
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
"Selamat datang di rumah ku," ucap Mark setelah mengantar Anan dan keluarganya sampai di sebuah rumah bergaya menditerania di Blackberry Street.
"Kamu tinggal sama siapa aja di sini?" tanya Anan.
"Aku tinggal sama Granny Rose, tapi dia agak sedikit kurang dengar ya, jadi harus berteriak kalau ngobrol sama dia," ucap Mark.
"Lho nanti kalau ada om Kevin sama Tante Dewi mereka tinggal di mana?" tanya Dita.
"Di sini juga, kan di atas ada tiga kamar, di bawah ada dua kamar, nah kamarku di loteng, lebih privasi," ucap Mark.
"Nenek kamu mana?" tanya Dita.
"Hmmm bentar, biasanya sih sama suster Agata di teras belakang deket kolam renang kalau jam segini," ucap Mark.
"Ada kolam renangnya om asik... Anta mau main ah ke sana," ucap Anta berlari ke teras belakang.
"Anta..." Dita ikut mengikuti menyusul Anta berlari.
Tasya juga ikut menyusul Dita dan Anta di belakangnya.
"Pak Anan mau di kamar yang mana?" tanya Mark.
"Dibilang jangan panggil gue pak, panggil aja Anan, gue ke atas deh," ucap Anan menaiki tangga rumah tersebut di ikuti oleh Mark di belakangnya.
Anta bersiap menceburkan diri ke dalam kolam, tapi buru-buru ditahan oleh Bundanya.
"Dalam Anta, kamu tuh harusnya berenang di sebelah situ yang gak dalam," ucap Dita.
"Who are you?" (siapa kamu?)
tanya seorang nenek dengan suara lirih menghampiri Dita dengan kursi rodanya.
"Hai Granny Rose, aku Dita," sahut Dita.
"What...?!" pekik nenek Rose tersebut.
dengan kencangnya.
"Yerrrriiiii... come here...!" Nenek Rose meneriaki seseorang yang berada di halaman belakang.
"Yes Granny, yerry coming..." sahut seorang pria berparas dan mengenakan baju seperti suster wanita menghampiri nenek Rose.
"Jerry...?" tanya Dita.
"Mbak Dita, is that you? Aaaaaaa...!!!" pekik Jerry berteriak kegirangan sambil memeluk Dita.
"Jerry...!!!" Tasya berteriak menghampiri Jerry dan ikut berjingkrak-jingkrak memeluk Jerry.
"Do you know them Yerry?" (Kamu tahu mereka?"
tanya nenek Rose.
__ADS_1
"Yes I do, udah deh Granny pake bahasa aja," ucapnya.
"Hah, what...?!"
"PAKE BAHASA AJA...!!!" teriak Jerry di telinga wanita tua itu.
"Ih bikin sewot tau, dosa gak ya saya gerak-gerak orang tua terus ihhhh... sebel aku..." gumam Jerry.
"Oh... gitu, siapa mereka?" tanya nenek.
"Saya keponakan om Kevin, nek," sahut Dita.
"What? Apa?!" Nenek itu ingin Dita mengulangi.
"Hmmm maafin aku ya Allah kalau sampe teriak di telinga orang tua," Dita menghela nafas berat.
"SAYA KEPONAKAN ISTRINYA OM KEVIN...!!!" Ucap Dita dengan nada suara lebih kencang.
"Oh iya, Mark sudah cerita tentang kalian, saya baru ingat, maaf ya," ucap nenek Rose sambil tertawa.
"Ih nenek gak ada giginya, hihihi... makanya nek jangan makan permen sama coklat kebanyakan kata bunda nanti giginya sakit terus habis," celetuk Anta.
Karena nenek Rose tak bisa mendengar dengan jelas dia hanya tersenyum menanggapi Anta.
"Eh Jerry, eh salah Yerry, sejak kapan kamu di sini?" tanya Tasya.
"Dari kemarin, aku gantiin bibi aku namanya Agata, dia lagi liburan ke maldive sama suami barunya, terus aku disuruh jagain nenek ini selama dia pergi," ucap Jerry.
"Oh gitu, kamu tinggal di sini juga dong?" tanya Tasya.
"Iya dong, tuh di rumah kecil belakang situ dekat taman," Jerry menunjuk rumah samping kolam renang di hadapan Tasya.
"Boleh, boleh banget, oh iya hampir aja aku lupa, ada titipan dari Maria, berhubung alamat ke rumah kamu gak sampai jadi paketnya di kirim ke aku, sengaja belum aku buka, paket punya ku juga, biar suatu saat aku ketemu kamu, kita buka barengan, yuk ikut!"
"Ry...ini Nenek Rose kok ditinggal?" ucap Dita.
