Pocong Tampan

Pocong Tampan
Menyan Vs Tofu Basi


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


DUG


Kepala Doni terantuk kaki meja saat Anita menyeretnya ke dalam.


"Parah ih si Anita, kasian tau sampai benjol tuh kepalanya Doni." tegur Dita menatap tajam ke Anita.


"Hehehe maaf gak sengaja Ta." Anita mengusap benjol di kepala Doni.


"Aduh sakit..." ucap Doni tersadar dari pingsannya.


"Maaf ya Don, aku gak sengaja hehehe." ucap Anita.


"I..tu, itu, itu." Doni ketakutan menunjuk sosok pocong pak Herdi di belakang Anita.


"Ini pak Herdi dulu dia bos aku sama Dita sekarang udah metong dia."


"Apaan sih Nit?" pak Herdi menepuk bahu Anita.


"Hehe gaul dikit pak metong, mati maksudnya eh meninggal, kalau mati mah kucing ketabrak yak."


"Nih Don, minum dulu." Dita memberikan segelas air hangat ke Doni.


"Makasih Kak, duh panas airnya." Doni mengibaskan bibirnya.


"Duh lupa bilang deh kalau airnya panas, maaf Don." ucap Dita.


"Hahaha dobel sakit dah si Doni, kepala benjol bibir melepuh." Anan tertawa puas mengejek Doni.


"Ih si Anan mah ngeledek aja nih." Dita memukul bahu Anan.


"Ya maaf Ta habisnya lucu si Doni tuh gara-gara tofu basi hahahaha." Anan menunjuk pak Herdi.


"Tofu basi?" pak Herdi menoleh ke Anan.


"Iya tofu basi, lihat dong bentukan elo kaya tahu lembek dibungkus plastik tapi basi bau tua bangka hahahaha." Anan makin tertawa meledek pak Herdi.


"Bentar aku bayangin dulu, tapi bener sih Nan, pak Herdi putih, semok kaya tahu tofu di bungkus hahahahha." sahut Anita ikut tertawa sambil memukul bahu Doni tak perduli dengan Doni yang makin meringis menahan sakit.


Tadinya Dita juga ingin tertawa tapi dia tahan karena menghargai pak Herdi.


"Anan...! dulu juga kamu gini, lontong kisut." ucap Dita sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Wah Dita songong berani ngatain Anan lontong kisut, hahahaha." Anita makin tertawa memukul paha Doni kali ini.


"Nanti saya kembali Ta, saya muak disini, kalau kamu perlu saya kamu tinggal panggil aja saya yak." ucap pak Herdi kesal lalu menghilang.


"Jiah kaya om jin aja di panggil nongol yak Ta?" Anita masih tertawa geli menahan perutnya Doni sudah bersiap melindungi asetnya takut Anita tak sadar memukulnya.


"Kenapa Don?" tanya Anita heran.


"Takut aku, kamu kalau ketawa jangan mukul bisa gak sih? badan aku sakit semua nih." ucap Doni kesal.


"Emang iya Don, siapa yang mukulin kamu sih? perasaan enggak deh." elak Anita tak sadar ia memukul Doni saat tertawa.


"Iya Nit, kamu tuh kalau ketawa sambil mukul - mukul kaya gini." Dita memukul bahu Anan.


"Aww sakit Ta." Anan mengusap bahunya.


Ponsel Anan berbunyi tiba - tiba. "Nomer siapa ini ya?" gumam Anan.


"Coba angkat." ucap Dita.


"Oke aku angkat nih, hallo siapa nih?"


"Nan gue Shane." sahut Shane dari sebrang sana.


"Oh elo Shane kenapa bro?"


"Nanti malam ada acara di Club' House, elo datang yak?"


"Jam berapa?"


"Hmmm gue pikir dulu ya nanti gue hubungi elo." Anan menutup ponselnya.


"Siapa Nan?" tanya Dita penasaran.


"Shane, ini kan Sabtu dia kasih tau acara nanti malam di Club' House."


"Nah, bagus tuh kita cari info lagi tentang kamu."


"Pakai dress code Ta, serba hitam sama topeng."


"Itu acara pesta apa pemakaman serba hitam gitu?"


"Iya Ta, mana pakai topeng segala kaya Zorro hahaha." sahut Anita.


"Jadi mau datang gak?" tanya Anan.


"Jam berapa emang acaranya?"


"Jam sembilan."


"Emmm kira - kira di kasih ijin gak ya sama Tante?" Dita mengetuk dagunya dengan telunjuknya.


"Nanti aku yang minta ijin terus jangan pulang malam."

__ADS_1


"Secara ya Nan, itu acara jam sembilan malam mulainya belum ada tambahan ini itu belum ada adegan ngaret bisa jam satu pagi paling cepet selesai nya."


"Emang kita mau sampai habis acara apa? ya enggak lah cukup cari informasi aja tentang aku."


"Kalau enggak dapat - dapat sampai acara habis gimana?"


"Ya siap - siap dapet konser gratis nya Tante Dewi hehehe."


"Aku punya baju hitam gak ya?" ucap Dita sambil merebahkan diri kembali di sofa.


"Kita beli nanti yang couple-an gitu Ta." Anan mengangkat alisnya menatap Dita.


"Hehehe ide bagus."


"Aku juga mau dong Nan pakai baju hitam sesuai dress code ." sahut Anita.


"Emang kamu keliatan Nit?" tanya Anan.


"Ya kali Nan ada sebangsaku ikut tuh pesta hahaha biar sesuai konsep."


"Udah apa Nan beliin aja." sahut Dita.


"Cakep...! itu baru sahabatku." Anita mengarahkan dua ibu jarinya ke Dita.


"Oke enggak masalah mau sepuluh baju juga aku beliin." ucap Anan berlagak.


"Huhhh sombongnya tuan muda." ledek Dita.


"Elo kenapa Don ngeliatin gue, mau ikut juga? mau beli baju warna hitam juga?" Anan menunjuk Doni.


"Hehehe emang boleh pak bos?" tanya Doni penuh harap.


"Enggak...!"


"Yah kirain boleh." ucap Doni kecewa masih mengelus benjolan di kepalanya karena ulah Anita tadi.


"Hahahaha boleh lah Don, mau sepuluh baju juga gue beliin." makin sombong Anan berucap.


"Serius pak?" tanya Doni antusias.


"Serius, tinggal potong gaji tiap bulan hahahhaa." ledek Anan.


"Yah kirain, gak jadi deh pak, gajian aja belum udah mikir potongan duh nasib."


"Becanda gue Don, entar gue beliin tapi cuma satu ya."


😁😁😁


****


Crazy up... spesial buat pembaca setia Pocong Tampan yang tercinta... 😘😘😘


Jangan lupa crazy vote juga dong buat novel ini biar Vie makin semangat dan sering - sering crazy up buat kalian... Jangan lupa tiap bab juga di like lho jangan dilewatin yak...

__ADS_1


Love you all... 😘😘😘


__ADS_2