
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.
Happy Reading...
******
Lalu dari belakang Dita suara teriakan kembali terdengar, kali ini dari mulut Jerry yang berteriak sambil memegangi kedua pipinya.
"Aaaaa... Tidak...!" teriak Jerry dengan kencangnya.
Tubuh Jerry sudah terbaring tak bernyawa. Dari mulutnya keluar busa.
Sepertinya Jerry kehilangan nyawanya karena keracunan. Anan segera membawa tubuh Jerry, ia mengangkatnya menuju sofa.
"Apa yang terjadi dengan tubuhku?" tanya Jerry yang masih tak mengerti bagaimana ia bisa tewas mengenaskan seperti itu.
"Bunda, itu di badan tante Yerry keluar belatung," Anta menunjuk tubuh Jerry.
Anan segera membuka kancing kemeja yang Jerry gunakan. Betapa terkejutnya mereka kala di bagian dada Jerry yang sudah terlihat mempunyai gundukan itu pecah silikonnya. Dari dalamnya keluar belatung seukuran butiran beras.
"Haduh, harusnya aku gak lihat ini," gumam Anan lalu menutup matanya dan beralih dari hadapan tubuh Jerry.
Tante Dewi langsung menghubungi polisi mengenai kematian Jerry. Ia tak tega melihat tubuh mengenaskan Jerry.
Dita segera mencari Lily untuk menanyakan perihal kematian Jerry, tapi hantu Lily langsung menangis memeluk tubuh Jerry dengan erat.
"Jangan tinggalkan aku, huhuhu..."
Anta mencolek hantu Lily.
"Tante kenapa nangis?" tanya Anta.
"Aku sedih Anta, nanti aku gak bisa lagi bertemu anakku, huhuhu..." ucap Lily sambil terisak tangis.
"Itu, Tante Yerry di belakang Tante," tunjuk Anta ke belakang tubuh hantu Lily.
Hantu Lily lalu menoleh ke belakangnya dan menemukan sosok hantu Jerry berdiri dan melambaikan tangan padanya.
"Jerry anakku..." Keduanya langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan memeluk satu sama lain.
"Baru ini lihat hantu ketemu hantu girang banget," celetuk Tasya.
"Lily, kamu gak tau ya, bagaimana Jerry sampai meninggal?" tanya Dita.
"Aku benar-benar tak tau, aku sibuk tertidur di dalam boneka milik Anta di atas sana," Lily menunjuk ke lantai atas tepat ke arah kamar Dita.
"Ada ya tidur di bilang sibuk, hadeh... baru ini denger hantu tidur," gumam Tasya.
"Ih kamu sirik banget sih, Sya. Dari tadi semuanya di protes," Jerry menoyor kepala milik Tasya.
"Aduh, sakit tau!" pekik Tasya.
"Kalian pada ngomong sama siapa, sih? jangan bilang sama Tante kalau Jerry jadi hantu terus ngumpul di sini?" Tante Dewi menunjuk ke arah Dita dan Tasya.
__ADS_1
Keduanya mengangguk.
"Ya Tuhan... kalian ini benar-benar..." Tante Dewi tiba-tiba merasa mual saat melihat tubuh Jerry yang belum di tutup itu tubuhnya. Ia langsung melangkah menuju kamar mandi untuk muntah.
"Tante Dewi kenapa, tuh?" tanya Anan.
"Masuk angin kali," sahut Tasya.
"Jangan-jangan dia sepertiku, Nan." ucap Dita.
"Maksud kamu?"
Anan melirik ke arah perut Dita yang sedang Dita usap-usap.
"Iya, bisa jadi kan kalau Tante Dewi lagi hamil," ucap Dita menjentikan jari jemarinya.
"Bunda, lihat deh Anta bawa apa?" Anta memperlihatkan toples kecil yang dia raih dari dapur. Ia kumpulkan belatung yang jatuh dari tubuh Jerry.
"Astaga, Anta...!!!" pekik Dita.
***
Jenazah Jerry sudah dibawa oleh pihak kepolisian untuk di otopsi lebih lanjut. Dugaan sementara silikon di tubuhnya pecah dan membusuk sehingga menyebabkan racun. Lalu racun itu menyebar ke seluruh tubuh milik Jerry dan menewaskannya.
