Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Di Hotel (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


******


Beralih ke kamar yang di tempati Dita di ruangan seberang kamar yang di tempati Anan. Tak ada apapun di sana, tak ada penunggu makhluk lain yang menganggu, kecuali Dita memanggil Pak Herdi baru ia bertemu dengan makhluk lain.


Anta langsung tertidur pulas di kasur dekat jendela kamar. Dita hendak menutup tirai, akan tetapi sesuatu yang tiba-tiba muncul membuatnya terkejut dan beristigfar.


"Kamu kenapa?" tanya Bu Eva.


"Ada perempuan yang baru saja lewat bu," ucap Dita.


"Lewat mana? depan tirai? kita kan di lantai 9, memangnya dia lewat pakai tangga?" tanya Bu Eva tak mengerti.


"Dia terbang bu, tapi tak punya kaki," ucap Dita.


"Tak punya kaki? apa kau mau bilang baru saja kamu melihat hantu?" tanya Bu Eva mulai ketakutan.


"Iya, sepertinya."


Baru saja selesai menjelaskan pada Bu Eva, hantu itu masuk menembus jendela.


"Sebaiknya tidur bu!" ucap Dita lalu langsung berbaring di samping Anta memeluk gadis kecil itu.


"Hei kau belum jawab pertanyaanku, jadi yang barusan lewat tadi itu hantu ya?" Bu Eva masih berusaha mencari jawaban padahal hantu yang di bicarakan Dita sudah berada di sampingnya.


"Dita... jawablah, apa kau sudah tidur?" tanya Bu Eva.


Dita mencoba diam dan tak mau bergerak. Hantu itu terlihat seram. Dia melayang tanpa kaki, tubuhnya hanya setengah badan. Sepertinya badannya terbelah dua. Pinggangnya hancur dan terlihat usus yang menggelantung dari dalam perutnya ke bawah. Bau busuk seperti daging yang sudah penuh belatung menyeruak dari dalamnya. Dita mencoba menahan nafas kala hantu itu mendekat ke arahnya.


Ibu Eva mau mencolek Dita dengan ujung kakinya, akan tetapi malah menendang hantu itu jatuh menindih Dita. Tubuh setengah hantu itu ada di atas badan Dita. Kedua mata mereka saling bertatapan. Dita kini tak bisa mengelak lagi. Hantu itu yakin kalau Dita bisa melihatnya.


"Kau bisa melihatku?" ucap Hantu itu di hadapan wajah Dita. Bau mulut teramat busuk terhirup masuk ke dalam rongga hidung Dita mencemari sistem pernafasannya yang langsung membuatnya mual.


"Duh jangan deket-deket, tante gosok gigi dulu deh mendingan," ucap Dita sambil menutup ujung hidungnya dengan kedua jarinya.


"Kamu kenapa Ta?" tanya Ibu Eva tak mengerti.


"Gara-gara ibu sih nih!" Dita berucap kesal.


"Ih kok aku sih, aku gak ngerti deh." Bu Eva duduk bersila di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Ya kan kau bisa melihatku?" tanya hantu itu.


"Iya aku bisa, udah sana jauh-jauh! aku mau tidur jadi aku mohon jangan ganggu," ucap Dita.


"Hmm... justru karena kau bisa melihatku maka aku akan menganggumu, aku mau minta tolong, boleh?" tanya Hantu itu.


"Tuh kan gak jauh dari minta tolong," Dita menggerutu.


"Kamu ngomong sama siapa sih Ta?" tanya Bu Eva masih penasaran.


"Aku ngomong sama siapa? ibu beneran mau tau? nih bentar, coba siniin tanya Ibu, " Dita menarik tangan hantu itu dan menaruh di pundaknya saat tangan kanannya menyentuh ibu Eva.


"Waaaaaaaaaaaaa....!!!" Ibu Eva berteriak sekuat tenaga dan langsung tak sadarkan diri.


"Tuh kan, lagian dari tadi nanya mulu, jadi langsung pules kan tuh," Dita melepas tangan si hantu itu. Teriakan bu Eva ternyata membangunkan Anta seketika.


"Hoaaammm apaan sih bunda berisik banget, lho tante kakinya mana?" tanya Anta dengan polosnya tanpa rasa takut bertanya pada hantu setengah badan itu.


