Pocong Tampan

Pocong Tampan
Hantu Pengganti


__ADS_3

Anan dan Aldo berusaha melepaskan cekikan Tania dari Dita.


Setelah lepas Aldo menahan Tania untuk menjauh dari Dita.


"Apa yang terjadi kenapa Dia seperti itu?" tanya Anan menenangkan Dita di pelukannya.


"Pas aku masuk Tania wajahnya serem kaya gitu terus dia cekik Aku tiba-tiba, aku gak tau dia kenapa." jawab Dita memijat sedikit lehernya yang sakit tercekik.


"Hai jawab!! apa yang kau lakukan pada Dita?!


Anan membentak Tania yang menunduk kan wajahnya lalu tertawa.


"Hahhahaha aku ingin dia menjadi temanku."


jawab Tania dengan tatapan seram di matanya.


"Aku sudah menjadi temanmu , aku tulus menganggap mu teman." sahut Dita.


"Tapi aku mau kau mati!"


"Kenapa kau ingin dia mati? dia kan baik." Aldo masih memegang Tania didekapannya.


"Aku tak tahu, aku tak tahu... dikepalaku terngiang aku hanya ingin dia mati...!!"


pekik Tania menutup telinganya seolah mendengar suatu bisikan di telinga nya.


Tania berlari ke arah dapur lalu menghilang.


"Aku rasa ini bukan kehendak Tania." Dita mencoba menenangkan diri lalu duduk di kasurnya.


"Apa ada yang mengendalikan nya?" Anan duduk berpikir dengan gaya yang cool nya itu.


"Wuidih Anan udah kaya bos aja duduknya." sahut Aldo.


"Do, aku mau kamu awasin Tania, biar Dita aku yang nemenin." Sahut Anan.


"Eh masa kalian berduaan kata nenek aku kalo berduaan nanti datang yang ketiga setan lho."


"Tunggu coba kamu pikir lagi sekarang, ini mah namanya keadaan dimana setan berduaan yang ketiga manusia dong." sahut Dita.


"Hahhahaha iya bener, tapi ih masa yang berduaan aku sama Anan, emangnya aku cowo apaan hiyy jijay." ledek Aldo memasang tampang jijik di wajahnya.


"Hahahaha Aldo lucu ih... kali aja kamu ketularan Robi." sahut Dita.

__ADS_1


"Udah sana kamu awasin Tania, kamu juga Ya pokoknya kamu gak boleh berdua sama Tania Disini, kamu harus selalu aku temenin dimana pun." Anan mengancam Dita lalu Anan mendorong punggung Aldo pelan untuk mengawasi Dita.


"Dimana pun? berarti kalo aku mandi, pipis, pup, kamu nemenin, aaaaa tidaaak..!!" Dita menutupi bagian dadanya dari mata Anan dan Aldo.


"Maaf ya wahai manusiaku, aku tak akan serendah itu." Anan bertolak pinggang dan menoleh ketus.


"Ya kali Nan, maaf kalo gitu." sahut Dita


"Dah sana tidur! kamu juga sana awasin Tania..!" perintah Anan pada keduanya.


***


Hari perlombaan Aldo pun dimulai entah bagaimana caranya Robi dan Sandi meyakinkan panitia untuk mengosongkan area ujung kolam sana untuk Aldo berlomba.


"Kamu dukung siapa Ta?" tanya Anita yang kegirangan melihat cowok-cowok berbadan tegap plus perut kotak-kotak hanya memakai kolor sexy siap berlomba di arena kolam renang itu.


"Aku dukung Aldo dong." jawab Dita lupa kalo Aldo hanya terlihat olehnya.


"HAH... ALDO...?? Salah nama kali kamu." sahut Anita.


"Eh iya salah, aku dukung Sandi hehehehe jadi inget Aldo." Dita sadar akan ucapannya yang salah.


"Aku dukung Robi ah, cakep juga yak hot banget hehehe untung Doni gak ikut."


"Yakin kami dukung Robi?" tanya Dita yang tahu siapa Robi sebenarnya.


"Nih ya aku rasa Robi lebih tertarik nomer telpon Doni daripada nomermu hahhaha." Dita mengedipkan satu mata ke arah Anita.


"Maksud mu??"


Dita hanya tersenyum tanpa perlu menjawab dia yakin Anita mengerti terlihat dari wajahnya yang berubah masam melihat Robi.


Para perenang sudah siap pada posisinya dan aba-aba lomba di mulai pun terdengar.


"GO... ALDO...." Teriak Dita mendukung Aldo.


"Sandi Ta Sandi namanya." Anita memprotes nya.


"Eh iya Go Sandi..."


Akhirnya perlombaan dimenangkan oleh Aldo namun karena Aldo tak terlihat maka waktu tercepat diperoleh Sandi.


"Selamat ya Sandi." Ucap Dita.

__ADS_1


"Ta, gue mau kasih piala ini ke Aldo gimana caranya?" tanya Sandi ada ketulusan di matanya saat dia mengutarakan maksudnya.


"Emang yang menang Aldo sih." Jawab Dita sembari melirik Aldo.


"Kasih mama ku Ta pialanya." sahut Aldo.


"Emmm kata Aldo kamu kasih pialanya ke mama Aldo."


"Aldo gue tau elo disini, gue janji gue akan kasih piala ini ke nyokap elo." Ucap Sandi yang entah memandang ke arah mana yang dia yakini ada Aldo.


"Aldo di belakang kamu San." Dita menunjuk belakang Sandi.


Sandi berbalik kearah sebaliknya dan mengucapkan hal yang sama. Aldo menangis memeluk Sandi namun Sandi hanya merasakan hawa yang hangat menyentuh tubuhnya kala itu.


***


"Yeayyy akhirnya wahana buka lagi." jawab Anita yang siap di meja kerjanya.


"Sepi kali ya Ta, meskipun ini hari Sabtu." ucap Anita meregangkan tubuhnya.


"Mungkin Nit, tapi lihat tuh rombongan anak sekolah banyak juga pada dateng." sahut Anita menunjuk arah parkiran.


Seketika wahana kolam itu mendadak ramai seperti biasanya malah tambah ramai.


Sampai sore harinya tepat pukul enam. Seorang anak perempuan berusia kurang lebih dua belas tahun yang menemani ibunya berlatih renang terjatuh ke kolam.


Ibunya menangis di tepi kolam tak bisa menyelamatkan anaknya karena kaki ibunya terasa kram.


Semua kru menghampiri area kolam itu termasuk Dita dan Anita yang ikut berlari kearah kejadian.


Dita melihat sesuatu yang menarik anak itu kedasar kolam sampai kepalanya terantuk dasar kolam dan pingsan. Kang Ujang menyelematkan anak itu namun setelah diberi nafas buatan nyawanya tak tertolong.


Sosok yang Dita kenal itu muncul di permukaan kolam dan berdiri di tepi sebrang Dita.


Ternyata bukan Tania yang dia duga melakukan pembunuhan itu sedari tadi, melainkan sosok itu adalah Aldo.


"Maafin aku Ta, aku harus membuat seseorang menggantikanku agar aku bisa pergi dari sini." ucap Aldo lalu menghilang dari tatapan Dita.


Hantu anak kecil itu kini berada disamping Dita berdiri, menunduk, dan basah kuyup. Hantu anak perempuan itu mengangkat wajahnya yang pucat pasi memandang Dita dia menangis, meneteskan darah dari kedua matanya....


***


To be continued

__ADS_1


Happy Reading...


Makasih vote nya yak, keep Voting me...😘😘


__ADS_2