
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.
Mampir ya ke Novel terbaru aku yang uwwu
"Diculik Cinta" yang siap mengocok perut kalian.
Happy Reading...
******
"Jadi bagaimana? apa ini mujarab, tapi ini bau sekali," ucap Anan bergidik jijik mencium bau jantung di tangannya.
"Heh itu jantungku, apa yang kau bilang bau?" sahut Ratu Sanca yang sekarang malah terlihat wujudnya layaknya ular kecil yang berada di kotak kayu yang hangat.
Anta membawa Ratu Sanca pulang bersamanya.
"Apa kau tak bisa menghilang, Ratu?" tanya Dita.
"Bisa, kalau tenagaku sudah cukup saat aku besar, sekitar enam bulan sampai satu tahun lagi," ucapnya.
"Apa? satu tahun lagi?" Anan menoleh pada Ratu Sanca.
"Ya, berarti kita rawat dia yanda di rumah ini," ucap Dita.
"Terus mau dikasih makan apa?" tanya Anan.
"Anta tau, kalau Anta lihat di tv, ular itu makannya kodok atau tikus putih, ya kan bunda?" Anta menoleh pada ibundanya.
"Biasanya sih gitu," sahut Dita.
"Memangnya kau pikir aku ular biasa apa, aku kan siluman," sahut Ratu Sanca.
"Lalu makannya apa?" tanya Anta.
__ADS_1
"Aku hanya makan daging mentah dan minum darah sebenarnya, tapi semenjak ditinggalkan di restoran itu, aku hanya makan cicak dan tikus, terpaksa huhuhu..."
"Pantes aja kalah sama cacing, hahahaha." Anan meledek sang Ratu, namun Dita memukul bahu Anan segera.
"Daging hewan, kan? bukan daging manusia?" tanya Dita.
"Iya, kalau kau beri aku daging kambing dan darahnya itu cukup ku cerna untuk sebulan," sahut Ratu Sanca.
"Ya udah kalau begitu besok aku beli kambing hidup buat kamu, tapi kamu kan kecil, bagaimana kamu menelannya?" tanya Dita lagi.
"Lihat saja bagaimana aku memakan makananku nanti."
"Oke deh, kita obati luka kamu dulu, bunda." Anan menarik tangan Dita dan mengobatinya.
"Campurkan dengan air di kamar mandi, lalu mandi lah kalian, agar terhindar dari sihir hitam. Oh iya apa kalian tahu, kalian akan segera tahu siapa yang mengirim kalian sihir hitam dengan tanda-tanda penyakit yang sama dengan kalian, dan jika mereka tak punya mutiara hitam dab jantungku, mereka perlahan-lahan akan mati," ucap Ratu Sanca menjelaskan.
"Bagus kalau gitu, kita gak perlu lagi balas dengan santet apa sihir hitam kalau ternyata berbalik sendiri pada si pengirim hahahha..." ucap Anan membayangkan si pengirim itu menderita sepertinya.
***
Tasya diajak makan malam oleh Logan, ia ingin Tasya menemaninya ke sebuah pesta reuni yang di adakan di sekolah SMA Logan terdahulu. Tasya sudah menggunakan gaun hitam sesuai dress code dengan rambut digerai. Dita berhasil membuat Tasya tampak lebih cantik dari biasanya.
"Tidak, kau terlihat cantik malam ini," sahut Logan.
"Lho, berarti hari-hari biasanya aku tak cantik ya," ucap Tasya meringis.
"Cantik sih, cuma malam ini agak berbeda."
Keduanya sampai di gedung sekolah SMA Colour. Para undangan tampak terlihat cantik dan tampan dengan balutan pakaian hitam yang formal.
"Duh jadi gak pede nih," gumam Tasya.
"Tenang aja, kamu cantik kok," balas Logan.
Pria itu menggandeng tangan Tasya di hadapan para tamu undangan.
__ADS_1
Ternyata salah satu di antara tamu undangan hadir Mitha dan suaminya Doni yang mengamati Tasya yang datang bersama Logan.
Di sudut ruangan pesta, Mark juga tampak memandangi Tasya dan Logan. Di tangannya berada segelas minuman anggur yang sudah di tenggaknya berkali-kali.
Dua orang pembawa acara pesta malam itu naik ke atas panggung menyambut semua tamu yang datang. Sambutan demi sambutan dari pihak sekolah dan alumni terdengar menghibur para tamu. Setelah itu banyak pula pengisi acara yang hadir memeriahkan di pesta reuni tersebut.
"Aku mau ke kamar mandi ya," pinta Tasya ijin pada Logan.
"Kau tau kan kamar mandi di mana?" tanya Logan.
"Iya Aku tau, tenang saja."
Tasya melangkah pergi menuju ke kamar mandi di SMA Colour itu.
Seseorang tiba-tiba terdengar langkah kaki sepatunya, ia mengikuti Tasya menuju kamar mandi.
"Perasaan kayak ada yang ngikutin aku deh?" gumam Tasya.
Lalu ia bunyikan gemerincing gelangnya memanggil Pak Herdi karena rasa takut mulai menghinggapinya.
*******
Bersambung ya...
Mampir juga ke :
- Diculik Cinta
- With Ghost
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
- Kakakku Cinta Pertamaku
__ADS_1
Vie Love You All... 😘😘😘
Note : Sebelum ada yang tanya kenapa dikit banget, ini sengaja guys buat tambahan ekstra part hehehe... besok di lanjut lagi ya.