
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Haduh si Doni masih pingsan aja, kamu sih Tasya nantangin Doni kesini." ucap Dita agak kesal.
"Habisnya saya gak mau takut sendirian eh Doni gangguin aku terus jadi aku tantang deh dia kesini." sahut Tasya.
"Udah om besok lagi main nya, nanti aku mampir ke rumah sebrang deh cari tau tentang om ya." pinta Dita.
Tasya mencoba menghindar melangkah masuk namun Dita berhasil menahannya.
"Mau kemana? enak aja main kabur, ini angkat Doni." ucap Dita memerintahkan ke Tasya.
"Berat Ta." Tasya mencoba menarik lengan Doni.
"Yah jangan diangkat aku juga gak kuat kita seret aja hehehe." bisik Dita menarik lengan Doni bersama Tasya.
BUG... kepala Doni terantuk daun pintu tak sengaja.
"Tasya pelan-pelan duh makin sakit dah ni orang."
"Maaf Ta hehehe." sahut Tasya meringis menahan malu.
"Dah biarin di sofa sini aja deh, aku mau tidur lagi, tadinya cuma mau ambil minum malah ngurusin kalian." Dita menggerutu meninggal kan Doni di sofa.
"Maafin saya ya Don." bisik Tasya lalu pergi juga berlari kecil menuju kamarnya meninggalkan Doni di sofa
***
Pagi hari Dita sudah berada di dapur bersama Tasya. Ayam hidup yang tadi dia perintahkan untuk di sembelih oleh pak satpam sudah di kuliti secara bersih oleh Tasya.
"Ini darahnya buat apa Ta?" tanya Tasya.
"Nanti kamu taruh aja di mangkuk terus taruh depan lukisan nyai ya di kamarnya." pinta Dita yang masih sibuk meracik bumbu hari ini dia akan memasak opor ayam kebanggaannya.
"Enggak mau ah, takut saya Ta." Tasya menolah penuh takut.
"Kan cuma naro, nanti balik lagi kesini daripada nanti darah kamu yang dia incar hayo." Dita mencoba menakuti Tasya.
__ADS_1
"Ah jangan sampai deh amit-amit, iya nih aku taruh mangkuknya di kamar sana." Tasya langsung pergi ke kamar nyai menuruti perintah Dita.
Saat sedang memasak opor ayam tiba-tiba terdengar teriakan satpam di luar.
"Kebakaran... kebakaran...!"
Dita dan Tasya saling memandang lalu bergegas lari ke luar.
"Eh bentar kompornya matiin dulu." Dita berbalik ke dapur mematikan kompor lalu kembali berhamburan dengan lainnya menuju asal suara tadi.
Rumah di sebrang itu ternyata yang mengalami kebakaran. Api sudah menyala besar di bagian kamar lantai dua rumah itu. Sepasang nenek dan kakek pemilik rumah itu terlihat panik memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memadamkan api sampai mobil pemadam kebakaran datang.
"Lo tutup tuh gudang rapat-rapat jangan sampai ada yang keluar." teriak si kakek ke anak buahnya.
Tasya mencolek perut Dita.
"Apaan sih colek-colek?" ucap Dita ke Anan.
"Bukan aku yang colek ih genit banget sih bunda mana pakai daster doang lagi keluar rumah gini." sahut Anan
"Ih kamu mah tadi kamu yang colek aku barusan kok." Dita menepuk bahu Anan.
"Saya yang colek Ta." sahut Tasya.
"Oh kirain Anan yang colek hehehe kenapa Sya?" Dita menoleh ke Tasya.
"Om pocong itu Ta, tuh disana." bisik Dita menunjuk ke pocong ber wajah hitam menghilang di atas tanah yang di tumbuhi pohon nangka di halaman samping rumah itu yang kebetulan pagar besarnya sedang terbuka.
"Bisa jadi Ta." sahut Tasya.