"Wah... kalian berdua dapat melihatku? wah senang sekali rasanya," ucap hantu itu sambil memeluk Dita yang menjepit hidungnya dengan kedua jari karena terlalu busuk untuk dia hirup.


"Mbak gak usa pakai peluk bisa kan, tolong ya," Dita langsung meraih parfum dari tasnya dan menyemprotkan ke sekeliling ruangan.


"Iya aku tahu aku bau, maafkan ya, aku kan di buang di tempat pembuangan sampah setelah tubuhku di potong. Mereka dengan teganya memotong tubuhku jadi dua lalu memakai kakiku untuk membangun hotel ini," ucapnya.


"Aku tak tahu, aku kan pendatang di sini, aku cuma mau bekerja di sini, oh iya namaku Lala, kalian siapa?"


"Aku Dita ini anakku Anta," jawab Dita.


"Oh kaki tante di potong orang ya, nanti Anta beliin kaki barbie ya, buat gantinya, habis serem itu ada mie yang mau keluar dari perut," Anta melongok dari bawah melihat tubuh si Lala.


"Anta, gak boleh gitu, itu bukan mie tapi namanya usus," ucap Dita.


"Usus itu apa bunda, emang dalamnya tubuh kita kayak gini ya bunda?" Anta masih saja bertanya ingin tahu.


"Iya dalamnya kayak gini, usus itu termasuk sistem pencernaan makanan, tempat lewatnya makanan dari mulut terus keluar dari sini pas Anta sakit perut mau pup," ucap Dita sambil menunjuk ke arah bokongnya.


"Tapi bunda tante ini gak punya pant*t kan terus kalau sakit perut ke kamar mandi keluar lewat mana," Anta menyentuh usus Lala dengan ujung telunjuknya.


"Ih Anta jorok ih, udah ah ayo cuci tangan, terus bobo lagi, udah jam 2 pagi tuh," Dita menarik tangan Anta membawanya menuju ke dalam kamar mandi.


"Wah kalian berdua hebat, baru ini ada manusia yang gak takut lihat aku," ucap Lala sambil tertawa dengan girangnya.


Selesai dari kamar mandi, Dita bergegas menaikkan Anta ke atas ranjang.

__ADS_1


"Anta sekarang tidur, baca doa tutup mata!" perintah Dita.


"Tunggu jangan baca doa dulu! Kau bisa membantuku kan?" tanya Lala.


"Ngantuk banget nih, besok aja ya, saya pulang siang kok, emang minta bantu apa sih?" tanya Dita penasaran juga.


"Aku mau minta tolong carikan sepatu ku," ucapnya.


"Lah terus kalau sepatunya ketemu, mau di pakai dimana?" tanya Dita menahan tawanya.


"Terserah aku mau di taruh atau di pakai dimana, yang jelas sepatu itu pemberian kekasihku," ucapnya mulai sedih.


"Hmmm... susah juga kalau bucin akut, baiklah kalau bisa aku bantu ya aku bantu, memangnya sepatu kamu hilang di mana?" tanya Dita.


"Di pantai belakang hotel ini," ucapnya.


"Astagfirullah, gimana mau carinya? Masa aku harus berenang, yang ada aku nyusul kamu jadi penunggu hotel ini hadeh..."


"Tuh kan... gimana aku bisa dapat sepatu aku kalau kamu gak bisa bantu huhuhu..." Lala merengek sedih.


"Aku pesen online deh nanti di kirim sepatu baru ke alamat sini atas nama kamu, kamu biasa nunggu di mana?" tanya Dita mengeluarkan ponselnya.


"Memangnya ada sepatu ku di ponsel mu?"


"Ya ketinggalan jaman, semua juga ada di hape tinggal belanja online, barang datang langsung di kirim depan mata," ucap Dita.


"Mana aku tahu, aku kan taunya ponsel jaman dulu yang hitam putih yang kalau suntuk aku main game cacing makan cacing itu," ucap Lala.


"Wah iya bener hahahaha, nih kamu pilih mau sepatu model apa nanti tinggal kamu klik tanda love masuk ke favorit besok aku bayar, aku tidur dulu ya ngantuk banget nih, ayo Anta tidur!"


******


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player (END)

__ADS_1


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2