Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Pindah


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


Anta menarik tangan Dita, "Ayo bunda cepetan..." rengek Anta.


"Iya iya bunda ribet nih kalau jalan pakai sepatu hak tinggi," ucap Dita.


Begitu sampai di toilet Dita melihat Anan yang sedang berkelahi dengan dua penjaga Tuan Ming yang berbadan besar itu. Dita segera memanggil Pak Herdi karena dialah bantuan tercepat yang bisa ia harapkan.


"Pak Herdi tolong bantuin Anan," pinta Dita.


"Lagian ngapain sih dia pakai berantem segala," sahut Pak Herdi lalu menghampiri Anan.


"Anta kamu cari om Andri di dalam ya, om Doni sama opa Kevin juga, cepetan!"


"Iya bunda," ucap Anta lalu gadis kecil itu segera berlari ke dalam restoran.


Dita melepas sepatunya lalu menimpuk satu penjaga itu dengan sepatunya dan haknya menancap di kepala si penjaga.


"Aduh..."


Pak Herdi menindih penjaga tersebut, lalu melompat-lompat di atas punggung si penjaga itu berkali-kali. Anan juga berhasil menumbangkan penjaga satunya. Tau dua penjaganya kalah dari Anan, Tuan Ming bergegas menghindari Anan menuju ke arah parkiran. Dita yang terlanjur kesal menimpuk tuan Ming dengan sepatunya satu lagi tepat ke arah kepalanya.


"Aduh... kurang ajar kamu ya, awas kalian...!" ancam Tuan Ming sambil menunjuk ke arah Anan dan mengusap kepalanya yang mulai benjol.


"Kamu gak apa-apa yanda?" tanya Dita dengan paniknya.


"Aku gak apa-apa, oh iya makasih ya pak Herdi," ucap Anan menoleh pada Pak Herdi.


"Jangan ge er kamu, saya ngelakuin ini demi Dita dan Anta, kamu ngapain lagian berantem kayak gitu?" tanya Pak Herdi dengan ketusnya.


"Tadi itu gue di serang duluan sama mereka," sahut Anan.


"Anan... elo gak apa-apa?" tanya Andri panik yang berlari bersama Doni dan Om Kevin, sementara Anta di gendong oleh Tasya, tante Dewi serta ibunya Andri menyusul di belakangnya dengan wajah panik semua.


"Tadi Tuan Ming mukulin gue," sahut Anan.


"Tuan Ming itu siapa?" tanya Dita.


"Ayahnya Hyena," sahut Andri.


"Dia marah karena aku sudah menikah dan punya anak, dan aku yakin Tuan Ming gak akan tinggal diam, dia pasti akan bertindak lagi," ucap Anan.


"Bukan cuma tuan Ming cong, tapi anaknya juga si Hyena, dia itu keras, kalau apa yang dia mau gak bisa dia dapet, orang lain pun juga gak bisa dapat," ucap Andri.


"Tuan Ming?" pemilik pabrik mie instan terbesar di kota ini kan?" tanya Tante Dewi.


Andri dan Anan mengangguk bersamaan.


"Nah beberapa hari lalu ada dua puluh orang yang keracunan mie terbaru buatan pabriknya, mereka di bawa ke rumah sakit tempat aku kerja, tapi sayangnya mereka semua tutup mulut dan gak berani tunjukin kejadian itu di media," ucap Tante Dewi.


"Tante ada rekamannya atau bukti gitu?" tanya Anan.


"Nanti tante cari rekaman cctv, kalau bukti hasil uji lab tante ada berikut produk mie nya," ucap Tante Dewi memberi penjelasan.


"Ini bisa jadi kartu as buat kita cong," Andri menepuk bahu Anan.


"Bener banget," sahut Anan.

__ADS_1


"Makasih ya tante informasi anda berguna sekali, cantik memang," ucap Andri memegang kedua bahu tante Dewi.


"Heh bisa gak itu tangan pindah, kamu mau saya patahin tangannya?" ucap om Kevin yang berada di tubuh Doni melepas paksa kedua tangan Andri dari bahu tante Dewi.


"Hei anak kecil, siapa lo marah-marah gak jelas, suaminya aja itu anteng gak nyolot kayak elo!" ucap Andri marah.


"Justru saya suaminya!"


"Ih gak waras, om ini anak kesambet ya?" Andri menoleh pada tubuh Om Kevin yang di pakai Doni.


"Udah sih tenang jangan ribut, mending kita balik ke apartemen buat sewa dan tinggal di sana," ucap Dita mencoba melerai.


"Ibu dan Andri pulang aja, nanti saya kabari lagi keadaan saya," ucap Anan memeluk ibunya Andri.


"Nanti luka kamu di obati ya, kamu yang bahagia sama Dita sama Anta," ucapnya.


"Pasti bu," sahut Anan.


***


Dita dan rombongannya sampai di apartemen keluarga yang mempunyai dua puluh lantai. Di apartemen ini di tawarkan juga tipe hunian studio sampai satu atau dua kamar bahkan tiga kamar untuk yang mempunyai keluarga lebih besar.


