Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Kedatangan Dia


__ADS_3

Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...


Happy Reading... 🥰😊


******


Saat Doni bersembunyi di belakang pintu agar tak terlihat oleh pengunjung lain yang nantinya masuk, tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya.


"Mana sini Roy, baju sera...gam...nya, Huaaaaaaaaa!"


Doni langsung jatuh tak sadarkan diri saat diberi bola mata hantu pekerja tadi ke tangannya.


Pak Roy si penjaga kebersihan toilet pun langsung membopong tubuh Doni ke ruang kesehatan di dalam gedung tersebut.


***


"Sya, memangnya hubungan Logan sama Samanta apa sih?" tanya Jerry.


"Nah itu yang aku mau cari tahu, soalnya menurut Logan, Samanta itu pacarnya semasa dia hidup dulu, tapi sekarang Samanta malah gak inget bagaimana ia meninggal," jawab Tasya.


Keduanya masih asik bermain air mencelupkan kakinya ke dalam kolam renang. Tiba-tiba Pak Herdi datang ikut serta mencelupkan kakinya ke dalam kolam sembari duduk di samping Tasya.


"Perasaan gak enak nih, bulu kuduk saya merinding, hiiyyy..." ucap Tasya tak mau menoleh ke Pak Herdi.


"Heh, kalau gara-gara saya kamu merinding kenapa pas sama Jerry kamu enggak merinding, kan dia sama-sama hantu kayak saya," protes Pak Herdi seraya menarik ujung rambut Tasya pelan.


"Ry, perasaan ada yang ngomong deh tapi gak kelihatan, ya?" Tasya mencoba menoleh ke kanan kirinya berpura-pura tak melihat Pak Herdi.


"Ya udah lah kalau saya gak dibutuhkan lagi, saya balik jagain Dita aja kalau gitu," ucap Pak Herdi lalu kembali berdiri dan melompat ke arah dapur mencari Dita.


Tasya dengan isengnya membunyikan gelang di tangannya sampai Pak Herdi kembali lagi kepadanya.


"Jiaaahh kok balik lagi?" tanya Jerry.


"Entah karena gelang tersebut atau hati saya mulai tertinggal di sini ya?" aku Pak Herdi dengan wajah malu-malu dan tertawa kecil.


"Cieeeee... Tasya... uhuy ada yang ditaksir pocong nih..." seru Jerry meledek ke arah Tasya.


"Apaan sih, garing banget, udah sana katanya mau jagain Dita aja," sahut Tasya.


"Terus kamu ngapain panggil saya pakai gelang itu?"


"Gak sengaja tadi," jawab Tasya.


"Bohong, sengaja dia sambil ketawa tadi bunyiin gelangnya, ya kan, Sya?" Jerry melirik jahil ke arah Tasya.


"Ih apaan sih, kalau punya mulut tuh jangan sembarangan ngomong," protes Tasya tak mau menatap Pak Herdi.


"Hai gengs...!" Lily langsung hadir di antara Tasya dan Pak Herdi.


"Pada bahas apa sih? ngomongin aku ya?" tanya Lily.

__ADS_1


"Iya ngomongin kamu, katanya Pak Herdi kangen udah lama gak kejar-kejaran sama Lily," sahut Tasya asal.


"Ah... benarkah itu," ucap Lily lalu memeluk Pak Herdi dengan gemasnya.


"Idih si mami gak bisa liat pocong licin dikit jidatnya main peluk aja," sahut Jerry.


"Lepas-lepasin saya!" pinta Pak Herdi.


"Main kejar-kejaran yuk, Pak?" Lily melirik ke arah Pak Herdi.


"Gak mau mendingan aku balik ke dalam gelang Tasya," Pak Herdi langsung menghilang.


"Yah, panggil lagi dong, Sya..." pinta Lily.


"Malas ah, aku mau bantuin Dita masak aja," ucap Tasya.


***


Malam itu Dita dan lainnya makan malam di ruang makan rumah Om Kevin, yang kini sudah menjadi milik Tante Dewi.


