
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
James makin ketakutan akan penampakan pak Herdi bersama Anita yang menatap nya tajam sambil melotot dan siap menerkam nya.
"Ini tamu-tamu Lo dress code nya pakai baju hallowen yak? Hantu semua hahahhaha cakep keren."
Ucap Shane yang masih tak terkendali sementara James malah ketakutan.
"Shane sekarang Lo jawab gue! Apa yang terjadi sama Anan?"
"Ummm seinget gue Anan tuh mau nolong cewek ini nih yang... Wuih efek ko keren banget usus nya mau keluar ."
Shane menyentuh usus halus milik Maya.
"Tuh baru usus keluar, nah kamu mau perutnya aku robek ginjalnya aku tarik jadiin hiasan anting aku di kanan sama kiri?" Ucap Anita.
"Wuahahahaha kocak Lo kocak." Sahut Shane.
"Lanjutin Shane apa yang terjadi sama gue, eh Anan ?" Tanya Anan makin penasaran.
"Oh iya gue lupa nih gue terusin, Anan tuh mau nolongin ini cewek terus gak tau kenapa dia jatoh nyungsep kebentur tembok terus gak sadar hahaha hebat ya gue waktu itu gue mulai mabok lho tapi masih inget keren ya gue James?"
Shane memukul dadanya sendiri bangga.
"Gila Lo sini ngumpet kaya gue!" Sahut James bersembunyi dibalik sofa.
"Ah cemen Lo ngapain takut, orang mereka tamunya si Manan sih."
Shane masih tak sadar dengan kata hantu sungguhan di hadapannya bahkan hantu nenek ganjen dalam lift tadi masih merangkul lengan Shane ikut duduk di sofa dan belum dia lihat.
"Terus kenapa Anan dibilang overdosis bahkan sampai mati hah?" Pekik Anan
__ADS_1
"Sabar Yanda sabar." Dita mencoba menenangkan.
"Weits santai bro jangan ngegas, Lo tanya deh sama James dia yang tau kenapa Anan jadi overdosis gue mah lanjut mabok waktu itu hahaha." Sahut Shane dengan segala kebodohannya.
Anan menghampiri James menarik kerahnya mendorongnya membentur dinding.
"Apa yang Lo lakuin sama Anan ?" Tanya Anan makin marah dan geram.
"Gue... Gue tahu Anan itu baik dan dia pasti bocor soal kematian mbak itu, jadi bos Anwar suruh gue suntikin morfin ke Anan sampai dia overdosis."
"Tega Lo James terus Lo biarin Anan mati gitu aja terkapar."
"Gue khilaf gue cuma ikutin perintah bos aja biar gue aman, gue juga gak tega liat Anan, habis gue urusin mayat tuh cewek gue langsung bawa Anan ke rumah sakit gue nyesel gue mau selamatkan dia tapi terlambat, Anan mati di perjalanan, maafin gue, maafin gue."
Ada penyesalan di ucapan James yang membuatnya menangis namun Anan tak dapat lagi menahan emosinya dia memukul James bertubi-tubi tanpa ampun.
"Yanda hentikan..! Kamu gak pantas ngotorin tangan kamu buat orang macam dia." Dita menahan pukulan Anan dan memeluk Anan yang rapuh lalu menangis di pelukan Dita.
Sekelebat memori saat Anan terjatuh melintas di pikirannya. Anan ingat saat ia menatap mata mbak Maya sebelum dia pingsan, mata yang meminta tolong namun tak bisa mengucap. Anan ingin menolong namun tubuhnya tak dapat di gerakkan dan dia tak sadarkan diri. Anan juga ingat sampai seseorang memberi suntikan padanya. Anan juga ingat saat James membawanya ke rumah sakit sambil berkata "Maafin gue Nan, maafin gue." Sepanjang perjalanan.
"Aku ingat Ta, aku ingat saat aku melihat Mbak Maya mati, aku ingat saat aku mati di perjalanan aku ingat Ta huaaaaaa."
