
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...
Happy Reading...
******
"Kak Shinta tau gadis yang bernama Tasya?" tanya Mitha sesampainya ia di rumah.
"Tau memangnya kenapa?"
Shinta menoleh pada Mitha setelah selesai memotong irisan daging rebus untuk anaknya yang bernama Lee.
"Dia adiknya Anan atau Dita?" tanya Mitha.
"Bukan keduanya, dia hanya teman, yah menumpang di rumah Dita. Mungkin juga dia dipekerjakan sebagai baby sitter buat anaknya Dita."
"Oh gitu... ummm apa Tasya ada hubungannya dengan Doni?"
Tak... Shinta memotong dagingnya lebih kencang. Ia tersentak dengan pertanyaan Mitha barusan.
"Hubungan apa ya yang kamu maksud?" tanya Shinta.
"Hubungan, ummm hubungan spesial gitu," jawab Mitha.
"Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu?"
"Aku hanya menebak, soalnya tadi Doni terlihat marah kala ku sedang membicarakan yang tidak baik tentang Tasya." Mitha memperlihatkan wajah sedihnya pada Shinta.
"Hmmm sudahlah tak perlu khawatir, Tasya itu bukan tipe gadis yang Doni sukai. Untuk apa dia harus menyukai wanita lain kalau ia sudah punya istri paling sempurna seperti kamu, ya kan?"
Shinta memuji Mitha yang tersenyum senang mendengar kata sanjungan dari kakak iparnya itu.
"Ah kakak bisa aja, kalau gitu saya mau mandi dulu ya kak, dah Lee..." Mitha melambaikan tangannya ke arah Lee lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Doni yang baru saja memasuki rumah tersebut setelah mencuci mobilnya di halaman langsung di beri ancaman pisau daging oleh Shinta.
"Apa-apaan sih kak?" tanya Doni yang merasa kesal dengan ancaman kakaknya itu.
"Berapa kali kakak bilang, Tasya bukan jodoh kamu! jadi lupakan Tasya, jangan kamu bandingkan Tasya dan Mitha!" seru Shinta di hadapan Doni dengan mengarahkan pisau daging di dekat leher Doni.
"Kalau aku boleh milih, mending kakak bunuh aja nih aku. Jelas-jelas saya tak akan bisa melupakan Tasya!" seru Doni membalas ucapan kakaknya dan mengarahkan kembali pisau daging itu ke lehernya.
"Jadi kakak dan Lee gak ada artinya buat kamu ya dibanding Tasya?" tanya Shinta dengan raut wajah yang sedih.
"Kak, kenapa sih selalu aja bilang gitu kalau kalah argumen sama aku? kakak tau kan aku sayang sama kakak dan juga Lee, tapi aku juga sayang banget sama Tasya. Jadi aku mohon jangan tuntut aku untuk begitu mudahnya lupa sama Tasya. Aku udah nurutin semua mau kak Shinta, sampai aku menikahi perempuan yang tak pernah dan tak bisa aku cintai, apa itu belum cukup? padahal cuma Tasya reinkarnasi Anita, wanita yang aku cintai."
Doni menegaskan ucapannya sampai membuat Shinta tak bisa lagi menimpali ucapannya. Wanita itu hanya terdiam melangkah menuju Lee yang selalu saja menyukai daging itu.
__ADS_1
Diam-diam Mitha mendengar ucapan Doni barusan dengan hati yang perih teriris pedih. Ia segera berlari ke dalam kamarnya ketika mendengar langkah kaki Doni menaiki tangga. Mitha menyeka bulir bening yang membasahi pipinya buru-buru. Dia menghela nafas panjang di deoan cermin kamar.
Mitha menanggalkan semua pakaiannya tanpa sehelai benang satupun menutupi tubuh kurusnya yang bak model saat Doni memasuki kamarnya.
Mitha duduk di atas ranjangnya dengan pose yang menggoda berharap Doni akan menerkamnya dengan lautan nafsu. Namun, usahanya sia-sia. Doni hanya menatap ke arahnya dengan pandangan datar. Pria itu meraih handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Mitha menahan jeritannya, lalu dengan kesal ia lempar bantal dari atas ranjangnya ke pintu kamar mandi.
"Liatin aja kamu Tasya, aku bakalan hapus kamu dari pikiran Doni, aku gak akan biarkan kamu atau siapapun merebut Doni dari sisiku," gumam Mitha seraya meremas seprai yang menutupi kasurnya itu.