Dita hendak mendekat ke arah rumah itu namun dua penjaga sudah melarangnya agar menjauh. Sekilas Dita melihat sepasang mata di balik jendela yang katanya gudang tadi.
Mobil pemadam kebakaran datang dan membubarkan para penontonnya agar kembali kerumah masing-masing.
"Aku gak suka ya lihat bunda pakai daster keluar rumah kaya tadi." ucap Anan menarik lengan Dita.
"Ya kan lagi panik tadi sayangku, jadi wajar aku kepo. Eh tadi aku lihat mata lho Nan di dalam gudang."
"Udah deh paling hantu penunggu situ." ucap Anan.
"Iya kalau hantu kalau manusia gimana? lagian tempat om pocong itu di kubur dimana aku juga tau tadi Tasya juga liat." Dita menunjuk Tasya.
"Ya terus sekarang mau gimana? masa iya kita mau dateng kerumah itu terus bilang, halo permisi kek, halo nek, aku kesini mau cari kuburan pocong disini, ada gak ya? wah bisa di hantam aku sama penjaganya tadi." sungut Anan.
"Iya juga ya, kalau mau nyuruh kapten Jihan juga harus ada bukti yang kuat." Dita mengetukkan telunjuknya ke dahinya.
"Nah itu tau, aku mau mandi dulu ya, kamu bukannya masak ya?"
__ADS_1
"Oh iya hampir lupa kan, ayo Tasya lanjut masak." ajak Dita.
"Non si den Andi di bangunin sekarang?" tanya Bu Mey.
"Nanti aja Bu, kalau saya udah siap." sahut Dita.
"Baik non."
"Bu aku mau tanya dong? ibu suka ngelihat pemilik rumah yang kebakaran tadi gak, yang kakek nenek itu?" tanya Dita.
"Pernah sih non tapi jarang, mereka tertutup sih."
"Mereka perusahaan apa gimana sih kok penjaganya banyak?"
"Kurang tau non, tapi mobil box sering keluar masuk, kayaknya sih home industri tapi gak tau buat apa, ya namanya wilayah komplek gini mana peduli tetangga satu sama lain kerjanya apa dan gimana, sosialisasi aja jarang, hampir gak pernah gimana peduli." Bu Mey menjelaskan.
"Pantesan tadi aja pas kebakaran, tetangga lainnya gak peduli ya yang kepo kita doang." sahut Dita.
"Ya gitu deh non, memang nya kenapa non?" tanya Bu Mey.
"Enggak si Bu kepo aja kan baru lihat tadi aku sama pemilik rumahnya."
"Hmmm wangi banget ini aromanya, pasti enak nih non." puji Bu Mey.
"Iya dong, aku bikin banyak nih buat semua pegawai satu rumah kebagian nyicip." sahut Dita.
"Makasih ya non." ucap Bu Mey dengan senyum hangatnya.
"Makasih untuk apa Bu?"
"Makasih sudah membuat rumah ini hangat, penuh keceriaan, dan jadi lebih ramai gak kayak kuburan sepi, dingin penuh ketakutan kalau ada Tuan Arjuna dan nyonya Aiko seperti waktu dulu, paling yang suka ngobrol sama kita para pelayan ya nyonya Dewi."
"Ah si Bu bisa aja, aku yang makasih sudah diterima di rumah ini dengan baik."
Prang prang prang...
Tasya tak sengaja menjatuhkan mangkok dari meja dapur saat hendak menyendok opor ayam dari panci besar di atas kompor.
"Hehehe maaf ya, Tasya gak sengaja." ucap Tasya ketakutan karena Bu Mey menatap tajam ke arahnya.
"Suasana udah melow serius gini obrolannya terus ambyar denger komprangan mangkok mu cah ayu."
ucap Bu Mey agak kesal di iringi dengan tawa dari Dita.
***
To be continued...
__ADS_1
Happy Reading 😘
Selamat menjalankan ibadah puasa 😘😘😘