
Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘
***
"Hayo.... malem-malem baru pulang kemana aja...?" Dokter Dewi menepuk bahu Dita saat membuka pintu apartemen dokter Dewi.
"Aaaaaa... ya ampun Tante ngagetin aja, aku dari rumah Anita Tante."
"Ooohhh... eh Ta sini aku bikin makan malem buat kamu cobain yuk."
Dokter Dewi mendorong bahu Dita pelan menuju meja makan. Diatas meja sudah tertata rapi pasta macaroni dengan taburan daging cincang dan keju.
"Taaaraaa Beef Pasta ala Tante Dewi."
ucap dokter Dewi bangga.
"Waw... dari tampilan sih oke, fantastic, hmmm tapi mengenai rasa apakah akan terasa indah di mulut mari kita coba, asikkk udah kaya juri MasterChef belom gayaku hihihi."
"Hahahaha gayamu Ta... ayo cobain gimana rasanya?"
Dita memasukkan sesendok pasta buatan Dokter Dewi ke dalam mulutnya.
"Bismillah ya Tante aku makan nih pastanya."
Astagfirullah asin banget terus ni daging cincangnya minyak mulu mana cuma rasa bawang bombay doang, duh mana diliatin lagi sama Tante Dewi depan muka.
Anan menertawakan Dita melihat ekspresi wajah Dita menahan rasa asin dimulut nya.
"Gimana Ta?"
"Lumayan Tante cuma minyaknya pas numis daging dikit aja tadi mah."
"Serius Ta lumayan? lumayan enak dong?"
Dita terpaksa mengangguk.
"Ya udah berhubung kamu suka abisin yak tuh masih ada setengah lagi di wajan."
"Ah ini aja kenyang Tante."
__ADS_1
"Masa sih itu cuma dikit lho porsinya, cuma buat di icip cobain, ayo diabisin yak, aku masuk dulu ke kamar udah ngantuk."
"I iya Tante."
glek... gimana ini apa ku buang aja yak makanannya.
"Ta... kamu baik banget sih pake boong segala buat muji aku." ucap Dokter Dewi sebelum menutup kamarnya.
"Maksud Tante?"
"Yang di piring kamu itu garamnya sengaja dibanyakin buat nge prank kamu eh taunya kamu bilang lumayan enak hahahha... jangan terlalu baik sama orang Ta, gak semua orang lho nanti tulus baiknya ke kamu."
"Ah Tante mah bisa aja nih... kirain aku Tante kepengen kawin masak asin banget hahaha."
"Hussshh kawin kawin... nikah kali, tuh yang di wajan lumayan enak, iyalah Tante kan pake bumbu pasta yang jadi yang ada daging cincangnya, makan yang itu aja sana..!
night Dita... have a nice sleep..." dokter Dewi menutup pintu kamarnya.
"Ah bisa aja boong nya tuh Tante." Dita beralih menuju wajan tempat pasta masakan dokter Dewi tadi.
"Nah ini baru enak, iya lah bumbu jadi."
Dita menyendok semua pasta itu ke piringnya lalu Dita melahapnya bersama Anan.
"Ckckkckc romantis banget kalian ini bucin akut ini mah." goda Andri.
"Andri no no no jangan masuk kamar Tante Dewi lagi." ujar Dita sembari menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
"Dewi ya yang ngelarang kamu."
"Iyalah siapa lagi coba, kan dia yang punya rumah ini."
"Aaahhh ya sudah lah... cobain dong pastanya." Andri sudah membuka mulutnya mengharap suapan dari Dita malah Anan yang menyuapinya.
"Jangan ngarep ...!!" ucap Anan.
"Ah elo mah Tong cemburu aja bawaannya, eh iya Ta temen kamu tuh si Anita dia lagi main terjun payung sama Bani terjun dari lantai sepuluh ke bawah girang banget."
"Ah serius kamu Ndri."
__ADS_1
"Serius liat aja deh keliatan kok dijendela."
Dita beralih membuka tirai jendela apartemen dilihatnya Anita dan Bani sedang merentangkan kedua tangannya lalu terjun bebas ke lantai dasar dekat kolam.
"Aduh sakit tuh." ucap Dita sambil menutup matanya.
Namun Anita dan Bani sudah kembali lagi ke bentuk semula dan mengulangnya lagi dari lantai yang sama mereka tertawa kegirangan.
"Hadeh ngilu liatnya, ihhhh... serem juga Anita kalo diliat-liat mana punggungnya darah semua pula hiiyyyy.."
"Ta ini pasta nya abis sama Andri nih."
"Enak aja jelas-jelas elo yang makan dari tadi." sahut Andri.
"Tuh buktinya sendok Dita ditangan elo." Anan menunjuk sendok di tangan Andri.
"Elo juga megang sendok tuh hayo."
"Udah ah berisik aja nih udah malem aku mau tidur." Dita melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar.
"Ta, besok ketemu Sandra yak, kok aku kepikiran tiba-tiba."
Dita berhenti sejenak.
"Oh iya yak, urusan kamu itu belom kelar." Dita menepuk jidatnya.
"Terus aku temuin sama ibu kamu gitu apa gimana?"
"Ya coba aja ketemuin sama ibu aku Ta di rumah sakit, ibu udah mendingan kok besok pulang kayanya cuma ayah yang belum pulih banget tapi udah sadar."
"Oke deh besok aku temuin Sandra, udah ya aku tidur dulu."
"Mimpiin aku ya Ta..." sahut Anan.
"Ih kocak... pedeeee.... wleeekkk...." Dita menjulurkan lidahnya dan berlalu kedalam kamar.
****
To be continued...
__ADS_1
Happy Reading...