Pocong Tampan

Pocong Tampan
Hamil


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Cerita panjang macam apalagi ini, kalian ini ya selalu saja membuat ulah, saya kesana sekarang." Tante Dewi memutus sambungan teleponnya.


"Ayo ke Rumah Sakit Melati, Dita pingsan katanya dan di rawat disana." ajak Tante Dewi menarik om Kevin.


"Mau naik apa jam tiga pagi gini?" tanya om Kevin.


"Kamu bisa naik motor gak?" tanya Tante Dewi.


"Bisa, memangnya kenapa?" om Kevin bertanya kembali.


"Kita sewa motor penjaga, bagaimana?" Tante Dewi memberi ide.


"Ide bagus, ayo kita pinjam." ajak om Kevin.


Setelah memberikan tiga lembar uang kertas ratusan ribu Tante Dewi dan om Kevin berkendara dengan motor skutik milik penjaga yang mereka sewa menuju rumah sakit tempat Dita dan Anan berada mengandalkan GPS pada ponsel pintar mereka.


Tante Dewi dan om Kevin sampai juga di sebuah rumah sakit yang bernama RS. Melati tempat Dita di rawat.


"Duh hape nya mati lagi si Anan." gumam Tante Dewi yang tak bisa menghubungi Anan.


"Itu bukannya Anan?" om Kevin menunjuk seorang pria yang baru saja dari tempat pengambilan obat menuju ruang IGD.


"Anan...Anan...!" teriak Tante Dewi memanggil nama Anan.


"Lho kalian kok tahu kami disini?" tanya Anan.


"Tadi Tante telpon Doni, terus ada apa dengan Dita katanya dia pingsan?" tanya Tante Dewi.


"Hehehe." Anan memeluk Tante Dewi sambil lompat kegirangan mengajak Tante Dewi berputar-putar di lobby rumah sakit itu.


"Wah jangan-jangan efek lelah dia kaya gini nih." ucap om Kevin memegang dahi Anan.


"Stop Anan stop Tante mau muntah nih diajak muter-muter gini, jelasin ada apa sebenarnya sih?" tanya Tante Dewi menghentikan Anan.

__ADS_1


"Dita hamil Tante, Anan mau jadi ayah." sahut Anan.


"Aaaaaaahhhhh DITA HAMIL? yeaaaayyyyyy Alhamdulillah..." gantian Tante Dewi yang berjingkrak kegirangan mengajak om Kevin berputar-putar sampai suster dan pengunjung yang masih ada di lobby rumah sakit memperhatikan tingkah laku ketiganya.


"Selamat ya Nan." Tante Dewi memeluk Anan yang tiba-tiba menangis.


"Kamu bahagia banget ya sampai nangis gini?" Tante Dewi menepuk-nepuk punggung Anan.


"Nanti pas anak aku lahir, apa aku masih ada di dunia ini ya Tante, tubuh Manan kan gak lama lagi aku pinjem huhuhu." ucap Anan sambil menangis.


Tante Dewi juga ikut menangis kala mengingat peristiwa yang menimpa Anan dan Manan ini.


"Kok aku gak paham ya dengan pembicaraan kalian." om Kevin menggaruk-garuk kepalanya.


"Sudah nan tenang, sekarang saatnya kita harus buat Dita seneng terus jangan buat dia stress biar baby-nya juga bakalan happy terus nanti pas lahir, terus jauhin Dita dari masalah-masalah hantu oke." Tante Dewi menyeka air matanya, begitu juga dengan Anan.


"Kita tunjukin wajah bahagia kita depan Dita, yuk jemput Dita pulang." ucap Tante Dewi mencoba memberikan raut wajah bahagia untuk bertemu Dita.


"Iya Tante." sahut Anan menarik nafas panjang dan memberikan senyum bahagianya lalu mereka masuk ke ruang IGD menjemput Dita untuk kembali ke hotel.


