
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
"Kak Dita mau kemana pak bos?" tanya Doni yang heran melihat Dita menuju sebuah pohon besar di parkiran rumah sakit keluarga milik Anan.
"Coba Lo ikutin sana!" sahut Anan.
"Emang kenapa pak bos?"
"Sudah sana ikutin aja!" Anan mendorong Doni pelan menghampiri Dita.
"Ngapain Don?" tanya Dita
"Lah kakak ngapain bawa makanan ke sini?" Doni bertanya balik.
"Tarik nafas dalam-dalam Don, siapkan mental mu yak." bisik Dita.
"Maksud kakak apa sih?" tanya Doni masih tak mengerti.
"Siapa anak ini huahahaha." suara om item menggelegar di belakang Doni.
"Kak perasaan Doni gak enak."
"Jangan pingsan tahan Don, kalau kamu sampai pingsan aku tinggal nih disini."
"Tapi ini apa kak." Doni menunduk mengintip kaki besar di belakang kakinya.
"Itu om item Don, penunggu pohon ini." ucap Dita ber tos ria dengan om item.
Doni mencoba menoleh dengan kakinya yang makin gemetar mendapati sosok raksasa hitam berbulu lebat di belakangnya.
"Ge ... ge... gen... gende...."
"Om item, udah gitu aja manggilnya." Dita langsung memotong ucapan Doni, "Om itu ayam bakar buat om dimakan yak, awas aku gak mau liat bangkai tikus got lagi di pojokan situ, kan om udah janji."
"Hehehe habisnya mereka menggoda untuk dimakan huahaahahaha." jawab om item dengan suara menggelegar menggetarkan hati.
"Oke Dita pamit ya om, ayo Don." ajak Dita meskipun Doni masih berat melangkah Dita menarik Doni paksa. Celana Doni basah saking ketakutannya.
"Pasti dia liat om item kan?" tanya Anan.
__ADS_1
"Iya Nan hahaha lucu." sahut Dita.
"Idih Doni jorok kebiasaan." Anita datang menggandeng tangan Maya yang sudah belajar berubah mode cantik dari Anita.
"Wuidih cantik nya mbak Maya." puji Dita.
"Ah Dita bisa aja." sahut Maya tersipu lalu terkejut menutup mata karena melihat Doni yang celananya basah.
"Gue gak mau ya Don, jok mobil gue bau pesing." ancam Anan.
"Iya bentar pak, Doni bawa sarung kok, aku ganti dulu ya, tungguin pak jangan pulang duluan." pinta Doni.
"Buruan sana." seru Anan lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Aku gak sabar nih hari Sabtu besok kalian menikah aaahhh." ucap Anita menggenggam bahu Dita erat.
"Nit, bisa gak sih sampai aku punya anak baru kamu pergi?" pinta Dita menahan tangisnya.
"Aku... aku gak tau Ta, dah yang penting fokus jangan makan banyak takut kalau gaun kamu gak muat hahaha." Anita mencoba mencairkan suasana. Anan menggenggam tangan Dita sembari tersenyum hangat.
"Sudah pak ayo jalan, aku pakai sarung sekarang." ucap Doni yang masuk di kursi belakang sempat terhenti melihat hantu Maya, melirik ke perut Maya yang sudah tak menyeramkan lalu memberanikan diri duduk disamping Maya. Maya tersenyum kepada Doni.
Brak...!!! "Pak Manan tunggu...!" Shinta menghentikan mobil Anan sebelum melaju.
"Mau ngapain lagi sih ni wewe gombel." ucap Anita kesal.
"Bapak suka kan sama aku bapak pasti mau nikahin aku, bapak kan udah makan kue brownies dari aku." ucap Shinta memohon penuh harap.
"Apalagi sih ini?" Dita menepuk dahinya.
"Maaf ya Shinta tadi kue kamu aku kasih Joni." jawab Anan.