Tangis Anan makin pecah di pelukan Dita.
"Kamu rekam semuanya Don?" Tanya pak Herdi menepuk bahu Doni yang langsung terkejut dan bergidik takut.
"U... Udah... Udah pak, udah saya rekam buat bukti." Sahut Doni tak mau memandang Pak Herdi.
"Hubungi polisi Don, minta kapten Jihan kemari untuk menangkap mereka." Perintah pak Herdi pada Doni yang masih tak mau memandang nya secara dekat.
"I... Iya pak." Doni langsung menghubungi kantor polisi mencari kapten Jihan agar segera datang ke lokasi hotel xx untuk menangkap Shane dan James.
Setengah jam kemudian para polisi yang di pimpin kapten Jihan sampai ke lokasi. Doni memberikan video rekaman pengakuan James dan Shane tadi kepada kapten Jihan.
"Mungkin ini bisa membantu menangkap pak Anwar, dan mungkin saja dia juga dalang pembunuhan pak Herdi." Ucap Dita.
"Saya gak nyangka lho kalau kalian senekat dan secerdas ini buat perangkap mereka apalagi dua pembunuhan juga terkuak dari keterangan James."
"Ini juga berkat para hantu kapten, saya juga tadinya cuma mau tanya soal kematian Anan eh ketemu hantu mbak Maya yang berkaitan dengan James ini."
Ucap Dita.
__ADS_1
"Hantu? Tadinya saya gak yakin semua cerita hantu kamu, apalagi Dewi terus menceritakan bagaimana pertemanan kamu dengan para hantu, rupanya saya harus percaya nih meski masih gak masuk di akal." Kapten Jihan berdecak kagum pada Dita.
"Karena mereka memang ada kapten, tanya aja sama anak kapten ya kan?"
"Iya sih Ta, tapi ah sudahlah." Saya permisi dulu ya, ini ponsel nya saya sita sebagai barang bukti." Ucap kapten Jihan.
"Yah itu kan ponsel aku." Sahut Doni kecewa.
"Nanti aku ganti Don." Dita menenangkan Doni.
"Oh iya besok kami akan ke TKP mencari jasad perempuan yang bernama Maya ini di club' House." Ucap kapten Jihan.
"Ya kapten, makasih nanti kabari saya jika sudah menemukan jasadnya." Sahut Dita.
Kapten Jihan dan pasukannya pamit membawa James dan Shane.
"Kok punggung gue berat banget ya James, pegel sakit gimana gitu." Bisik Shane pada James yang hanya menunduk terdiam tak menjawab.
Hantu nenek yang berada di punggung Shane itu melambai pada Dita dengan senyum nya yang mengerikan.
"Hiy... Makan tuh nenek ganjen Shane." Gumam Dita lalu menghampiri Anan yang masih terpuruk di sudut ruangan.
"Yanda, udah dong jangan sedih." Ucap Dita.
"Aku masih gak nyangka bun." Ucap Anan lirih.
Dita memeluk Anan mendekapnya dengan kehangatan cinta yang ia curahkan pada dekapannya.
"Aku janji akan selalu jagain kamu Nan, jangan sedih ya, aku sayang banget sama kamu." Ucap Dita.
"Aku juga sayang banget sama kamu bunda." Sahut Anan membalas pelukan Dita lebih erat.
"Mau peluk Don." Anita menghampiri Doni dan memeluknya dengan erat.
"Aku sayang banget sama kamu Don."
"Aku juga sayang banget sama kamu Nit."
Perasaan Doni makin sedih apalagi dia tau malam ini adalah malam terakhir mereka bersama.
****
__ADS_1
Hai readers tersayang... Hayo kira-kira Pocong Tampan tamat sampai sini apa lanjut yak...???
Bisikin ke Vie ya, mau lanjut apa tamat nih, dan mohon dukungannya buat 9 Lives jangan lupa mampir ya...😘😘😘