"Kamu bawa motornya sendiri ya mas, aku bareng mereka aja naik mobil." ucap Tante Dewi.


"Tapi aku takut Dewi, kalau harus naik motor sendirian ini jam tiga pagi lho." sahut om Kevin.


Dita mengelus perutnya dengan penuh kebahagiaan meski tersadar kala melihat Anan yang akan pergi meninggalkan nya jika tubuh Manan sudah tidak bisa di pakai. Dita mencoba menyembunyikan kesedihannya dari Anan dengan selalu memberikan senyum bahagianya.


Di dalam mobil Anan menceritakan semua kejadian malam itu tentang perlawanannya melawan kuyang dan peristiwa hilangnya Tasya.


"Kalian yakin besok pagi Tasya bakal balik ke hotel?" tanya Tante Dewi dengan raut wajah cemas.


"Kita berdoa aja Tante." ucap Anan fokus menyetir sambil melirik Dita dari spion yang sudah tertidur pulas di kursi belakang.


***


Perut Dita sudah membesar, Anan mencium perut Dita penuh kebahagiaan.


"Kalau anak nya perempuan aku mau kasih nama Dinan, kalau laki-laki aku mau kasih nama Nanta singkatan dari Dita Anan dan Anan Dita, gimana Yanda?" tanya Dita.


"Aku sih setuju aja asal bunda bahagia, yang penting sehat semua ibu dan bayinya." sahut Anan memeluk Dita dari samping dan mencium rambutnya.


"Aduh Yanda perutku mules nih mau melahirkan, aaaaaaaaa sakit banget." pekik Dita yang tak tahan dengan rasa sakit yang menyerangnya.


"Ayo kita ke rumah sakit, duh mana lagi Tasya sama Doni yang bisa lihat aku." Anan mencari-cari keberadaan Doni dan Tasya.


"Kamu tunggu sini dulu ya, kami duduk dulu." ucap Anan.

__ADS_1


"Buruan Yanda ini sakit banget awwwww." pekik Dita mencoba menahan sakitnya dan mengingat pelajaran bernafas dengan benar saat senam kehamilan tempo hari.


Sambil melompat-lompat Anan mencari keberadaan Doni atau Tasya. Sampai akhirnya ia bertemu Tasya.


"Kamu gimana sih Sya kan harusnya kamu jagain Dita tuh dia mau melahirkan." ucap Anan mengomeli Tasya.


"haduh, kak Dita mau melahirkan duh gimana nih, gimana nih." Tasya malah ikutan panik mondar-mandir yak jelas di hadapan Anan.


"Yeee malah ikutan panik ayo bawa Dita ke rumah sakit."


"Iya ya Cong, eh pak bos." Tasya langsung berlari menolong Dita dan membawanya ke rumah sakit dengan menaiki mobil yang di kendarai Doni.


Sesampainya di rumah sakit Tante Dewi dan om Kevin sudah berada disana menyemangati Dita.


Dita masuk ke ruang operasi persalinan sambil menarik ikatan pocong Anan ke dalam rumah sakit.


"Ayo kamu ikut, kamu harus nemenin aku di dalam." ucap Dita membuat para suster dan dokter bingung dengan perkataan Dita.


"Apa dia berhalusinasi ya dok?" tanya seorang suster heran.


"Mungkin saja karena pengaruh obat penahan sakit." sahut dokter.


Anan terus melompat tak menentu.


"Duh harusnya saya tadi ganti baju dulu jangan pakai kain kafan kaya gini nih."


gumam Anan lalu akhirnya memegang tangan Dita.


"Apa suaminya mau dipanggil ke dalam Bu buat nemenin persalinan ibu?" tanya dokter tersebut.


"Pocong ini suami saya dok, aaaaaaaaaa." teriak Dita sambil mengejan menarik-narik ikatan pocong kepala Anan.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you

__ADS_1


__ADS_2