
"Itu penjaga mu ya neng." Kang Ujang menoleh ke arah Anan yang mengikuti Dita sedari tadi.
"Akang bisa lihat juga ya?"
"Dari kecil neng saya mah bisa liat yang begituan, kayanya waktu itu kaya pocong neng sekarang udah enggak."
"Lagi nyalonin jadi model kang, makanya ganti kostum." Dita melirik Anan tersenyum kecil di bibirnya.
"Ah masa sih ada lomba foto model di dunia hantu?"
"Ada kang nanti Dita yang jadi jurinya."
Pletak...!!
"Awww... Gak usa pake jitak kek, sakit tau..!!"
Anan memberi tatapan tajam pada Dita yang tak mampu menatap Anan dan tertunduk takut.
"Hei berhenti kamu disitu!" ucap Kang Ujang pada hantu perempuan itu.
"Kau yang melakukan nya yak? jawab..!!"
Kang Ujang sudah meninggikan suaranya.
"Hihihihihihihihi kau pikir aku yang melakukannya?" tanya Tania.
"Tapi waktu itu kau membutuhkan teman yang mati jadi apa kau menjadikan Aldo temanmu?"
Tanya Dita.
"Haaahahahaa jijik rasanya menjadikan orang itu temanku." Tania makin tertawa dengan suara yang mengerikan.
"Jadi kamu mendorong Aldo apa tidak?" Dita menegaskan sekali lagi.
"Hah rupanya kau datang juga kesini." Tania melihat ke belakang Dita dan kang Ujang disana sosok hantu Aldo sedang merangkak lalu berdiri seperti sedia kala.
krek krek krek krek
Bunyi tulang-tulang yang remuk disatukan kembali itu sangat menyeramkan bagi Dita, ketakutan setengah mati melihat sosok Aldo yang muncul dari arah belakangnya.
__ADS_1
Kini sosok Aldo sudah berdiri tegak meski wajahnya hancur sebelah karena benturan dengan tepi kolam terlihat jelas darah merah yang masih mengucur di sebelah wajahnya yang hancur itu.
Hantu Aldo berlari mencekik hantu Tania.
"Apa kau yang membunuhku? kau yang mendorongku ?" Aldo terlihat marah dan geram.
"Lalu apa kau akan membunuhku? aku kan sudah mati dasar bodoh." Leher Tania sudah lepas dari genggaman Aldo.
Aldo kini menatap ke arah Kang Ujang dan Dita yang bersembunyi di balik Anan.
"Apa kalian semua hantu juga?" tanya Aldo.
"Hanya kau, aku dan perempuan itu." Anan menunjuk ke arah Tania.
"Bagaimana mereka bisa melihat kita?"
tanya Aldo penasaran.
"Saya kuncen disini jadi saya harap jangan ganggu pengunjung sini." Ucap Kang Ujang menegaskan.
"Apa apa apa kau yakin kau dibunuh bukan terjatuh sendiri?" Dita memberanikan diri untuk bertanya pada Aldo.
Siapa yang tega yak membunuhnya.
batin Dita menggenggam tangan Anan masih dengan bersembunyi di belakang tubuhnya.
"Pada ngapain kalian disini?" ucap Pak Herdi yang datang dengan Anita dan Doni.
"Saya lagi naruh sajen bos, biar hantunya gak penasaran." Kang Ujang menjawab pertanyaan Pak Herdi dengan membetulkan posisi sajen dekat rumah mess Dita.
"Kamu masih percaya aja hal kaya gitu jang."
"Iya pak demi keselamatan pengunjung."
"Oh iya wahana ini akan ditutup sementara selama satu Minggu, tolong besok bersihkan kolam ya, cepat atau lambat rumor kematian perenang tadi akan tersebar tapi saya akan berusaha menutupinya."
"Dita kamu baik-baik aja kan dengan kejadian ini?" Tanya Pak Herdi.
"Iya pak saya gak papa."
__ADS_1
"Oke kalo gitu saya pamit pulang dulu." Pak Herdi pamit dan melangkah pergi menuju parkiran mobil dan diantar oleh Pak Ujang.
"Ta, aku gak nginep yak mau pulang kamu gak papa kan?" tanya Anita agak takut sambil menoleh ke kolam.
"Kamu takut Nit?" tanya Dita menggoda Anita.
"Iya Ta hehehe kebayang aja sama muka ganteng Aldo pas tadi jatoh di kolam hiyyyy jadi gak ganteng, malah serem."
Aldo memperhatikan ucapan Anita menarik-narik rok Anita tanpa Anita sadari sedang dipermainkan Aldo.
Dita menahan tawanya dengan adegan didepannya.
Seandainya kamu tahu Anita, tuh yang kamu omongin si Aldo lagi narik rok kamu.
Dita menahan tawanya sekali lagi.
"Pulang sekarang yuk Nit biar balik nya nanti aku gak kemalaman abis nganter kamu." Doni menarik tangan Anita mengajaknya untuk segera pergi.
"Kamu gak gak takut Ta aku tinggal sendirian?"
Dita mengangguk yakin dan menyuruh Anita pulang.
Gimana mau takut, ini ada tiga hantu di sekitarku masa harus takut apalagi yang barusan mati udah disini gabung ke geng hantunya Anan hahaha.
"Husshhh enak aja geng aku, aku tuh sendiri buat jagain kamu bukan nyari geng."
Sahut Anan menarik tangan Dita ke dalam rumahnya.
"Dah kamu istirahat aku jagain kamu." ucap Anan menenangkan Dita.
Dita masih menatap sosok hantu Aldo yang masih duduk di dekat kolam renang.
"Kamu mau ajak dia masuk?" tanya Anan.
"Enggak enggak hiyy masih serem ah." Dita lalu menutup pintunya rapat-rapat.
****
To be continued
__ADS_1
Happy Reading...