Pocong Tampan

Pocong Tampan
Oh Begitu


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


Kembali dari kilas balik, di dalam apartemen Tante Dewi.


"Eh eh Tante Dewi keluar kamar."


Klik


Dita buru-buru menyalakan tv dihadapannya.


"Nonton apa Ta?" tanya Tante Dewi.


"Ummm sinetron pada gak jelas jadi aku liat talkshow aja hehehe."


"Mau ikutan Tante?" tanya Anan.


"Males ah, Tante mau beli makan yak awas kalian berduaan kaya gini terus khilaf." ancam Tante Dewi.


"Kita gak berdua kok, ada Anita nih sama--"


"Sama siapa? Andri masih disini?"


"Sama Anan maksudnya." Dita menyikut bahu Anan.


"Awas pokonya jangan macem-macem yak!" Tante Dewi membuka pintu apartemen nya dan keluar.


"Jadi..? elo nyakitin Tante gue kan?" Anan menarik kerah Andri.


"Tenang Nan, elo tuh gak dengerin gue dari tadi yak? gue tuh mau setia mau berubah tapi Tante elo mutusin gue!" pekik Andri.


"Ya karena dia kecewa sama ibu elo!" balas Anan.


"Udah deh stop!! gak ada yang salah cuma mereka emang gak jodoh Nan." Dita melepas lengan Anan dari kerah Andri.


"Hiks hiks... "


Semua mata kini melirik ke arah Anita yang sedang menangis.


"Kamu kenapa Nit?" tanya Dita.


"Aku sedih kasian sama Tante Dewi huaaaaa"


"Tuh Anita aja kasian kan sama gue." sahut Andri.


"Aku gak kasian sama kamu bang, tapi sama Tante Dewi huaaaa...."


"Hahahhaa.... tuh jawabannya tuh, pede banget sih elo gak ada yang kasian sama elo." ledek Anan.


"Nit udah dong nangisnya, serem aku liatnya air mata mu jadi darah tuh." tunjuk Dita sambil memberikan tisu pada Anita.


"Eh iya ini darah siapa ya?"

__ADS_1


"Darah kamu lah tuh keluar dari mata." jawab Dita.


"Huaaaa kok aku serem ya Ta..."


"Udah diemin aja." sahut Anan.


***


"Pagi Pak Manan." sapa Shinta.


"Pagi." senyum Anan makin membuat mata Shinta takjub berbinar.


"Hari ini kita mau meeting pak, duh udah gak sabar mau acara gathering perusahaan." ucap Shinta.


"Gathering perusahaan?"


"Iya kan minggu depan ultahnya rumah sakit pak, katanya bakal ada jalan-jalan kalau perusahaan ultah, ih asyik udah gak sabar."


"Oh gitu, oke saya keruangan Tante saya dulu yak."


"Mau ditemenin gak pak?" pinta Shinta.


"Gak usah kamu silahkan kembali bekerja saja." ucap Anan halus.


Shinta masih mengikuti Anan sambil memandang wajah Anan dari samping.


"Ehm ehm maaf dokter Shinta ada yang masih ingin disampaikan?" Anan menyadarkan Shinta dari lamunannya menatap Anan.


"Eh eng-enggak pak, saya balik kerja dulu ya."


Tiba-tiba hak sepatu Shinta patah membuatnya hampir terjatuh namun Anan sigap menolongnya. Shinta berpegangan pada leher Anan melingkarinya.


Anan berusaha menstabilkan posisi Shinta untuk berdiri tegap namun Shinta tak jua melepas pegangan tangannya dari Anan.


Prank....


Bekal berbahan alumunium yang di bawa Dita untuk Anan dan Tante Dewi tiba-tiba terjatuh mengejutkan Anan dan Shinta.


Anan melepas paksa pegangan Shinta dari lehernya.


"Kok aku berada nonton adegan FTV yang tadi ya Ta hehehe." ucap Anita disamping Dita.


"Dari tadi tuh Ta udah mesra kaya gitu." sahut Andri sambil tersenyum licik ke arah Anan.


Anan langsung menghampiri Dita membantunya merapikan bekal yang tercecer ke lantai.


"Aku bisa jelasin Ta, ini gak seperti yang kamu pikirkan." ucap Anan menyentuh kedua tangan Dita.


"Lepas !! bekalnya berantakan deh, sayang banget, awas aku rapihin aja buat om item."


"Yakin Ta om item mau kamu kasih makanan bekas jatoh?" tanya Anita.


"Dia kan gak tau Nit, awas jangan sampe kamu bilang yak." ancam Dita masih mengacuhkan Anan yang sedari tadi meminta maaf.


"Aku makan deh enak banget ini, aku rela kok biarpun udah jatuh ke lantai." sahut Anan.


"Gak usah..!!" sahut Dita.


"Cieeee ngambek tuh." ledek Andri.


"Nanti jangan lupa ya pak meeting nya." ucap Shinta menepuk bahu Anan, tersenyum lalu pergi menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


"Oh mau meeting..." Dita sudah memegangi wadah bekalnya dan memandangi Anan.


"Iya sama Tante Dewi dan staff lainnya juga kok, kamu ikut yak?" ajak Anan.


"Aku bukan karyawan kok di sini, cuma asisten dokter Dewi. kenapa aku harus ikut meeting? yu ah Nit ke tempat om item."


"Tapi Ta, tadi itu aku cuma nolongin dia kok, tanya deh Andri, ya Ndri?"


"Tau..." Andri tersenyum dan menghilang pergi.


"Sompret si tempe angus demen banget liat gue sama Dita berantem." gumam Anan.


"Udah yak, bilangin Tante Dewi nanti aku bawain bekal lagi aja."


"Aku anter pulang ya." pinta Anan.


"Gak usah...!! kan katanya kamu mau meeting." Dita menepuk bahu Anita menjauh pergi.


"Sabar Nan, cewek kalo cemburu ya emosi kaya gini, nanti aja nunggu Dita tenang yak." ucap Anita menahan Anan yang mau mengejar Dita.


"Jelasin ke dia ya Nit."


"Sip..."


***


"Om item ini ada makanan buat om, nanti tempatnya aku ambil yak." ucap Dita menyelipkan bekal makanan di bawah pohon dan menutupinya agar tak terlihat.


"Wah tumben banget jam segini udah dapet makanan, enak lagi tuh." sahut om item dari atas pohon.


"Dimakan ya om daaahh." Dita pergi dari pohon rumah om item itu.


"Makasih ya Ta." sahutnya.


"Ta parah kamu, nanti kalo si om sakit perut gimana?"


"Tenang aja aman, mubazir soalnya, lagian kamu belum pernah kan liat dia makan tikus got hidup-hidup?"


"Ah serius Ta? ih jorok."


"Lebih serem lagi kan, dia mah omnivora malahan sukanya yang mentah."


"Dia makan orang gak?"


"Nah kamu belum pernah liat kan?"


"Hah serius dia makan orang juga Ta?"


"Aku tanya pernah liat gak dia makan orang."


Anita menggeleng.


"Sama kalo gitu, aku juga belum hehehhe jangan sampe deh ih..."


"Ih Dita mah aku udah nyimak kirain beneran."


Anita menepuk bahu Dita.


"Dita..... " seorang pria menyapa Dita dari arah parkiran.


***

__ADS_1


To be continued


Happy Reading... 😘😘😘


__ADS_2