
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
thx u Makasih Fennie buat Fanart nya...
***
Di apartemen Dita saat ia memasak Nasi goreng daging sapi untuk makan malam.
"Bunda... kok aku ngerasa aneh ya?" ucap Anan.
"Astagfirullah yanda..." Tubuh Dita terasa lemas tiba-tiba saat melihat sosok Anan terbalut kain kafan dengan ikatan kepala. Sosok Anan yang dulu ia temui pertama kali, kini hadir di hadapannya.
"Kenapa bunda, ada yang salah ya sama aku?" tanya Anan.
"Yanda coba deh ngaca," pinta Dita.
Anan mencoba bercermin di jendela dapur. "Aaaaaaaaaaa... ada hantu bungkus...!!!"
Anan langsung mencoba menghampiri Dita, namun entah mengapa dia malah melompat saat menghampiri Dita.
"Eh bentar ada yang aneh kan.." Anan mencoba kembali lagi ke tempat tadi dan menghampiri Dita lagi.
"Bunda... beneran ya aku lompat?" tanya Anan.
Entah apa yang harus di lakukan Dita, yang pasti perempuan itu sudah terduduk lemas menahan tawanya. Ada perasaan sedih juga yang Dita alami, masa baru saja menjadi pengantin baru lagi kini Anan harus menjadi sosok pocong seperti dulu.
"Yang di kaca jendela itu, aku ya bun?" tanya Anan.
"Iya yanda," Dita mengangguk.
"Aku jadi hantu bungkus? aahhhh tidaaakkkk!!!" Anan merengek sambil terduduk di lantai.
Dita menggerakkan gelang di tangannya untuk memanggil Pak Herdi tapi tak bisa, tak ada Pak Herdi yang langsung datang menghampirinya seperti biasa.
"Kalau Doni sama Om Kevin mereka bertukar tubuh, nah ini kamu sama Pak Herdi gak bertukar tubuh tapi malah kamu jadi pocong terus Pak Herdi jangan-jangan jadi manusia," ucap Dita.
"Aaaaaaaaa...!!!!" teriakan datang dari dekat kamar Tasya dan Anta.
Dita dan Anan segera menghampiri arah suara tersebut.
"Ada apa Sya?" tanya Dita dengan panik saat melihat Tasya sedang menutupi wajah Anta dengan selimut.
"Pak... pak Herdi."
"Kenapa dengan Pak Herdi?" tanya Dita makin panik.
"Pak Herdi gak pake baju tuh ngumpet di balik pintu," Tasya menunjuk ke belakang Dita, sambil menutup wajahnya dengan selimut juga bersama Anta.
"Anta pengap tante, aku mau lihat," rengek Anta.
"Gak boleh! malu tau!" sahut Tasya menyembunyikan wajahnya bersama Anta.
__ADS_1
Dita menarik daun pintu tersebut secara perlahan.
"Jangan Ta!" ucap Pak Herdi menahan pintu tersebut.
"Bapak beneran gak pakai baju?" tanya Dita.
"Iya... makanya jangan!" pinta Pak Herdi.
"Coba sini aku yang lihat," ucap Anan.
"Aaaaaaaaa...!!!" Anan dan Pak Herdi berteriak bersamaan.
"Ini kenapa jadi pada teriak-teriak sih?!" Dita menutup kedua telinganya.
"Itu aku lihat punya pak Herdi kecil banget, badan doang gede," Anan mencibir Pak Herdi.
"Heh sembarangan! itu kamu kenapa bisa jadi lontong kisut gitu?" tanya Pak Herdi mengintip dari balik pintu.
Dita menampar pipi Pak Herdi seketika.
"Adaw...! sakit Ta," Pak Herdi mengelus pipinya sendiri.
"Ini kayaknya kalian ketuker deh di air mancur Kuil Ro kemarin, terus Anan jadi pocong, Pak Herdi jadi manusia," ucap Dita.
"Berati kita harus pergi ke kuil itu lagi dong?" tanya Anan.
"Iya kita harus kesana lagi," sahut Dita.
Tasya mengintip dari selimutnya, "Astagfirullah... kenapa ada pocong lagi di rumah ini sih?"
Tasya menurunkan selimutnya.
"Kok yanda kayak bungkus permen?" tanya Anta sambil tertawa.
"Wah si Anta, macem-macem ya sama yanda," Anan melompat menghampiri Anta.
Tasya langsung berpindah tempat menghampiri Dita.
"Ini gimana sih Ta?" ucap Tasya.
"Ya mereka ketuker, kita harus balik lagi ke sana," ucap Dita.
"Duh jangan deh serem tau Ta, masa dimana-mana nemu kepala, sampai mau tidur juga meluk kepala bukannya bantal, idih ogah ah," sahut Tasya.
