Pocong Tampan

Pocong Tampan
Hadiah dari Shinta


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


Dita membuka paper bag bermotif batik pemberian dari Shinta tadi di ruangan Tante Dewi.


"Wow kain songket Nan, cantik banget ini kainnya." ucap Dita.


"Iya bagus, oh ya aku tinggal dulu ya aku mau rapat sama bagian keuangan tadi di wa disuruh Tante Dewi kesana." ucap Anan.


"Oke, nanti kalau aku gak ada disini berarti aku di ruangan mamanya Andi ya." ucap Dita yang dibalas anggukan oleh Anan.


Anan membuka pintu ruangan Tante Dewi namun ia berbalik lagi ke arah Dita.


Cup... "I love you Ta." ucap Anan sesudah memberi ciuman di pipi Dita lalu pergi keluar ruangan.


"Aaaaaa so sweet banget sih Anan makin cinta ini mah makin makin makin cinta..." Dita merebahkan dirinya ke lantai saking senangnya.


"Kak itu kakak Dita sehat kan ya?" bisik Andi menarik ujung kaus Tasya.


"Sehat Ndi sehat banget malah itu." sahut Tasya menahan tawanya.


****


"Kak aku mohon kakak harus ikhlas sama pilihan pak bos, kenapa sih masih aja niat mau dapatin pak bos." Doni mencoba memberi saran pada Shinta di ruang kerja Shinta.


"Eh kamu tuh adik aku apa adik nya Dita sih?"


"Adik kakak lah." sahut Doni.


"Kalau kamu adik aku harusnya kamu belain aku bukan Dita." Shinta melotot pada Doni.


"Tapi kalau kakak nekat menjadi pelakor apa kata ayah sama ibu nanti kak."


"Mereka gak perlu tahu lah, mereka pasti seneng kok kalau anaknya bahagia." sahut Shinta masih keras kepala.


"Kenapa kakak gak milih aja tuh ada Johan sama Joni." tunjuk Doni pada dua sosok pria yang masih menunggu Shinta di depan pintu.


"Idih ogah gak level, mereka gak ganteng gak tajir juga. "

__ADS_1


"Tapi kak..."


"Udah sana kalau kamu masih mau ceramahin kakak kamu bakal kakak bikin gepeng kayak mayat ini mau?"


Doni melihat hantu penampakan mayat yang sedang Shinta autopsi sedari tadi sebenarnya tapi dia takut jadi dia pura-pura mengacuhkannya.


"Makasih kak, udah kebayang kasian banget itu mau jalan aja miring-miring badannya saking gepengnya kira-kira dia meninggal kenapa kak?" tanya Doni.


"Tadi sih laporannya dia kegencet pintu lift barang di pabriknya Don, eh bentar aku kau ambil alkohol jagain dulu ya." Shinta pergi dari ruangan mayat itu meninggalkan Doni.


"Kak... aduh jangan di tinggal dong kak." kaki Doni gemetar tak terkendali apalagi saat ia melihat penampakan hantu gepeng tadi sudah menatap ke arahnya dengan bola mata yang hampir jatuh.


"Jangan di liatin dong bang, sa...sa...saya kan gak ganggu, itu antara mau copot apa melotot ya, aduh mana gak ada kak Dita lagi." gumam Doni menahan rasa takutnya.


Lutut Doni terasa lemas ia kini berlutut di lantai sambil menunduk tak mau melihat penampakan hantu tadi.


"Ini kaki siapa lagi di depan ku sekarang kalau hantu tadi kan gak pake sepatu ini hantu kekinian kali ya pakai sepatu." Doni menyentuh sepatu yang ada di hadapannya itu.


"Ciluk ba....!" ucap satpam mengejutkan Doni.


"Astagfirullah si bapak kirain siapa." Doni menepuk sepatu satpam itu karena terkejut.


