Pocong Tampan

Pocong Tampan
Mungkinkah...


__ADS_3

"Sedep banget nih mie rebus." Dita menyeruput mie rebusnya.


"Aku mau dong Ta nyobain."


Dita menggeser mangkok mie nya ke arah Anita.


"Ada es gak dikulkas?" tanya Dita.


"Ada Ta, buat apaan?"


"Teh manis ku nih mau aku kasih es biar seger." Dita beranjak menuju pantry mengambil es lalu kembali duduk dimeja kerjanya.


"Astagfirullah... kamu laper Nit? ini mah bukan nyobain namanya ngembat."


"Hehehe maaf khilaf dikit." Anita menggeser kembali mangkoknya ke arah Dita.


Tak lama Pak Herdi datang dihadapan mereka.


"Gimana persiapan panggungnya?" tanya Pak Herdi pada Dita dan Anita.


"Siap pak, beres, tinggal dikit lagi." jawab Anita dengan gerakan tangan hormat di samping pelipisnya.


"Gimana sih, katanya siap tapi dikit lagi hehehehe."


"Manis banget Pak." gumam Anita.


Dita yang mendengar gumaman Anita ikut terkikik kecil.


"Apanya yang manis?"


"Ini pak, tehnya manis." Anita mencoba beralasan dengan menyeruput teh nya.


"Aduh panas, fuh fuh." Anita mengibaskan tangan di bibirnya.


"Sukurin." bisik Dita.


"Coba kamu cek makan siang para karyawan, Nit sama persiapan catering acara hari Sabtu Minggu besok, tanya Bu Devi."


"Oke pak, siap, yuk Ta."


"Dita, saya perlu kamu buat urus uang asuransi karyawan yang kecelakaan kemaren sebentar."

__ADS_1


Dita memandang Anita lalu mengangguk meng iyakan perintah Pak Herdi.


"Aku duluan yak?" bisik Anita.


"Besok saya mau cairin asuransi untuk karyawan itu, kamu ikut yak, besok kan libur tuh wahana buat persiapan acara nanti."


"Saya pak? kan ada Bu Devi pak, nanti saya gak enak sama Bu Devi." jawab Dita.


"Bu Devi kan saya amanatin urus persiapan, nah kamu ikut saya, alamat mereka gak jauh lah didaerah Bogor."


"Bogor pak? lumayan pak pegel juga dijalan."


"Kan kamu tinggal duduk manis, saya yang nyetir."


"Tapi pak.."


"Udah gak ada tapi tapian pokoknya kamu yang ikut saya besok yak?"


Dita mengangguk ragu namun berhubung perintah Pak Bos mana bisa dia bantah.


"Oh iya Ta, kamu belum bisa jawab pertanyaan saya kemarin yak?"


"Maaf pak, belum kepikiran." jawab Dita lirih.


"Oke, aku bakal nungguin kamu sampai mantep perasaan kamu."


Pak Herdi menyentuh kepala Dita menepuk-nepuk nya membuat Dita terkejut mundur selangkah.


"Pak saya permisi ya, mau nyusul Anita."


"Oke, silahkan."


Dita bergegas pergi menyusul Anita, perasaannya campur aduk saat itu. Ada banyak orang yang tidak akan suka jika Dita menerima pinangan Pak Herdi, namun entah kenapa perasaan Dita yang tadinya sangat menyukai Pak Herdi jadi berubah, karena Dita makin menyukai keberadaan Anan disampingnya.


***


Kenapa aku jadi sering mikirin Anan yak, apa aku suka sama Anan yak, tapi dia kan hantu masa iya aku pacaran sama hantu hmmm


"Kenapa Ta?"


Anan sudah berdiri disampingnya.

__ADS_1


"Ih kamu tuh ya ngagetin terus main dateng aja."


"Lah kan kamu mikirin aku, jadi aku Dateng dong."


"Kalo aku lagi di WC lagi asik ngeden terus kamu muncul tiba-tiba gimana?"


"Masa iya kamu lagi buang hajat mikirin aku, masa mau nyamain aku sama kotoran kamu."


"Ya iya juga sih ngapain juga aku ngeden mikirin kamu, terus kalo pas aku mandi gimana kan malu kalo kamu tiba-tiba dateng." Dita menggerutu kesal.


"Masalahnya nih ya, ngapain juga kamu mandi mikirin aku, hayo mesum yak?"


goda Anan.


"HAH...??!! sembarangan enak aja, ngapain juga aku mikirin kamu pas mandi."


"Kali mau aku bantuin, hihihi."


"Bantuin apaan ih, gak jelas.., pede..., kocak...!!"


"Bantuin gosokin punggung kamu lah ngeres otaknya."


"Idih situ yang ngeres, bisa bisanya mikir mau gosokin punggung aku, sah aja belum."


"Emang mau di nikahin hantu..?"


"Iya yak nanti aku disangka gila lagi ckckck."


Dita langsung terdiam melihat raut wajah Anan yang telihat kecewa.


Aduh salah ngomong nih aku.


Padahal hati Dita juga kecewa dengan ucapannya barusan, bagaimana jika ia benar jatuh cinta pada Anan yang hanya seorang hantu, tak mungkin kan ia bawa Anan menghadap penghulu menikahinya.


Langit sore yang cerah itu berubah menjadi mendung menurunkan tetesan air hujan membasahi tempat Anan dan Dita berpijak.


***


To be continued


Happy Reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2