***
"Oke sudah sampai, terima kasih ya Sya, kamu udah datang ke rumah duka."
Logan tersenyum memandang Tasya.
"Sama-sama, makasih juga ya sudah mengantarku pulang," sahut Tasya sambil menurunkan Anta dari mobil milik Logan.
Logan memandangi rumah di belakang Tasya dengan seksama.
"Kamu mau mampir ke dalam?" Tasya mencoba menawarkan dengan ramah, akan tetapi ucapannya tersebut mengejutkan Logan yang tersadar dari lamunannya.
"Oh maaf, tak usah, aku langsung pulang saja, aku harus membersihkan tubuhku dan mengganti pakaianku yang sudah bau tak sedap ini," sahut Logan.
"Oke hati-hati kalau begitu, daaahh..." Tasya melambaikan tangannya sampai mobil Logan menjauh pergi.
"Kenapa Logan mandangin rumah ini agak aneh ya, hmmm perasaanku aja kali, yuk Anta kita mas...suk. Lah tuh bocah kemana?"
"Tante Dewi belum pulang ya, Ry?" tanya Tasya pada Jerry yang sedang menyiapkan jus jeruk di dapur untuk Anta yang sudah siap di kursinya.
"Belum pulang tuh baru aku doang," sahut Jerry.
"Anta, mandi dulu yuk!" ajak Tasya.
"Gak mau ah mau jus jeruk dulu," jawab Anta.
"Hadeh anak ini."
Tasya melihat ke arah Lily yang sedang memandang Jerry di hadapannya itu.
"Si sweet banget ya Sya, jangan-jangan mereka jodoh tuh!" celetuk Pak Herdi.
"Idih... ada-ada aja imajinasinya masa iya Lily berjodoh dengan Jerry. Jelas -Jelas mereka mirip," sahut Tasya menyeruput air mineral yang baru ia ambil dari dalam kulkas.
"Iya sih mirip, NAH...!!!"
Bbbuuuaaahhh....!!!
Tasya menyembur air mineral dari mulutnya itu ke wajah Pak Herdi saling terkejutnya dengan hentakan ucapan Pak Herdi. Anta dibuat tertawa melihatnya. Jerry yang tidak bisa melihat siapapun atau apapun di sana jadi merinding melihat Anta tertawa sendiri.
__ADS_1
"Hadeh si Tasya ya, masa muka saya di pakaiin kuah," gerutu pocong tersebut pada Tasya.
"Ya maaf habisnya bapak ngagetin aja kalau ngomong," ucap Tasya.
"Aku mau ngomong karena Jerry dan Lily mirip makanya mereka bodoh," ucap Pak Herdi.
"Eh hantu bungkus tofu basi! Kan sudah ku bilang jangan ngomong sembarangan. Mereka tuh kemungkinan bapak sama anak," bisik Tasya yang membuat kedua mata Pak Herdi terbelalak.
****
Masih bersambung ya guys...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
- Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
- 9 Lives (END)
- Gue Bukan Player (END)
Surat Cinta dari Vie buat pembaca setia Pocong Tampan...
Alhamdulillah sampai juga di episode 400. Demi kalian lho target nulis yang awalnya cuma seratus episode eh sampai 200 episode eh sampai lagi ke musim kedua wow so thankfull.
Nulis yang awalnya 700-800 kata next sampai 1rb kata bahkan pernah 2rb kata juga per episode tapi masih ada yang bilang kurang...
wow terbaik kalian ih... gemes aku tuh 😘
Yeay... yeay... yeay... dan finally ku persembahkan jeng jeng jeng...
another give away...
s
Syaratnya seperti biasa jangan lupa Votenya yang banyak... harus follow akun aku supaya aku bisa chat kamu... Follow IG aku juga biar pas menang lebih cepat Vie respon via IG @vie_junaeni
Tiap minggu Vie bakal Screen shoot member Noveltoon yang paling banyak ngeVote buat novel Pocong Tampan ini. Dan pemenangnya bakal di kumpulin sampai 4 orang buat dapetin pulsa @25K dari Vie.
Jadi, jangan bosen-bosen buat support ngeVote Pocong Tampan. Biar Vie makin semangat nulisnya.
Sekali lagi terima kasih buat kalian semua para pembaca setia Pocong Tampan.
Aku yang penulis amatir dan author recehan ini tak akan berarti tanpa kalian...
Satu safe, stay health, stay happy...
__ADS_1
Vie Love you all...😘😘😘