
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Ta tunggu dong." ucap Anan menyusul Dita yang melangkah cepat menuju villa di tepi sungai.
"Lagian ngapain sih ikutin aku."
"Jagain kamu lah."
"Aku udah di jagain kok sama Anita sama an..., kemana tuh si angus yak?" Dita menepuk bahu Anita menanyakan keberadaan Andri.
"Kayanya ngikutin Tante Dewi deh." sahut Anita.
"Tuh harusnya kamu jagain Tante kamu dari Andri."
"Kamu kenapa sih Ta, ngehindar banget dari aku sekarang."
"Sebel aja aku liat kamu gara-gara i... yah orangnya dateng."
Shinta segera berlari melingkarkan tangannya di lengan Anan.
"Gimana kalau kita jalan-jalan ke sungai Pak?" tanyanya.
"Maaf Shinta tolong lepas." Anan mencoba melepas tangan Shinta dari lengannya.
"Kenapa sih Pak, biar mesra gitu jalan-jalan di tepi sungai sambil gandengan."
"Maaf, saya udah punya pacar."
"Pacar..? pacar yang mana pak?"
"Tuh pacar saya."
Anan menunjuk ke arah Dita yang sudah menghilang pergi ke tepi sungai.
"Tuh kamu sih aku ditinggal kan." Anan berlari menyusul Dita.
__ADS_1
"Dih kok gue kalah sih sama Dita, apa cakep nya coba tuh cewek." gerutu Shinta ikut menyusul Anan ke sungai.
***
"Seger banget ya Ta air sungainya." Anita bermain air di batuan dekat sungai.
"Iya seger banget." Dita mencuci mukanya dengan air sungai.
"Aku mau mandi ah Ta."
"Parah ih buka-bukaan di sini nanti kalo diliat orang gimana?"
"Aku kan gak keliatan Ta, kecuali kamu tuh." Anita melepas kaos yang menempel dari tubuhnya.
"Nita aku bisa liat kamu kan!" pekik Anan yang sampai menyusul Dita sambil menutup wajahnya.
"Ah rese ih si Anan pas dateng lagi." Anita buru-buru memakai kaosnya kembali.
"Tau nih ngapain sih ganggu aja, bukannya kamu lagi pacaran sama si Shinta?"
"Pacar aku kan kamu kenapa jadi Shinta sih."
"Awas ah." Dita menciprati Anan dengan air sungai.
"Aku ikutan yak." Anita turun ke sungai bermain bersama Anan dan Dita.
"WOY gue ikutan lah..!" Andri datang tiba-tiba ke tepi sungai langsung lompat ke sungai.
"Ih apa-apaan tuh pada norak banget berdua-duaan di sungai gak malu apa di liat orang." Shinta menggerutu dari kejauhan.
"Eh apaan nih?" ucap Andri melihat sesuatu mengambang di permukaan sungai itu.
"Maaf dek anak ibu kelepasan sakit perut katanya gak tahan." ucap seorang ibu yang sedang mencuci bokong anaknya yang tertawa ke arah Dita dan Anan.
"Hiy.... jorok...!! jijik ....!!" Dita berlari cepat keluar dari sungai.
"Kabur ada emas ngambang...!! mana gue minum lagi air sungainya." sahut Andri ikut keluar dari sungai.
"Parah tu ibu, sungai jernih kaya gini malah buang hajat." sahut Anan yang sudah sampai di tepian sungai.
"Tau ih dasar manusia..!" ucap Anita.
"Ada apa dengan manusia Nit? aku juga manusia." Dita menepuk bahu Anita.
"Maksud aku manusia yang itu." tunjuk Anita.
__ADS_1
"Eh kalian ngerasa gak kaya ada yang ngeliatin kita dari hutan itu?" bisik Dita.
"Masa sih Ta?" Anita langsung menempel pada tubuh Dita.
"Ih ini hantu cemen banget sih."
"Kayanya iya ada yang ngeliatin kita nih." Anan ikut memperhatikan ke dalam hutan.
"Tuh bener barusan aku lihat mata." ucap Anan.
"Coba ya, gue cek, ayo Tong ikut gue." ajak Andri.
"Lah kok gue ikut elo sih Ngus, yang enggak keliatan kan elo bukan gue?"
"Oh iya lupa gue, yaudah tunggu disini ya semuanya."
Andri masuk ke dalam hutan yang di tunjuk Dita. Yang lainnya menunggu Andri dari tepi sungai itu. Sepuluh menit kemudian Andri datang dengan nafas tersengal-sengal.
"Kenapa Ndri?" tanya Dita.
"Elo semua pasti gak percaya sama yang gue liat." jawabnya masih terengah-engah.
"Kamu lihat apa Ndri?" Dita mengguncangkan bahu Andri kali ini.
"Aku lihat kamu Ta." Andri menatap Dita dengan senyum manisnya.
Anan langsung melerai keduanya dan mendorong Andri ke dalam air sungai.
"Sompret si lontong kisut..!!"
"Elo yang sompret dasar tempe angus...!! makan tuh tokai."
Andri tak sengaja menyentuh batangan emas milik anak kecil yang buang hajat tadi.
"Iyuuhhh... tangan gue tangan gue aaarrgghhhh...!!!"
Anan menarik Dita meninggalkan Andri di sungai itu sementara Anita masih memperhatikan ke hutan tadi dan dilihatnya makhluk kecil seperti tuyul namun mempunyai rambut gondrong keriting panjang sampai selutut sedang melihatnya. Anak kecil itu tersenyum dan terlihat dua taring dari dalam mulutnya.
"Hiyy... apaan tuh... Dita tungguin."
***
To be continued...
Happy Reading...😘😘😘
__ADS_1