
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Eh iya aku punya sesuatu buat kamu..."
ucap Dita pada Anan sambil menunjukkan dua gelang perak bermata ungu di tangannya.
"Apa itu?" tanya Anan.
"Gelang." sahut Dita.
"Iya aku tahu gelang masa buldoser ada di tangan kamu sih." ucap Anan membuat Dita tertawa cekikikan.
"Ini dari nyai Ratu Kencana Ungu." ucap Dita menyerahkan satu gelang dan memakaikan nya ke pergelangan tangan kiri Anan.
"Ratu Kencana Ungu? siapa nya nyai yang ada di lukisannya punya papi?" tanya Anan lagi penuh ingin tahu sambil merebahkan dirinya dan mengamati gelang tersebut.
"Wah nyai yang di lukisan itu mah cuma pembantu tau, abdi istilahnya dan dia ternyata mengabdi pada seluruh keturunan yang mempunyai nya." ucap Dita ikut merebahkan dirinya juga.
"Mengabdi pada seluruh keturunan yang mempunyai nya? jadi kalau dia punya papi dia juga akan mengabdi pada ku gitu dan anakku kelak?" tanya Anan dengan raut wajah sangat serius.
"Gak bisa gak bisa, aku gak mau dia mengabdi jadi istri kamu dan anak-anak ku nanti, cukup papi kamu aja yang punya istri macam dia, nanti aku tanya nyai gimana caranya melepas perjanjian nya." ucap Dita
"Bagaimana caranya Ta?" tanya Anan lagi lalu membawa kepala Dita berbaring di dadanya.
"Ya nanti kalau papi kamu udah gak ada baru ada perjanjian baru yang bisa memutuskan hubungan atau malah lanjut, masalahnya kalau memutuskan hubungan syaratnya suka sangat sulit kata nyai." Dita mencium aroma tubuh yang aneh dari Anan dan tiba-tiba menjauh.
"Kenapa Ta?" tanya Anan sangat heran dengan kelakuan istrinya itu.
"Gak tau ih kok kamu tiba-tiba bikin aku eneg sih jadi males deket gini bawaanya." sahut Dita.
"Mentang-mentang aku baru sampai terus belum bersih-bersih, tapi aku tadi pakai deodoran kok sama parfum kayak biasa." ucap Anan sambil mencium ketiaknya sendiri.
"Gak mau pokoknya mandi dulu sana." sahut Dita
"Eh kamu belum cerita ketemu nyai Ratu Kencana Ungu dimana?" Anan membuka kemejanya kini.
"Di Gua Ungu, tadi aku sama Tasya ke tempat wisata Gua Ungu eh tau-tau aku masuk ke alamnya dan ngobrol-ngobrol sama dia Nan seru deh." ucap Dita malah memperhatikan Anan yang membuka celana panjangnya kali ini.
"Itu mau ngapain sampai polosan gitu?" tanya Dita menunjuk Anan yang sudah tanpa sehelai benang sedikit pun.
__ADS_1
"Mau mandi lah, tadi kan katanya aku bau, emang nya kenapa? atau malah kamu mau mandi bareng nih sama aku hayo?"
ucap Anan menggoda Dita dengan membopongnya ke kamar mandi pada pukul tiga sore kala itu.
***
Jam dinding di kamar hotel yang Dita dan Anan tempati menunjukkan pukul tujuh malam.
"Sayang laper nih ke restoran yuk." ajak Anan pada Dita yang sedang bercermin merapikan rambutnya.
"Hayu aku juga lapar, ajak yang lain ya aku telepon dulu." sahut Dita menaruh sisirnya.
"Jangan lah kita aja makan berdua biar romantis gitu." ucap Anan melingkarkan lengannya di leher Dita sambil mencium kepala Dita.
"Ya udah deh, biar mereka cari makanan sendiri ya." ucap Dita.
Lalu keduanya berjalan menuju pintu depan kamar hotel itu dan betapa terkejutnya saat membuka pintu tersebut Tante Dewi, om Kevin, Doni dan Tasya sudah berdiri hampir mengetuk pintu kamar Dita dan Anan.
"Jiaaahh udah pada ngumpul aja di depan pintu." Anan menepuk jidatnya.
"Hehehehe hai keponakan Tante yang ganteng, kita mau ajak makan malam bareng nih." ucap Tante Dewi.
"Hmmm bilang aja mau pada dapat akomodasi dan jatah makan." ucap Anan.
"Betul sekali pak bos hehehe." sahut Doni.
"Udah gak apa-apa, setiap waktu sama kamu itu adalah hal romantis buat aku." ucap Dita memeluk pinggang Anan.
"Aaahhhh meleleh saya denger nya Ta." Tasya memukul-mukul bahu Doni dengan gemasnya.
"Haduh kapan ya Dewi ngomong kayak gitu ke saya?" om Kevin menoleh ke Tante Dewi.
"Idih ngarep, udah untung gak saya tolak." sahut Tante Dewi.
"Oke lah kalau gitu saya yang ngomong aja ya, ayo Dewi kita makan malam romantis berdua." ajak om Kevin.
"Gak mau ah, maunya bareng-bareng tau sendiri kan pulau ini serem-serem gimana gitu." Tante Dewi bergidik ngeri.
"Ya udah mau makan kemana ini? apa mau ke kedai yang tadi Dita datangi berdua Tasya?" tanya Dita.
"Kedai apa Ta?" tanya Anan.
"Kedai makanan lah, ada ayam bakar, ayam goreng, nasi goreng, otak-otak, kentang goreng, segala jus buah, es jeruk, es campur juga ada." ucap Dita.
"Nah tuh semua yang Dita sebutin tadi dia makan semua tuh." Tasya menunjuk Dita yang meringis tertawa.
"Ya udah kesitu aja yuk." ajak Tante Dewi.
"Okay let's go!" ucap Anan.
__ADS_1
***
Sesampainya mereka di kedai milik keluarga Gita Tasya melihat mobil pick up milik mas Iwan yang tadi mengantarnya.
"Ini semuanya sudah saya taro di dapur sama gudang ya." ucap Iwan pada Gita.
"Mas Iwan gak makan dulu?" tanya Gita.
"Enggak usah makasih, salam buat bapak ya." ucap mas Iwan lalu pamit. Iwan menoleh ke Dita dan Tasya.
"Lho neng yang tadi ya?" tanyanya pada Tasya.
"Hai mas ketemu lagi." ucap Tasya
"Kalian kenal?" ucap Anan penuh selidik
"Iya kenal, tadi kita nebeng sama mas Iwan ke hotel." sahut Dita.
"Kenalin pak, saya Anan suaminya Dita." ucap Anan mengulurkan tangannya.
"Oh neng Dita sudah bersuami ya, saya Iwan pak." sahutnya sambil menjabat tangan Anan.
"Kalau neng Tasya udah bersuami belum?" tanya mas Iwan.
"Saya belum menikah mas." sahut Tasya.
"Alhamdulillah kalau gitu ya hehehe." sahut Iwan tersipu malu.
"Maaf nih pak, tapi Tasya calon pacar saya." Doni merangkul bahu Tasya dengan penuh percaya diri.
Tasya mencoba menepis rangkulan tangan Doni.
"Baru calon pacar, kirain calon suami, oke kalau gitu saya permisi dulu ya." sahut mas Iwan lalu pamit menaiki mobilnya.
"Yeee di bilanginnya, enak aja tuh orang mau deketin Tasya." ucap Doni membuat Tasya menoleh tajam padanya.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you
__ADS_1