Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Tom


__ADS_3

Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...


Happy Reading... 🥰😊


******


Tak lama kemudian, Pak Herdi kembali ke dalam rumah.


"Kalian tau, gak?" tanya Pak Herdi.


Semua yang ada di hadapan Pak Herdi langsung menggelengkan kepalanya dan kompak menyahut, "Enggak."


"Oh, iya, ya saya belum cerita, jadi gini ceritanya, ternyata dia itu ada hubungannya sama Mitha," ucap Pak Herdi.


"Maksud Pak Herdi?" tanya Doni mendekat ke arah Pak Herdi.


"Pak, nama saya Tom."


Hantu pekerja itu sudah mulai berubah menjadi seperti semula tak menyeramkan lagi untuk dilihat. Ia menghampiri Doni mendekati pria itu.


"Duh... jadi kamu mengikuti saya karena ada hubungannya sama Mitha?" tanya Doni.


Hantu Tom itu mengangguk. Tasya lalu menghampiri Dita. Ia memberitahukan perihal keberadaan hantu pria bernama Tom itu yang ternyata ada hubungannya dengan Mitha.


"Serius kamu, Sya?" tanya Dita.


"Serius, makanya ayo ikutan, kita temui dia," ucap Tasya mengajak Dita turun ke ruang tamu meninggalkan Tante Dewi yang kini memilih menempati kamar bersama Tasya. Ia tak mau teringat kenangan bersama Om Kevin di kamarnya yang dulu.


Di ruang tamu itu, Anan, Doni, Pak Herdi serta Anta sedang menyimak penuturan Tom. Pria itu menuturkan kejadian pagi tadi yang membuatnya tewas.


"Kemarin saya melihat Ibu Mitha sedang bersama perempuan Jepang yang mengenakan baju kimono di ruangannya. Saya mendengar kalau Wanita Jepang itu membutuhkan seseorang untuk ditumbalkan. Wanita itu butuh darah pria yang masih perjaka," ucap Tom.


"Lalu pria yang ditumbalkan itu, kamu?" tanya Anan.


"Saya gak tau juga, Pak. Tapi pagi ini saya melihat bayangan hitam yang menganggu saya saat bekerja," sahut Tom.


"Lalu kamu terjatuh karena bayangan itu?" tanya Doni.


Tom mengiyakan dengan anggukan.


"Wah, pasti Ratu Masako, nih." Dita muncul bersama Tasya.


"Jadi, Ratu Masako mulai mengendalikan Mitha untuk mencari tumbal perjaka, tapi untuk apa?" tanya Anan.


"Mungkin untuk kembali ke dunia ini dan menguasai dunia kegelapan," jawab Dita.


"Jadi Tom masih perjaka?" Tasya melirik ke arah Tom. Tapi Doni langsung berdiri di hadapan Tasya.


"Asal kamu tahu, Sya, aku juga masih perjaka," sahut Doni.

__ADS_1


"Haiishh masih aja modus nih, cari kesempatan dalam kesempitan," Pak Herdi langsung mendorong Doni sampai jatuh dengan bahunya.


"Ya ampun, kalau pada bucin sama Tasya paling enggak jangan di depan Anta lah, bisa terkontaminasi mata anak ini," ucap Dita langsung menutupi Anta.


"Iya saya masih perjaka, apakah Nona punya pacar?" tanya Tom pada Tasya.


"Jangan coba-coba!" seru Doni dan Pak Herdi berbarengan menarik lengan Tom agar menjauh dari Tasya.


"Bunda, mendingan kita ke kamar aja yuk, bucin-bucinan," ajak Anan.


"Yanda..." Dita langsung menutup kedua telinga Anta di hadapan Anan.


"Oh iya, aku lupa ada Anta hehehe belum tidur dia," ucap Anan.


"Eh tapi aku punya ide Don, gimana kalau si Tom kamu pakai buat pantau Mitha, kan menurut kamu ada pria yang mirip kamu di rumah itu dan suka bersama Mitha, nah kamu suruh deh si Tom cari tau," ucap Dita.


"Wah iya bener juga," ucap Doni.


"Tapi saya cuma sebentar kok, saya cuma mau bilang yang sebenarnya sama Pak Doni, tapi dari tadi saya kejar dia malah ketakutan," sahut Tom.


"Manusia normal mana yang gak ketakutan kalau dikejar-kejar setan, ya gak? kecuali Anta tuh!" tunjuk Doni pada Anta yang langsung tersenyum meringis.


"Oh, kamu cuma sebentar di sini?" tanya Anan.