"Ya kalau saya sih malah seneng jadi manusia lagi hehehe," ucap Pak Herdi yang lupa dirinya tanpa busana langsung keluar sambil bertolak pinggang dari tempat persembunyiannya.
Dita dan Tasya saling bertatapan lalu berteriak bersamaan dan menutup wajah mereka sendiri dengan kedua tangannya.
***
Doni terperanjat saat melihat Anan kembali seperti waktu itu, sosok pocong itu tak pernah di sangka oleh Doni. Sementara itu tante Dewi dan Om Kevin yang tak bisa melihat Anan sangat menyayangkan hal itu terjadi.
Dita ingin kembali ke Kuil Ro saat itu juga tapi saat tante Dewi menghubungi Pak Yon berita tak terduga di dapatkan oleh Tante Dewi. Sepulangnya Pak Yon dari mengantar mereka, si supir itu mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh.
"Jadi gimana tante, gak ada supir lagi buat kita biar bisa kesana?" tanya Dita.
"Tante gak tau Ta, malahan kata pengurus travelnya gak ada supir yang mau ke sana, di tambah kejadian yang menimpa Pak Yon, makin pada takut para supir travel antar kita ke sana," ucap Tante Dewi.
__ADS_1
"Tante tolong deh cari tau kali aja ada supir yang mau, atau nanti aku coba temui pak Yon di rumah sakit untuk tau rute nya, biar aku sewa mobil sendiri, ada Pak Herdi atau Doni supirnya," ucap Dita.
"Kok jadi aku sih kak Dita, sumpah trauma banget aku kembali kesana," ucap Doni ketakutan.
"Ya habis gimana Don, masa aku yang nyetir, atau Anan, kan makin horor aja kalau ada yang lihat pocong nyetir," ucap Dita.
"Tau Don, tolongin gue apa, nanti gue bayar elo lima kali lipat dari bayaran Pak Yon," ucap Anan.
"Bukan masalah bayaran Pak, ini masalah jantung, semalaman aja saya di sana kagetan mulu sama kepala-kepala yang nongol dimana-mana, saya takut kena serangan jantung pak Bos," sahut Doni.
Tiba-tiba Pak Herdi keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian dengan pakaian milik Anan. Badan Pak Herdi memang lebih besar dan tinggi dari Anan, sehingga kaus yang ia pakai sangat terlihat ketat dan celana nya cungkrang ia kenakan. Semua yang melihat Pak Herdi kala itu langsung terbahak-bahak menertawai Pak Herdi.
"Tuh kan saking kisutnya badan lu jadi gak ada yang muat kan baju lu buat gue menyan," ucap Pak Herdi menunduk malu.
"Kayaknya kalau badan Kevin hampir sama deh, bentar ya aku aku ambilin dulu, ayo mas temenin aku," Tante Dewi menarik lengan Om Kevin agar mengantarnya menuju Apartemen mereka.
"Nanti saya pinjem kartu saya ya Ta, beliin saya pakaian yang layak pakai, bukan kaya bocah gini," ucap Pak Herdi.
"Heh baju bocah gimana maksud luh? itu baju hits banget tau, emang lu aja yang gak pantes makenya," ucap Anan mulai sewot.
"Heh kalau kamu macem-macem sama saya nanti saya gak mau lagi lho tukeran wujud sama kamu, saya bisa kabur lho biar jadi manusia seterusnya," ancam Pak Herdi.
Anan merenung sejenak, ucapan Pak Herdi tadi memang ada benarnya.
Wah iya kalau si hantu bungkus ini sampai kabur kan gue belum mati masa gue jadi hantu bungkus gini selamanya, idih ogah dah, gimana gue mau bikin adek coba buat Anta.
Batin Anan sambil mengamati Pak Herdi.
"Pak Herdi bener yanda, kamu yang sabar ya, jangan nantangin gelut Pak Herdi, repot nanti kalau dia gak mau ikut sama kita ke Kuil Ro," bisik Dita di samping Anan.
"Iya iya aku bakal nurut sama ni hantu bungkus," ucap Anan.
"Nah gitu dong, asal kamu tahu ya, saya mau ikut Dita buat tuker wujud lagi sama kamu cuma karena saya mau Dita dan Anta bahagia," ucap Pak Herdi.
"Aaahhh Pak Herdi so sweet banget sih, jadi mau peluk," ucap Dita.
Pak Herdi merentangkan kedua tangannya bersiap mendapat pelukan dari Dita, tetapi Anan sudah melompat ke arahnya dan memeluk Pak Herdi.
"Gue aja yang wakilin peluknya," ucap Anan.
Doni mati-matian menahan tawanya melihat adegan tersebut.
***
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1