
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...
Happy Reading...
******
"Ide apa?"
Tanya Dita yang makin penasaran dengan ide dari Tasya.
"Aku aja yang jadi mata-mata, gimana?" Tasya melirik dengan tatapan jahil ke arah Dita.
"Lah terus bagaimana caranya kamu mendekati Logan dan menjadi mata-mata baginya?" Tanya Dita.
"Hmmm gimana ya, aku pura-pura naksir dia aja. Aku pedekate sama dia, kalau dia suka sama aku terus aku makin deket kan sama dia," ucap Tasya seraya menjentikkan jarinya.
"Hmmm nanti kalau kamu suka beneran gimana?" Tanya Dita lagi.
"Ya jangan sampai lah, makanya aku ajak Pak Herdi buat nahan aku jangan sampai suka sama Logan hehehe..."
"Gimana ya Sya, tapi ide bagus juga sih kalau kamu bisa deketin Logan."
"Nah betul kan kataku!" Ucapan Tasya barusan mengejutkan Dita sampai Dita mundur beberapa inch.
"Ya udah deh tapi aku mau kamu hati-hati ya, jangan sampai kamu kenapa-napa. Karena kalau kamu sampai kenapa-napa, aku gak akan maafin diriku sendiri."
"Aahh... manis banget sih pernyataan kamu, aku jadi makin sayang sama kamu..." Tasya memeluk Dita dari samping sambil tersenyum.
"Aku juga makin sayang sama kamu." Ucap Dita menepuk tangan Tasya.
"Eh ada apa nih? kok kalian ngomong sayang-sayangan nih?"
Sahut Mark yang datang tiba-tiba mengejutkan Dita dan Tasya.
"Hadeh... perasaan gak mendung tapi nyamber aja kayak geledek!" Tasya bersungut-sungut kesal menatap Mark dengan tajam.
"Jangan mikir macam-macam ya, aku sama Tasya tuh sayangnya udah seperti saudara kandung tau!" Sahut Dita ikut mendapat Mark dengan tajam.
"Yee gitu aja marah, seru kali yak kalau ada di tengah kalian di peluk gitu.
"Seru, seru banget, sini peluk!" Tasya menoleh ke Dita dan mengedipkan satu matanya memberi isyarat pada Dita. Tasya mengulurkan tangan kanannya pada Mark. Dita mengangguk dan tersenyum ia mengerti maksud Tasya. Dita juga mengulurkan tangan kirinya pada Mark.
Mark menatap kedua perempuan di hadapannya itu dengan bingung, namun ia menurut dan mengulurkan tangannya pada Dita dan Tasya. Tak lama kemudian kedua perempuan itu menarik Mark dengan kuat sampai pria itu jatuh ke dalam kolam renang. Tasya dan Dita tertawa bersamaan melihat Mark yang basah kuyup.
"Seger ya Mark?" Tanya Tasya menggoda Mark.
"Ah dasar sial! sudah ku duga perasaan ku tak enak nih, tapi nurut aja, awas ya..." Ancam Mark sambil mencoba naik ke permukaan.
Tasya dan Dita sudah masuk ke dalam rumah meninggalkan Mark.
***
Pagi itu akhirnya Dita dan Anan membuka restoran barunya dengan meriah. Banyak tamu undangan yang hadir ke sana. Logan juga hadir di sana meski tanpa ayahnya. Tuan Worm harus mengantar istrinya yang tiba-tiba terkena serangan jantung hari itu.
__ADS_1
Ratu Sanca berjaga di dalam restoran di temani Anta dan Lily di sampingnya. Ia sangat senang sekali melihat restoran itu ramai kembali. Hanya saja kali ini dia tak boleh membantu dalam hal penglaris. Dita tak mau menggunakan jasanya untuk membuat restoran itu laku seperti tuan Worm. Dita ingin para pelanggan nanti benar-benar menyukai masakannya.
"Ini, cobain strawberry smoothies buatan aku," ucap Tasya saat menyerahkan segelas minuman itu pada Logan.
"Wow kelihatannya menyegarkan, terima kasih ya," sahut Logan.
"Oh iya, bagaimana keadaan ibu kamu?" Tanya Tasya.
"Ayahku bilang kondisinya mulai stabil, padahal tadinya ibu sehat-sehat saja, nanti sepulang dari sini aku akan menjenguknya."
"Apa aku boleh ikut?" Tanya Tasya dengan memamerkan senyum manisnya.
"Hmmm kenapa kau ingin menjenguknya?"