"Stop jangan sebut nama Joni pak ini aja aku berhasil sembunyi dari dia." ucap Shinta sambil menengok kanan kiri takut ada Joni dan Johan yang mengikuti nya.
"Ya tapi..."
"Tunggu, bapak gak makan kue dari aku?" tanya Shinta.
Anan menggeleng "Aku gak makan Shin, aku bilang enak biar kamu seneng."
Shinta tertunduk lesu bagai tersambar petir di siang hari yang panas terik saat mendengar ucapan Anan.
"Maaf Shinta saya mau pulang yak, tolong permisi dari hadapan mobil saya takutnya nanti saya nabrak kamu."
"Tabrak aja saya pak hiks hiks tabrak saya pak, saya mau mati aja huhuhuhuhu." Shinta menangis sejadi-jadinya.
Doni keluar dari mobil Anan menghampiri Shinta. "Kak jodoh itu sudah di atur sama Gusti Allah, cinta gak bisa dipaksakan, Doni selalu berdoa supaya kakak bakal dapat jodoh yang terbaik." ucap Doni memeluk kakaknya yang sedang menangis.
"Tapi aku maunya pak Manan yang jadi jodohku Don, gak mau yang lain huhuhuhu." rengek Shinta. "Jangan egois kak, ayah sama ibu juga bakalan malu kalau kakak kaya gini." ucap Doni.
__ADS_1
Anan masuk ke dalam mobilnya memasang sabuk pengamannya.
"Doni mau pulang bareng pak bos ya kak, aku malu pakai sarung gini kalau naik ojek online ke tempat kos hehehe." ucap Doni melepas pelukannya meninggalkan Shinta lalu masuk ke dalam mobil Anan.
Shinta menatap Dita tajam, Dita membalasnya dengan senyuman hangat dan lambaian tangannya.
"Lo tau Ta, gue siap di cap pelakor asal pak bos jatuh ke tangan gue, sekarang Lo bisa bahagia tapi nanti liat aja, nanti gue bisa lebih nekat." gumam Shinta melihat mobil Anan menjauh menuju jalan raya.
"Shinta kenapa sih Don?" tanya Anita.
"Emmm sebenarnya tadi kak Shinta kasih kue brownies ke pak bos nah di kue itu ada peletnya." ucap Doni.
"Wah untung gue gak makan gue kasih Joni tadi." sahut Anan.
"Nah makanya Joni ngejar-ngejar kak Shinta, bukan cuma Joni sih Johan juga tadi rebutan kak Shinta."
"Wah parah Shinta mainnya pelet, cinta di tolak dukun bertindak dong." sahut Anita.
"Harusnya Shinta beruntung dong dikejar dua cowok hehe." ucap Dita tertawa.
"Tapi ngeri juga Ta, dia nekat lho coba kalau Anan makan tuh kue dan beneran klepek-klepek sama Shinta, kalian gak jadi nikah deh haduh runyam deh runyam." Anita meninju kepalan tangannya sendiri.
"Ya kalau Anan cinta sejati ku harusnya dia sih akan selalu kembali kepadaku." Dita melirik Anan yang fokus menyetir.
"Aku akan selalu kembali kepadamu Ta, selalu... apapun yang terjadi nanti." sahut Anan menyentuh dagu Dita dengan tangan kirinya.
"Ah so sweet banget sih..." Anita menepuk bahu Maya dengan gemas, namun Maya terkejut dan menatap Anita kesal.
"Maaf mbak, kelepasan hehehe."
"Lalu bagaimana rencana kita soal menanyai James dan Shane?" tanya Maya.
"Oh iya, gue butuh Lo Don buat rencana ini." ucap Anan melirik Doni dari kaca spion.
"Rencana apa ya?" tanya Doni heran.
"Nanti kita omongin."
"Bisa gak sambil makan?" ucap Dita
"Ya ampun Ta, kan aku suruh diet, makanan mulu di inget ih." sahut Anita.
****
To be continued...
Jangan lupa tengok ke 9 lives...😘😘😘
mohon dukungannya....
__ADS_1