"Iya pak, saya sekarang lega udah bisa kasih peringatan sama Bapak Doni tentang istrinya, dan saya harap ke depannya Pak Doni harus lebih waspada demi menjaga karyawan, saya takut ada tumbal lain selain saya," ucap Tom.


"Makasih ya Tom, kamu baik banget," ucap Doni seraya memeluk Tom. Terdengar bunyi gemerutuk tulang yang patah saat Doni menepuk tubuh hantu itu pelan.


"Tolong waspadai istri Bapak, sekarang saya ijin pamit ya, Pak."


Tom lalu menghilang pergi dari rumah Tante Dewi itu.


"Aku masih gak ngerti sama ucapan kamu tentang Mitha tadi, emang kenapa sih, Ta?" tanya Tasya.


"Mitha tuh hamil, tapi..."


"Apa? dasar buaya darat, hidung belang, kadal buntung, bisa-bisanya kamu bilang kamu masih perjaka tapi tau-taunya Mitha bisa hamil, hah?" Tasya langsung memaki Doni padahal Dita belum selesai bicara.


"Tapi, Sya. Aku bisa jelaskan," ucap Doni mencoba membela diri menarik lengan Tasya.


"Halah, jangan sentuh aku, aku jijik sama kamu Don, kamu pembohong, tega-teganya kamu berbuat itu setelah kau sakiti aku bertubi-tubi," seru Tasya mengomeli Doni tanpa henti.


krik krik krik


Tasya memandang ke arah Dita, Anan, Anta, Pak Herdi yang memandangnya penuh heran dan bingung.


"Hehehe... pada ngeliatin apa sih?" tanya Tasya.


"Tante Tasya kesurupan ya, Bunda?" celetuk Anta bertanya pada Dita.

__ADS_1


"Kayaknya Tante Tasya lupa minum obat panas deh," sahut Anan.


"Gak pantes Sya kalau kamu kayak gitu barusan kayak bintang sinetron yang gagal casting tau gak, dengerin dulu makanya, Mitha memang hamil, tapi aku percaya kalau Doni gak pernah menghamili Mitha."


Tegas Dita mencoba meyakinkan Tasya.


"Tapi kan di rumah itu cowok satu-satunya cuma Doni, bisa aja dia berbohong," sahut Tasya.


"Beneran, Sya. Sumpah saya gak pernah sentuh Mitha sama sekali, makanya saya mau Kak Dita dan Kak Anan pergi ke rumah seberang buat menyelidiki," ucap Doni masih mencoba membela diri. Tangannya tanpa sadar masih menggenggam tangan Tasya. Dan Tasya juga tak menyadarinya.


"Coba permisi ya, begini aja, mungkin saya bisa bantu Doni untuk ikut ke rumah sana, biar saya yang menyelidiki sosok pria yang katanya mirip Doni itu kan?" Pak Herdi langsung melepas genggaman tangan Doni karena berada tepat di antara Doni dan Tasya.


"Nah, ide yang bagus tuh, siapa tau tofu basi bisa mengatasi masalah tanpa masalah lagi, ya walaupun biasanya masalah terus-terusan datang terus gara-gara dia," tunjuk Anan yang tangannya langsung di gigit Pak Herdi karena kesal.


"Adaw... tolong lepasin, lepasin!" pekik Anan seraya menarik ikatan pocong Pak Herdi lalu memiting kepala Pak Herdi ke dalam ketiaknya.


Pak Herdi memeluk pinggang Anan dan membantingnya ke atas sofa lalu berguling-guling di lantai.


"Ini adegan kayaknya pernah lihat gitu," celetuk Doni.


"Iya, sering nih dulu kayak gini sampe seru banget, aku pegang Pak Herdi, dua puluh dolar," ucap Tasya.


"Aku jelas dong Pak Anan, lima puluh dolar," sahut Doni. Keduanya tanpa sadar kembali akur seperti dulu.


"Bunda, Yanda sama Pak Herdi lagi ngapain sih?" tanya Anta.


"Mereka lagi olahraga, Nta. Yuk bobo udah malam," Dita langsung menggendong Anta.


"Kok olahraga malam-malam sih?" tanya Anta lagi.


"Justru kalau hantu olahraganya malam-malam, itu Yanda lagi jadi pelatihnya," sahut Dita asal.


Dita membawa Anta menuju kamarnya tanpa perduli lagi untuk melerai pertarungan Anan dan Pak Herdi.


"Biar makin akrab deh," gumam Dita sempat melirik ke arah Pak Herdi dan Anan yang masih saling berguling ria.


******


Bersambung...


Mampir juga ke :


- 9 Lives (Jilid II - On Going)


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Gue Bukan Player (END)

__ADS_1


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)


Vie Love You All... 😘😘😘


__ADS_2