"Lagian mas nya ngapain duduk disitu lagi nyembah mayat ya hehehe." ucap si pak Satpam yang bertuliskan nama Bejo di nametag nya.


"Ah pak Bejo ngagetin aja, saya takut pak di tinggal kakak saya suruh jagain mayat ini hiy serem."


"Don, maaf ya lama stok alkohol habis jadi kakak ke bagian inventori pengadaan barang dulu deh minta stok."


"Tau ih lama, untung aja ada pak satpam ini." ucap Doni.


"Satpam? satpam yang mana?" tanya Shinta yang tidak melihat satpam siapapun di belakang Doni.


"Tadi disini kak, lah tuh satpam kemana ya, namanya pak Bejo kok." sahut Doni yang bingung dengan keberadaan pak satpam tadi yang tiba-tiba menghilang.


"Gak ada satpam Don, di luar juga kakak gak ketemu yang ada Joni sama Johan tuh masih ngikutin kakak." tunjuk Shinta.


"Tadi ada kak."


"Eh bentar namanya Bejo, kamu yakin?" tanya Shinta lagi.


"Iya namanya Bejo."


"Lah pak Bejo kan sudah meninggal seminggu yang lalu Don, gara-gara TBC."


"APA? astagfirullahaladzim Doni keluar ah gak sanggup disini." Doni buru-buru keluar dari kamar mayat meninggalkan Shinta segera.


"Heran gue sih orang gue yang kerja sama mayat bertahun-tahun aja gak pernah ketemu penampakan lah adek gue malah ngaku ketemu, hahhaha." gumam Shinta.

__ADS_1


***


Doni duduk di meja kerjanya, lalu mengambil air di galon sebrang meja kerjanya mengisinya dalam satu botol. Doni meminum habis air mineral satu botol yang baru dia isi ulang.


"Woi...!" Dita menepuk bahu Doni.


"Bbbuuuuaaahhh." semburan maut tepat ke arah wajah Tasya.


"Ih rese ih baru ketemu udah dikasih hujan jigong." pekik Tasya menampar pipi Doni seketika saking kesalnya.


"Maafin Nit, eh Tasya maafin ya." Doni menarik ujung kausnya untuk menyeka wajah Tasya yang basah.


"Ih gak usah di elap pakai kaos juga ih asem tau." Tasya menggerutu.


Dita malah tertawa puas bersama Andi melihat kejadian di hadapannya.


"Maaf banget, lagian kak Dita ngagetin aja, untung gak punya penyakit jantung, kalau ada jantung tuh aku dari tadi udah berapa kali serangan jantung ini." Doni menepuk jidatnya sendiri.


"Lah emang kan kamu punya jantung kalau gak punya ya mati dong." Dita meledek Doni sambil tertawa-tawa lagi.


"Penyakit jantung kak maksudnya, hadeh di kamar mayat aku tuh udah ketemu dua hantu tau." ucap Doni mengelus dadanya.


"Lagian ngapain kamu ke kamar mayat?" tanya Tasya.


"Aku ada perlu sama kak Shinta eh malah disana ketemu hantu gepeng sama hantu satpam." Doni menjelaskan.


"Bener cuma dua hantu?" tanya Dita.


"Iya kak cuma dua hantu, emang kenapa kak ada hantu lagi ya?" tanya Doni memeluk diri sendiri masih ketakutan.


"Kamu ketemu tiga hantu Don berarti." ucap Dita.


"Aku gak ngerti deh, maksudnya tiga hantu kak?"


"Iya hantu ketiganya ya kakak kamu hahahhaa." ucap Dita santai sambil tertawa memegang perutnya geli sendiri.


"Ih si kakak mah gak jelas." sahut Doni.


****


To be continued...


Happy Reading...


Makasih yang sudah sempetin vote novel ini... simpan poin kamu buat vote yak karena pemenang GA bakal Vie tentuin dari yang nge vote Pocong Tampan ini...


Jaga kesehatan semuanya...

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa 😘😘


__ADS_2