Hunian tante Dewi sendiri bertipe hunian yang memiliki dua kamar sama dengan apartemen yang nanti akan Dita tempati bersama Anan, Anta dan Tasya. Akhirnya Doni juga tinggal bersama dengan Tante Dewi dan Om Kevin sampai mereka bisa kembali bertukar seperti semula.


"Depan sini cocok nih buka stand tinggal ijin atau sewa tempat sama pemilik, gimana bunda?" tanya Anan.


"Boleh juga, kita pindah kedai di sini," sahut Dita merangkul pinggang Anan.


"Ih ribet banget sih, tuh kan ada mall baru tuh di seberang sana siap di buka bulan besok, nah mending kalian buka rumah makan aja di situ," tunjuk tante Dewi.


"Wah cakep tuh idenya, tapi nanti biayanya gimana tante?" tanya Anan.


"Harta kamu masih sama aku tau, hehehe hasil penjualan rumah kamu yang besar itu masih sama aku, masih ada uangnya masih cukup," ucap Dita.


"Iya uang kamu, jadi kamu gak usah gengsi, besok kita ke mall sana siapa tahu masih ada yang kosong, terus kita rancang sesuai keinginan kita temanya?" ucap Dita melirik ke Anan.


"Besok kan kita mau pergi ke kuil, tante udah pesen mobil lho," sahut Tante Dewi.


"Ya mampir saja dulu bentar tante buat pesen dulu gitu untuk sewa nanti," sahut Dita.


"Hoaaammm Anta ngantuk nih, mau tidur kenyang," ucap Anta.


"Ya udah Ayo ke dalam dulu," ajak tante Dewi.


"Ta, saya mau ke toko baju boleh? kan baju kita hangus terbakar?" tanya Tasya.


"Oh iya aku sampai lupa kita mau ganti baju gimana nantinya, belum daleman juga, nih aku bawain kartu aku, kamu beli untuk keperluan kamu, aku, Anta sama Anan ya," ucap Dita.


"Ukuran pak Bos mana saya tahu Ta."


"Kira-kira aja kalau underwear ukuran XL deh kalau L nanti ketat hehehe, terus beli sabun untuk semuanya, sampo juga, sabun cuci baju sama piring, ya pinter-pinter kamu lah, tapi kalau perabotan udah ada ya gak usah beli," ucap Dita.


"Aku antar ya?" sahut Doni.


"Doni..." Tante Dewi menjewer Doni.


"Awwww sakit tante..."


"Kamu lupa ya lagi ada di tubuh siapa itu hayo?"


"Kasian Tasya sendirian," ucap Doni.

__ADS_1


"Ya udah biarin aja, aku ikut anter juga deh, kamu temenin Dita aja ketemu bagian pemasaran," ucap Om Kevin.


"Bener nih mas?"


"Iya, sana kamu masuk!"


Berhubung Tasya juga takut sendiri, akhirnya ia menerima tawaran Doni dan Om Kevin mengantarnya membeli pakaian dan perlengkapan lainnya.


"Lumayan ada yang bantu bawain," gumam Tasya.


***


Setelah berhasil membayar penuh uang sewa selama satu tahun, Dita di antar oleh ajudan pemilik apartemen ke lantai sebelas.


"Perasaan aku gak enak nih bun?" bisik Anan sambil menggendong Anta yang sudah terlelap di gendongan Anan.


"Iya aku tahu, banyak hantu kan yang tadi kita lihat?" tanya Dita.


"Bukan itu, ada perasaan lain yang kayaknya aku lupa tapi bakalan gak enak nih kalau aku sampai inget," ucap Anan.


"Pada ngomongin apa sih?" tanya Tante Dewi.


"Tau nih Anan, gak jelas!" ucap Dita.


"Ih beneran, duh apa ya ayo dong inget," ucap Anan pada dirinya sendiri.


Pintu lift terbuka di lantai sebelas.


"Mari silahkan, ikuti saya!" ucap Mbak Fei bagian pemasaran Family Apartement .


"Eh iya aku baru inget, kalau gak salah kamu kenal kan dengan bagian pemasaran Family Mall di seberang sana?" tanya Tante Dewi pada Fei wanita berkaca mata tebal itu.


"Iya kenal, kebetulan Ron pacar saya," jawabnya.


"Oh pacarnya, kebetulan dong, masih ada toko yang kosong gak yang bisa buat restoran kecil gitu lah untuk keluarga ini?"


"Masih ada sepertinya, nanti saya kirimkan spesifikasi dan daftar harganya melalui whatsapp," ucap Fei.


"Bisa sewa kan?"


"Tentu saja bisa, nanti saya kirim ke nomor ibu Dewi atau ibu Dita?" tanya Fei.


"Ke saya aja mbak!" sahut Dita.


"Baiklah nanti akan saya kirimkan, nah silahkan masuk, mari saya antar ke dalam!" ucap Fei.


"Tante Dita...." seorang anak laki-laki yang suaranya Dita kenal menegurnya dari ujung koridor.


"Tuh kan baru inget, ini nih yang bikin perasaan aku bakalan gak enak tadi ya ini..." ucap Anan dengan raut wajah berubah kesal dan mendengus.


*****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)

__ADS_1


-          Gue Bukan Player


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2