Pocong Tampan

Pocong Tampan
Di Rumah Iwan (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Maafin mas ya Nia, mas yang salah mas gak bisa jagain kamu dan anak mas, harusnya dari bulan lalu mas minta libur tapi kapal mas masih berlayar, maafin mas ya Nia." Iwan memeluk Nia.


Keharuan makin tercipta kala itu membuat semua yang melihat ikut meneteskan air mata.


"Mas janji mas akan kejar dan habisi kuyang itu buat kamu." ucap Iwan sambil mengusap air mata di pipi Nia.


"Kalau Nia pergi mas udah ikhlas kan?" tanya Nia.


"Iya mas ikhlas, kamu yang tenang disana sama dedek bayi ya." ucap Iwan.


"Nia gak tau anak kita kemana mas, masa iya dia dimakan kuyang huhuhu hiks hiks." Nia memeluk erat suaminya itu.


"Emang kalau anaknya dimakan kuyang, rohnya gak ada gitu Ta?" bisik Tasya.


"Mana aku tahu, kan aku gak sekolah jurusan sebangsa jin atau setan, sama malaikat juga aku gak kenal." sahut Dita sambil berbisik.


"Ih Dita mah ditanya serius juga malah bercanda." Tasya menepuk bahu Dita.


"Yee aku serius Sya, makanya aku bilang gak tau menahu." bisik Dita.


"Nia mas boleh minta ijin kamu gak?" tanya Iwan.


"Ijin apa mas?" Nia balik bertanya sambil mengusap air matanya.


"Mas boleh nikah lagi kan?" tanya Iwan.


"Ummmm... gimana ya? Nia kasian juga sih sama mas nanti gak ada yang urus, ya udah ni ijinin nikah lagi, emang udah ada calonnya?" tanya Nia.


"Belum ada sih, tapi siapa tahu nanti mas punya calon, yang penting mas lega dapet ijin dari kamu." Iwan menoleh ke arah Tasya.


"Nia pamit ya mas, dan bapak Nia juga pamit ya tolong jaga mas Iwan." pinta Nia lalu melompat ke arah bapak mertuanya itu dan mencium punggung tangannya.


"Iya Nia pasti, saya dan Arya akan menjaga mas Iwan mu ini." sahut si kakek.

__ADS_1


Nia lalu menoleh pada Dita dan Pak Herdi.


"Makasih ya, kalian udah bantu saya, udah buat saya tenang gak jadi pocong penasaran lagi kaya Abang Herdi." ucap Nia sambil tersenyum memandang Dita dan Pak Herdi bergantian.


"Cie Abang..." sahut Anan meledek pak Herdi dengan menepuk punggungnya sambil tertawa.


"Anan." Dita menoleh pada Anan yang langsung tertunduk tak berani menatap dan menghentikan tawanya segera.


"Abang nanti kalau ternyata Abang lebih dulu sampe daripada mas Iwan jangan lupa cari Nia ya bang." ucap Nia pada pak Herdi.


"HAH? hehehe saya gak janji ya, soalnya ada Tania istri saya yang juga nunggu disana." sahut pak Herdi.


"Tania? cantik ya bang?" tanya Nia.


Pak Herdi hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ya udah deh saya nungguin mas Iwan aja apa nungguin Doni hehehee." ucap Nia.


"Astaga laki bini sama ganjen nya." gumam Tasya sambil berbisik ke Dita.


"Sampaikan salam saya buat Doni ya Ta." pinta Nia ke Dita.


"Iya nanti saya sampaikan." sahut Dita.


Lalu tak lama kemudian pocong Nia pergi dari hadapan semua menuju pintu cahayanya kembali tenang ke alam asalnya.


"Iya kek, tapi bukan cuma saya, ini sahabat saya dan suami saya juga bisa." sahut Dita.


"Kalau begitu maukah kamu menenangkan cucu kakek? namanya Arya semenjak bapak dan ibunya meninggal dua tahun lalu dia jadi sering melihat hantu dan ketakutan." ucap si kakek.


Dita mengikuti kakek menuju kamar Arya begitu pula dengan Anan dan Tasya yang selalu dipandang oleh Iwan.


"Halo adik ganteng, namanya siapa?" tanya Dita yang mencoba membuka selimut yang menutupi Arya.


"Kakak siapa?" tanya Arya dengan nada sedikit ketakutan.


"Nama kakak Dita, ini kak Tasya, yang itu kak Anan." ucap Dita.


"I...i...itu siapa... po...po... pocong." ucap Arya kembali menutupi dirinya dengan selimut.


"Oh itu baik kok" Dita menoleh ke pak Herdi yang rupanya ikut masuk ke dalam kamar Arya.


"Gak, gak ada hantu yang baik, semuanya jahat nakutin." sahut Arya dari balik selimutnya.


"Ada kok yang baik itu dia contohnya, dia itu penjaga nya kakak, dia selalu bantuin kakak kalau kakak dalam kesulitan." sahut Dita sambil mencoba menarik selimut Arya lagi.

__ADS_1


"Kok bisa kak?" Arya perlahan membuka selimutnya.


"Iya bisa dong, waktu awal-awal kakak emang takut, takut banget lihat hantu kuntilanak sama anak kecil yang pertama kali kakak lihat, terus kakak ketemu pocong tampan banget sampai kakak bingung ini setan apa malaikat kok wajahnya cakep banget hehehe." ujar Dita menoleh ke Anan yang tersipu malu.


"Pocong tampan kak, maksudnya om itu?" ucap Arya menunjuk Pak Herdi.


"Iya, eh bukan deng bukan Om itu ada lagi pokoknya cakep deh." ucap Dita.


"Lebih cakep dari yang ini." sahut Anan menunjuk pak Herdi yang menoleh dengan tatapan tajam pada Anan.


"Jadi ada hantu baik juga kak?" tanya Arya lagi.


"Ada dong, tapi ya gak semua baik sih, banyak juga yang jahat hanya saja kamu harus lebih berani menghadapi nya kalau kamu berani dan selalu mengingat Tuhan ya para hantu juga bakalan takut sama keberanian kamu kok, percaya deh sama kakak." ujar Dita sambil menepuk-nepuk tangan Arya


"Aku harus lebih berani ya kak kalau gitu." ucap Arya.


"Harus dong." sahut Dita.


"Ta, udah jam sepuluh, ayo kita balik ke hotel." ucap Anan.


"Oh iya udah malem, kakak balik dulu ya, pokoknya kamu harus berani jangan jadi anak yang lemah okay." ujar Dita menepuk bahu anak itu.


"Iya kak siap, makasih ya kak." sahut Arya.


Dita berdiri dari kasur Arya lalu melangkah keluar bersama Anan dan Tasya serta mas Iwan dan kakeknya meninggalkan Arya agar tertidur.


"Dah... om pergi dulu ya." ucap pak Herdi melambaikan tangannya pada Arya lalu melompat keluar dari kamar Arya.


Arya menutup tubuhnya dengan selimut kembali, ternyata masih ada ketakutan yang dia rasakan saat itu.


"Maaf ya saya gak bisa antar kalian, saya takut kalau ketemu kuyang di jalan." ucap Iwan sambil menatap Tasya.


"Gak apa kok kita pesen taxi aja ya Nan." ucap Dita menoleh ke Anan yang langsung mengeluarkan ponsel pintarnya untuk memesan taxi online saat itu juga.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.

__ADS_1


Vie Love you


__ADS_2