Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Shane (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Kok elo pada ketawa sih?" tanya Shane


"Enggak cuma lucu aja Shane, emang kamu diapain?" tanya Anan.


"Gue tuh kalau malam di gerayangin masa, wah parah deh dibilang mimpi basah tapi gue masih sadar, apa gue diperkosa jin yak?"


"Idih enak aja perkosa, jelas-jelas kamu ikut nikmatin terus terus terus aaaahhh." sahut Jen kesal menirukan desahan Shane.


"Nah Lo, terus enak gak?" sahut Doni iseng.


"Hah? ya... enak sih."


"Kampret itu mah elo nikmatin." Anan menimpuk wajah Shane dengan kentang goreng.


"Udah stop ini pada ngomongin apaan sih?" tanya Dita kesal.


"Kan gue cerita doang wajar dong gue curhat di gangguin setan enaknya di apain yak?"


"Kamu kawinin aja tuh setan!" sahut Dita kesal.


"Emang cewek? kalo laki gimana? ih emang kita cowok apaan." ucap Shane dengan nada sumbang.


"Elo pernah megang ada ini gak?" Anan menunjuk kedua dadanya.


"Hmmm coba nanti gue pegang ada apa enggak yak hehehe."


"Heh ini kenapa pada somplak semua sih otaknya!" Dita menoyor Anan.


"Iseng Ta cuma nanya kan punya si Jen lumayan tuh." bisik Anan melirik gundukan Jen yang lumayan besar dari ukuran normal wanita.


"Kenapa Nan mau pegang juga?" goda Jen.


Dita menyentuh kedua pipi Anan mengarahkannya kepadanya. "Awas kalau berani ngelirik cewek lain selain aku!"


"Iya maaf, aku cuma berani ngelirik kamu."

__ADS_1


"Tapi matanya gak usah turun gitu liat dada aku, liatnya cukup ke mata aku." Dita mencubit kedua pipi Anan saking kesalnya dengan kencang.


"Adaw... iya iya maaf khilaf Ta."


Anita tertawa kegirangan sampai tak sadar kedua tangannya memegang pundak Doni dan meremasnya. Doni merasa gemetar dan merinding mendapat sentuhan dari Anita tak berani melihat ke arah Anita hanya berani melihat kedua tangan Anita yang pucat dan terasa dingin.


"Kocak ya elo berdua." ucap Shane.


"Eh iya gue mau nanya nih, elo masih ketemu James?" tanya Anan.


"Masih sih tapi kadang-kadang aja gue ketemunya."


"Masih suka ke club' house gak?"


"Jarang sih tapi oh iya gue baru inget besok Sabtu ada acara di club' house, datang aja Nan, nanti gue kirim undangannya, gue minta nomor telepon Elo yak?"


Anan mengeluarkan ponselnya, selanjutnya Anan dan Shane bertukar nomor ponsel.


"Aku mau pipis nih, toilet dimana ya?" tanya Dita pada Shane yang lebih paham denah cafe ini.


"elo masuk gang itu toilet cewek di sebelah kanan." tunjuk Shane pada gang kecil disudut dalam cafe.


"Ok makasih ya."


Dita berdiri dan menepuk Anita agar mengikutinya.


"Takut ya minta anterin ke toilet?" goda Anita mengikuti Dita yang terburu-buru ke toilet.


"Kamu mau pipis apa pup nih? kalau pup aku gak mau ikut ya kapok aku di kentut in kamu."


"Pipis Nit, tapi kalau kelepasan ya maaf hehehe."


"Tuh kan, aku gak mau ikut ah."


"Ya jangan dong Nit, temenin aku." Dita menarik lengan Anita masuk kedalam toilet.


"Tungguin depan pintu sini yak!" sahut Dita lalu masuk ke dalam toilet.


Tak lama kemudian Anita menyusul Dita masuk ke dalam. "Anita mah, ini aku lagi pakai celana ngagetin aja sih."


"Emmm sorry Ta, kok aku ngeri yak." bisik Anita


"Ngeri kenapa?" Dita balas berbisik.


"Itu ada yang lagi dandan di depan kaca."


"Lah timbang cewek dandan aja pake ngeri."

__ADS_1


"Kamu lihat dulu kaya apa yang lagi dandan." Anita mendorong pelan punggung Dita.


Dita membuka pintu toilet nya perlahan mengintip seorang perempuan berambut panjang hitam sepinggang sedang menyisir perlahan rambutnya sambil bersenandung.


"Orang apa setan Nit?" bisik Dita.


"Gak tau, kayanya mah bukan orang deh."


Dita mengintip lagi perempuan tadi namun ternyata perempuan itu sudah hilang.


"Nit, gak ada kemana dia?"


"Ada Ta, ttttuuuu."


Dita menunduk seketika. "Perasaan gak enak nih kalo aku ikutin arah telunjuk kamu pasti ujung-ujungnya serem."


"Tttttaaa ayo pergi aja yuk." ucap Anita dengan tubuh gemetar.


"Ayo Nit, aku nunduk aja yak." Dita membuka pintu toilet lebar lalu keluar perlahan dengan kepala menunduk.


Tiba-tiba perempuan itu menghalangi jalan Dita.


"Astagfirullahaladzim numpang-numpang ya mbak anak cantik kaya aku mau lewat."


ucap Dita sambil memperhatikan ujung kaki perempuan itu tanpa alas kaki. Dita mencoba melihat kembali kaki perempuan yang pucat itu penuh banyak rongga dan luka bernanah menyeramkan, bau anyir langsung menusuk rongga hidung Dita.


"Kalau kakinya aja udah gak mulus gini gimana mukanya Nit?"


"Kamu tengok aja sendiri dah Ta."


"Ceritain aj Nit kaya apa mukanya?" Dita memegang erat lengan Anita.


"Kapok Ta mandangnya, lihat sendiri aja biar lebih seru." bisik Anita.


"Ah Anita mah, kaya apa mukanya?"


"Liat sendiri dah."


"Gak mau ah, coba kita geser terus kabur." Namun hantu perempuan itu malah bergeser mengikut Dita dan makin menghalanginya.


"Hadeh... rese banget sih, maaf ya mbak mbak itu maunya ap.... aaaaaaaaa."


teriak Dita saat tiba-tiba kesal malah memandang wajah hantu perempuan itu.


***


to be continued

__ADS_1


happy Reading... 😍😍😘😘


vote ya vote please.....


__ADS_2