya ya neng?" tanya bapak itu.


Dita menoleh pada anak perempuan yang tersenyum pada Dita yang selalu berdiri di samping gerobak bubur ayam ayahnya.


"Sepertinya iya pak dia selalu nemenin bapak."

__ADS_1


sahut Dita.


"Bang Endut bubur ayam tiga di bungkus ya." ucap pembeli yang mulai berdatangan.


"Bapak ngelayanin dulu ya neng." ucap bapak itu lalu kembali ke posisinya semula untuk melayani para pembeli.


"Emang kenapa sih Ta?" tanya Tasya masih penasaran.


"Coba telan dulu buburnya terus jauhin bentar ya mangkoknya takut kamu nyembur-nyembur pas denger cerita ku." ucap Dita membuat Tasya makin tak mengerti.


"Kamu lihat kan anak perempuan itu?" bisik Dita yang di jawab anggukan oleh Tasya.


"Dia tuh bukan manusia Sya."


"APA?" Tasya menggebrak meja karena terkejut membuat para pembeli menoleh ke arah Tasya.


"Eh maaf maaf ada lalat." ucap Tasya dengan tersipu malu ke arah pembeli.


"Udah habisin dulu buburnya." ucap Dita pada Tasya.


Tak berapa lama dagangan bubur ayam pak Endut sudah habis karena memang bubur ayam buatan beliau sangat terkenal akan kelezatannya. Begitu juga dengan bubur ayam Dita dan Tasya bahkan Dita sudah menghabiskan dua mangkuk bubur ayam saat itu.


"Alhamdulillah kenyang banget ya." ucap Dita sambil mengelus perutnya.


"Gak habis pikir badan kecil kayak kamu makan banyak banget." Tasya menepuk jidatnya melihat kelakuan Dita yang masih asik memakan sate usus di hadapannya.


"Makasih banyak pak." sahut Dita.


"Tolong ceritakan ke bapak bagaimana rupa Alisa sekarang, apa dia bahagia?" tanya penjual bubur itu pada Dita.


"Cantik pak, dia senyum terus, bahagia kelihatannya di samping bapak, sepertinya dia memang masih disini untuk menjaga bapak." ucap Dita.


"Kenapa saya tak bisa melihatnya ya." ada raut kesedihan di wajah penjual bubur ayam itu.


"Memang bukan jalan bapak buat ngelihat wujud dia, usianya berapa tahun pak?" tanya Dita.


"Dia berusia enam tahun saat meninggal terbawa ombak bersama mamanya, saat itu kami sedang piknik ke pantai, saat saya ijin solat ashar mereka sudah berenang dan terbawa ombak lalu keduanya ditemukan mati tenggelam." ucap bapak penjual bubur ayam itu menjelaskan sambil menahan air matanya agar tak jatuh meski kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Tapi saya gak lihat istri bapak ya, cuma anak bapak aja." ucap Dita


"Mungkin istri bapak nya udah tenang Ta nah si anaknya ini masih belum tenang kalau bapak nya gak ada yang jagain." sahut Tasya.


"Pantes aja neng tiap saya mau kemalingan tuh selalu ada yang kasih tau atau malingnya udah sial duluan, waktu gas saya bocor tiba-tiba kompornya rusak gak nyala, seolah-olah ada yang selalu melindungi saya neng." ucap bapak itu.


"Kalau soal melindungi mah ya kita tetep harus percaya sama Tuhan pak, cuma mungkin si anak ini sebagai perantara nya, mungkin dia akan pergi saat bapak menikah." ucap Dita.


"Ah saya belum kepikiran sampai kesana neng, saya masih tak bisa melupakan kematian mereka." sahut pak Endut dengan raut wajah sangat sedih kali ini.

__ADS_1


Ponsel Tasya berbunyi dari dalam tasnya.


"Eh Jeff nelpon saya nih." Tasya langsung berdiri dan menjauh untuk mengangkat telepon dari Jeff.


"Sejak kapan mereka sudah bertukar nomor telepon, hmmm gerak cepat juga si Tasya." gumam Dita memperhatikan Tasya.


Tasya menutup ponselnya dan kembali pada Dita.


"Ta mau ikut Jeff gak? ke sebuah Gua Ungu tempat wisata di pulau ini?" tanya Tasya ke Dita.


"Emang survey mereka udahan di pasar ini?" tanya Dita kembali pada Tasya.


"Udah terus dia mau ke Gua Ungu makanya nanya kita mau ikut gak." ucap Tasya.


"Boleh deh mau lihat kayak apa gua disana." sahut Dita lalu mengeluarkan uang untuk membayar bubur ayamnya.


"Ya udah saya telepon Jeff lagi ya buat kasih tau kalau kita mau ikut." Tasya lalu menghubungi Jeff kembali.


"Neng hati-hati kalau ke Gua Ungu katanya tuh angker gimana gitu." ucap penjual bubur itu sambil menyerahkan uang kembalian pada Dita.


"Di gedung bertingkat dan mewah aja juga bisa jadi tempat angker pak hehehe." sahut Dita.


"Iya sih neng apalagi neng udah biasa lihat yang kaya gitu, hati-hati ya neng pokoknya."


"Iya pak makasih banyak ya atas kebaikannya, dadah Alisa jagain ayahnya baik-baik ya." Dita melambai pada hantu anak kecil si penjual bubur ayam itu.


Anak kecil itu membalasnya dengan senyuman dan melambaikan tangannya ke arah Dita.


"Dimana Jeff nungguin kita?" tanya Dita ke Tasya.


"Katanya di depan tukang bakso, tuh mobilnya." tunjuk Tasya dan mereka pun menuju mobil Jeff untuk mengunjungi tempat wisata Gua Ungu.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you

__ADS_1


__ADS_2