Tasya menarik lengan Dita menuju kamar Nenek Rose.
"Ada apa sih, Sya?" tanya Dita.
"Coba temenin aku, kita ketemu Samanta, aku mau tau mengenai kematiannya," ucap Tasya.
"Masalahnya pas aku ikut reuni Logan kemarin, si Mark itu kasih tau gosip mengenai kematian seorang perempuan yang bernama Samanta," jawab Tasya.
"Samanta yang ini? kamu yakin?"
"Ya, siapa tau Samanta yang ini, soalnya gosip itu bilang kalau Logan yang menyebabkan kematian Samanta," ucap Tasya membuat Dita makin tak mengerti dengan ucapan Tasya barusan.
"Logan membunuh Samanta? maksudnya gitu?" tanya Dita.
"Entahlah, makanya aku juga belum jelas dapat kabar pastinya, yuk temenin ketemu Samanta!" ajak Tasya.
"Gak usah dipanggil ya, tuh Samanta nangkring di atas lemari lagi ngeliatin kita," tunjuk Dita.
"Astaga... gak ada permisi-permisinya tuh hantu, main nangkring aja di atas sana," gumam Tasya.
"Harusnya aku yang bertanya, mau apa kalian masuk ke kamar ini tanpa permisi?" tanya Samanta seraya melompat turun dari lemari.
"Tuh, malah kita yang gak sopan masuk kamar ini gak ketok dulu, kan?" bisik Dita.
"Hehehe, iya ya."
"Samanta, maaf ya kita ulang lagi nih," ucap Dita menarik lengan Tasya keluar kamar.
Tok tok tok
"Permisi, Samantanya ada, kita mau main, nih," ucap Dita lalu melangkah masuk ke dalam kamar Nenek Rose.
__ADS_1
"Hmmm... kau pikir aku akan membiarkan kalian masuk ke sini?" tanya Samanta.
"Hadeh, ribet banget sih sama hantu aja pakai tata krama, mereka aja suka muncul sesukanya gak pake salam, lah kita pakai permisi segala sama hantu,gak jadi ah kita keluar aja," gerutu Tasya.
"Tadi katanya mau tanya bagaimana kematian Samanta, sekarang aja minta keluar," sahut Dita.
Samanta lalu berdiri di hadapan Dita dan Tasya untuk menghadangnya keluar dari kamarnya.
"Apa maksud ucapan kalian tadi mengenai kematian yang menimpaku?" tanya Samanta.
"Ummm baiklah bagaimana kalau kita bicarakan ini di luar," ucap Dita.
"Kalau saya bisa keluar dari kamar ini juga, saya tak akan repot-repot betah berdiam lama di sini," sahut Samanta.
"Lalu, aku ternyata tak bisa keluar dari kamar ini?" tanya Dita.
"Iya, apa kalian tahu tentang kematian aku, karena aku sendiri lupa akan kematianku," ucapnya.
"Ya ampun, ada hantu lupa sama kematiannya, duh mirip siapa ya..." gumam Dita.
"Bunda, kamu ngapain di sini sama Tasya, sama hantu ini juga?" tegur Anan saat melongok ke dalam kamar Nenek Rose
"Nah, persis..."
"Persis siapa?" tanya Tasya dan Anan bersamaan.
"Persis sosok pocong yang dulu pernah ketemu sama aku, dia gentayangan karena lupa akan kematiannya," ucap Dita.
"Apanya yang persis?" tanya Tasya.
"Hantu Samanta ini mirip Anan waktu masih jadi pocong," ucap Dita.
Anan jadi teringat masa lalunya sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Jadi sekarang gimana, Ta?" tanya Tasya melirik ke arah Samanta.
"Ya, kita bantu dia inget bagaimana kematiannya, benar apa gak ada hubungannya sama Logan," sahut Dita.
******
Bersambung...
Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.
Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.
Mampir juga ke :
- Diculik Cinta (On Going)
- With Ghost (END)
- Gue Bukan Player (END)
- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)
__ADS_1
Vie Love You All... 😘😘😘