"Besok jadi kita buka restorannya?" tanya Dita menoleh pada Anan


"Hmm... janhan dulu lah, aku mau belanja dulu buat keperluan restoran, nanti kamu hubungi Laura buat masuk kalau kita udah siap, terus besok kamu mulai panggil calon karyawan yang udah kamu seleksi itu buat jadi pelayan nemenin kamu, Sya."


Anan menoleh pada Tasya dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Tasya seraya berucap, "Siap, Bos!"


"Ratu Sanca kita pindahin lagi aja ya ke restoran, gimana? takutnya tante Dewi syok nanti lihat dia tumbuh besar?" tanya Dita.


"Ratu Sanca?" tanya Tante Dewi.


"Kalau berhubungan dengan makhluk gaib, mendingan Tante gak usah dengar, gak usah cerita," ucap Tante Dewi menegaskan seraya menunjukkan telapak tangannya ke arah Dita.


Anan, Dita, Tasya dan Anta langsung tertawa.


"Tante payah nih, masa kalah sama Anta, semua temen Anta aja hantu," celetuk Anta.


"Hiyyy punya temen hantu aja bangga, huuu..." seru Tante Dewi menimpali Anta.


Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan dan bel pintu di depan rumah.


"Aku aja yang buka," ucap Tasya.


Lalu gadis itu beranjak ke arah pintu depan membuka pintunya. Betapa terkejutnya Tasya kala melihat wajah Doni yang langsung menarik tangan Tasya ke ruang tamu dan memeluknya.


"Tolongin aku, Sya. Tolongin aku..." pinta Doni.


"Lepasin dong! gak usah pakai peluk," protes Tasya mencoba melepas pelukan Doni dari pelukannya.


"Aku takut, Sya, pokoknya tolongin aku..." rengek Doni.


"Takut sama modus tuh beda tipis ya?" celetuk Anan.

__ADS_1


Tasya langsung mendorong tubuh Doni sampai jatuh ke atas sofa.


"Tau nih datang-datang main peluk aja," sahut Tasya menatap Doni dengan kesal.


"Kamu kenapa, Don?" tanya Dita.


"Tuh... lihat tuh! ngikutin aku terus," tunjuk Doni ke sosok pria yang berdiri di depan rumah. Hantu pekerja tadi itu rupanya selalu mengikuti Doni dari kantor tadi.


"Hai, Om!" sapa Anta pada hantu pembersih gedung itu.


Hantu itu membalas sapaan Anta dengan tersenyum dan melambaikan tangannya lalu ia tak sadar kalau bola matanya jatuh ke telapak tangannya.


"Wah, hebat mata Om-nya bisa copot gitu keren," celetuk Anta.


"Astagfirullah, haduh sawan deh anakku, kamu urus Yanda kenapa dia ngikutin Doni," ucap Dita yang tak mau memandang hantu di depan rumah itu saking seram dan menjijikkan.


Tasya langsung memanggil Pak Herdi seperti biasa.


"Butuh di training dulu biar bisa mode cantik kali ya," gumam Tasya.


Pak Herdi yang baru saja muncul langsung menepuk dahinya sendiri.


"Sekali-sekali cewek cakep kek buat saya training bukan model kayak gini," keluh Pak Herdi.


"Ada apaan sama Doni, Ta?" tanya Tante Dewi.


"Mending gak usah tau, kita ke kamar Tante aja yuk, buat menghindar," ucap Dita menarik lengan Tante Dewi menuju kamarnya.


Sementara itu Anan, Anta, Doni dan Tasya masih memandangi hantu pekerja di gedung Doni yang masih berbicara dengan Pak Herdi di luar sana.


Tak lama kemudian, Pak Herdi kembali ke dalam rumah.


"Kalian tau, gak?" tanya Pak Herdi.


Semua yang ada di hadapan Pak Herdi langsung menggelengkan kepalanya dan kompak menyahut, "Enggak."


"Oh, iya ya saya belum cerita, jadi gini ceritanya..."


******


Bersambung...


Mampir juga ke :


- 9 Lives (Jilid II - On Going)


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Gue Bukan Player (END)

__ADS_1


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)


Vie Love You All... 😘😘😘


__ADS_2