"Oh iya sampai lupa, repot deh kalau nih nenek masuk ke kolam duh..." Jerry lalu mendorong nenek Rose menuju rumah kecil di samping kolam renang.
Sebuah kotak kecil berwarna merah muda di serahkan oleh Jerry kepada Tasya. Kado yang ia wasiatkan kala memasuki mimpi ayahnya. Sebuah cek berjumlah sepuluh ribu dolar, dan kalung emas dengan liontin biola terdapat di dalamnya.
"Astaga gusti... ini bagus banget, terus cek ini aduh bisa buat modal aku operasi plastik di sini ini mah yuhuuuu," Jerry kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak memeluk Nenek Rose yang ikut tersenyum melihat Jerry bahagia.
"Sya kamu kenapa?" tanya Dita.
"Aku gemetar ini pegang cek sebesar ini, sama perhiasannya pasti mahal juga," Tasya terduduk lemas di hadapan Dita.
"Ya mahal Sya, tuh ada sertifikat nya dan harga kalung sama liontin ini sejumlah lima ribu dollar, wow wow wow!" sahut Jerry.
"Selamat Sya, itu tabungan kamu, jadi pergunakan baik-baik, mending kamu kuliah lagi di sini," Dita memberi ide.
"Ah aku belum paham sama bahasa inggrisnya, lagi pula nih otak udah mentok buat mikir," ucap Tasya.
Mark dan Anan datang menghampiri. Mark langsung menunjuk Jerry dengan wajah kesal dari kejauhan.
"Kamu siapa, main masuk aja kesini, hah?" tanya Mark menunjuk Jerry saat mendekat.
"Aku Yerry, aku ditugaskan tante Agata buat jagain nenek kamu, aku udah ijin pak Kevin juga kok, dia aja kaget pas tau aku keponakan Tante Agata," sahut Jerry menatap wajah Mark yang baby face itu.
__ADS_1
"Oh gitu, emangnya suster Agata pergi kemana?" tanya Mark.
"Bulan madu sama suami barunya," sahut Jerry.
"Oh... ya udah kalau gitu kerja yang bener ya, oh iya semuanya saya pamit dulu ya, sama ada tugas ke kampus nih, dah semuanya." Mark melambai ke arah mereka seraya beranjak pergi.
"Oh iya Ry, kamu bukannya jadi saksi persidangan kasus Hyena?" tanya Anan.
"Iya sih, tapi aku takut ih, habisnya Hyena serem, ajudan dia banyak di mana-mana, nanti kalau ketemu aku di jalan terus kepalaku di tebas gimana hiyyy jangan sampe deh amit-amit," sahut Jerry.
"Ah masa sih?"
"Ya kan itu masih negaranya pak, ya berkuasa lah dia," jawab Jerry.
"Ya udah yuk kita ke kamar masing-masing, nah Anta mau tidur sendiri apa ditemenin Tasya?" tanya Anan.
"Aku mau sama Lili aja ah tidurnya," sahut Anta.
"Ih... itu yang buat aku takut, tau-tau si Anta ditemenin sama yang lain-lain hiiiyy..." sahut Tasya mulai takut.
"Lah si nenek pules," Dita menahan tawanya sambil menunjuk si nenek Rose yang sudah tertidur pulas denagn air liur menetes.
"Cepet banget pulasnya dikira kita lagi mendongeng kali ya," gumam Jerry seraya mendorong kursi roda nenek Rose menuju ke dalam rumahnya.
Anta mengeluarkan hantu Lili keluar dari boneka barbie.
"Wah rumahnya bagus banget tau Ta, ih tante Lili seneng banget deh," ucap Lili.
"Tante, om kali..." celetuk Tasya yang membantu Anta merapihkan pakaiannya.
"Ih sembarangan, aku kan cantik ya Ta?" Tanya Lili pada Anta yang hanya di jawab dengan tawa.
"Eh bentar kok kalau aku lihat-lihat dirimu mirip ya sama Jerry," ucap Tasya.
"Jerry siapa tuh? jangan sama-samain deh udah jelas aku itu limited edition, the one and only, yang paling cuantik sejagat perhantuan," ucap Lili dengan bangganya.
"Sya, anterin belanja yuk, aku udah titip nenek Rose sama mbak Dita, toh dia juga lagi tidur," kepala Jerry muncul dari balik pintu.
"Dih kok mirip sih sama aku, jangan-jangan dia titisan aku lagi," gumam Lili menunjuk Jerry.
"Ya kan mirip, apa aku bilang," sahut Tasya.
"Kamu ngomong sama siapa sih?" tanya Jerry.
"Ada deh, kapan-kapan aja ketemunya, entar syok lagi hihihi... Anta main sama Lili ya, tante keluar bentar," ucap Tasya yang dijawab anggukan oleh Anta.
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
__ADS_1
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