"Entahlah, aku ingin saja mengenal keluargamu lebih dekat, boleh kan?" Tasya menyentuh punggung tangan milik Logan.
"Oh, tentu, tentu saja boleh." Logan menyambut sentuhan tangan Tasya dengan senyuman manisnya.
"Hmmm... mulai deh belajar ganjen, belajar dari drama telenovela semalam ya kan?"
Celetuk Pak Herdi di samping Tasya.
"Ngerasain panas gak?" Tanya Tasya pada Logan.
"Maksud kamu? rasanya cuaca tidak terlalu panas," jawab Logan.
"Bukan cuacanya, tapi suasana sekitar jadi panas, kata orang tua dulu kalau sekitar kita tiba-tiba panas berarti ada hantu yang lagi nemenin kita," ucap Tasya.
"Hahaha kau ini, masa hari gini masih percaya hantu," ucap Logan.
"Ya kan biasanya gitu, lagian kurang kerjaan banget ya kalau ada hantu nemenin manusia yang lagi pedekate hihihi..." Tasya menoleh pada Pak Herdi.
"Hmmm..." Tasya melirik ke arah Pak Herdi lagi.
"Aku ke toilet dulu ya," ucap Logan.
"Oke..." Tasya menunjukkan ibu jarinya ke arah Logan.
Saat menuju ke kamar mandi, Logan bertabrakan dengan Mitha istri Doni.
"Eh maaf ya, umm maaf apa anda Logan?" Tanya Mitha.
Logan mengangguk lalu memandang ke arah Mitha lagi.
"Siapa ya?" Tanya Logan.
"Saya Mitha, temannya Samantha, apa kau masih ingat, kami teman sekolahmu dulu," ucap Mitha mengulurkan tangannya pada Logan.
"Oh iya aku ingat kalian para anggota balerina di sekolah kan?" Tanya Logan menjabat tangan Mitha.
"Apa kabar Logan? dan apa kabarnya Samanta, apa kau tau tempat tinggalnya?" Tanya Mitha.
"Kabar ku baik, tapi aku tak tahu kabar Samanta, ku dengar ia sudah pindah rumah," jawab Logan.
"Oh begitu ya, padahal saat aku kembali ke sini aku sangat merindukan Samanta, tapi dia menghilang. Rupanya dia pindah."
__ADS_1
"Maaf ya aku mau ke toilet," ucap Logan lalu meninggalkan Mitha.
Tasya sempat melihat pertemuan Logan dan Mitha, akan tetapi ia lebih memilih sembunyi. Saat Tasya mencoba berbalik badan, Doni sudah berdiri di belakangnya.
"Ayam jago pakai daster!" Ucap Tasya yang latah seraya memukul Doni.
Laki-laki itu langsung tertawa di buatnya.
Aduh cakep banget sih Don, kalau lagi ketawa macam itu. Tapi kok kamu kurusan ya?
Batin Tasya seraya memperhatikan Doni dari atas sampai ujung kaki.
"Sya, aku cakep kan?" Doni menjentikkan jari di hadapan Tasya mengejutkannya.
"Idih ampun deh pede banget, buat aku kamu tuh biasa aja!" Tasya berlalu meninggalkan Doni.
"Tasya, kamu jadi ikut kan? ayo kita pergi sekarang!" Logan menepuk bahu Tasya.
"Oke, aku pamit sama Dita dulu ya." Ucap Tasya menaiki tangga menuju lantai dua di mana orang lain selain keluarga pemilik restoran di larang naik kesana.
Rupanya di lantai dua, Anta sedang bermain bersama Ratu Sanca dan hantu Lily.
"Baru ini lihat anak kecil bukannya main kuda-kudaan malah ular-ularan hahaha..." Tasya menertawakan Anta yang menaiki Ratu Sanca sambil berlonjak-lonjakan.
Dita yang terlalu lelah sedang membaringkan dirinya di sofa.
"Ta, aku mau ikut Logan jenguk ibunya yang kena serangan jantung," ucap Tasya.
"Sekarang?" Tanya Dita.
"Iya sekarang," jawab Tasya.
"Minta Pak Herdi temani kamu ya," ucap Dita.
"Siaappp!!!" Pak Herdi langsung muncul di samping Dita.
"Nah ini pocongnya, tolong jaga Tasya ya pak!"
"Siap...!" Sahut Pak Herdi penuh semangat.
"Hmmm sejak kapan ya pocong jadi bodyguard," gumam Tasya.
******
Masih bersambung ya guys...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
- Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
- 9 Lives (END)
__ADS_1
- Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