
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
Oke siap nih cemilannya, ayo Ndri kita nyimak nih."
sahut Anita yang sekarang sudah ikut duduk mengitari Andri meletakkan cemilan dan empat kaleng soda di hadapan semuanya .
Andri menarik nafas panjang dan melepasnya dengan helaan dalam
"Oke jadi ceritanya..."
***Flashback***
Tiga tahun lalu ketika usia dokter Dewi menginjak angka tiga puluh tahun dan Andri di usia dua puluh tiga tahun.
"Bagus gak Bi..?" tanya Dewi pada Andri di salah satu toko perhiasan di mall besar XX.
"Bagus Bi, cocok buat kamu." Andri merangkul bahu Dewi.
"Mbak aku mau kalung yang ini, liontinnya huruf AD yak." ucap Dewi pada mbak penjaga toko.
"Pake kartu ku aja Bi." Andri menyerahkan kartu kredit hitam keluaran bank ternama.
"Gak usah aku punya uang sendiri kok." sahut Dewi.
"Udah mbak pake kartu aku aja!"
Akhirnya pelayan toko perhiasan itu menerima kartu dari tangan Andri.
"Kita makan dulu yak, aku yang traktir kali ini." ucap Dewi.
"Iya iya, aku nurut aja." Andri menyentuh dagu Dewi dengan manja.
Mereka menuju restoran Jepang di dalam area mall itu dan memesan paket all you can eat di restoran Jepang itu.
"Andri apa kabar?" seorang wanita menyapa Andri dan mencium pipi kanan dan kirinya.
"Eh baik, kabar elo gimana Sin?" Andri melepas pelukan wanita yang bernama Sinta itu.
"Baik, eh nanti malem clubbing yuk, di Club' house tempat biasa." ucap Sinta.
"Emm mau sih tapi gue..." Andri menoleh ke arah Sinta yang sudah duduk di meja restoran nomer 15 dengan mata menatap tajam dan wajah cemberut.
"Gue gak bisa, kapan-kapan aja yak." sahut Andri cepat.
"Oke deh kalo gitu nanti elo hubungin gue yak." Sinta memeluk Andri lagi cepat dan pamit melambai pada Andri.
"Maaf Bi itu tadi..."
__ADS_1
"Gak usah di jelasin, udah paham, udah biasa." sahut Dewi kesal.
"Ih kamu kalo cemberut gitu tambah cantik deh." goda Andri.
"Oh kalo gak cemberut gak cantik gitu?"
"Kan aku bilang tambah cantik ya pastinya emang udah cantik gitu."
"Ya udah aku cemberut aja biar tambah cantik." sungut Dewi.
"Hahahaha...makin lucu deh makin gemesin jadi mau cium." Andri mendekatkan kursinya ke hadapan Dewi.
"Apaan sih mundur gak!"
"Enggak..! kalo kamu gak senyum aku makin maju nih cium kamu di depan orang banyak."
"Andri please deh..."
"Senyum dong cantiknya aku."
Dewi terpaksa memberikan senyum lebarnya sampai Andri menjauh, dan lagi-lagi dia selalu memaafkan kegenitan Andri pada para wanita itu.
***
"Hai dok, perkenalkan aku Sandra, suster magang yang baru di sini."
Sandra gadis ber usia dua puluh tahunan berbadan sintal itu mengulurkan tangannya pada Dokter Dewi.
"Hai Sandra panggil aku kakak aja, takutnya sama entar panggilannya sama Dog hehehe.." Dewi membalas uluran tangan Sandra.
"Hai Bi, oiya kenalin ini Sandra suster magang yang baru di rumah sakit ini, Sandra ini Andri dia dokter magang di rumah sakit keluarga XX saingan kita."
ucap Dewi tersenyum ke arah Sandra.
Sandra dan Andri saling berjabat tangan.
"Aku ke ruang suster dulu ya kak."
ucap Sandra lalu berlalu menghilang ke dalam lift.
"Kenapa liat-liat? cantik yak?" tanya Dewi.
"Lumayan, tapi cantikan kamu lah Bi." Andri menyentuh dagu Dewi dan mencubitnya.
"Oh iya Bi, Minggu besok ayah sama ibu aku pulang lho, kamu mau kenal sama mereka kan?" tanya Andri
"Emmm aku masih ragu yak, aku belum siap Bi." sahut Dewi dengan wajah ragu.
"Ya udah nanti kalau udah siap bilang yak?"
"Iya." Dewi memeluk Andri mesra.
"Wi.... !!" seorang wanita berparas cantik keturunan Jepang memanggil Dewi.
"Iya kak." Dewi langsung melepas pelukan nya buru-buru.
"Kita ketemu nanti siang ya Bi, dah..." ucap Dewi.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu bertahan dengan pria macam itu, Mas Arjun pasti gak akan suka sama hubungan kamu, cari yang sepadan dong Wi." ucap Aiko kakak ipar Dewi.
"Kenapa sih Kak, apa karena aku lebih tua tujuh tahun dari dia? emang salah yak rasa cinta aku buat dia?"
"Gak salah sih Wi, tapi kalo menurut mas Arjun pasti gak pantes dia tuh masih mudah banget terus kayak playboy gitu."
"Udah lah kak, gak usah di bahas, ayo kita meeting sekarang." ajak Dewi menekan tombol lift dan naik ke lantai lima.
***
"Makasih ya kak, kak Dewi selalu bantu aku yang baru di sini." ucap Sandra menikmati makan siang bersama dokter Dewi.
"Sama-sama yang penting kamu kerja aja yang rajin biar cepet diangkat jadi karyawan." ucap Dewi.
"Pasti kak, siap." senyum Sandra.
"Eh itu Kak Andri dateng." ucap Sandra menunjuk Andri.
"Hai Bi." Dewi mencium pipi kanan dan kiri Andri.
"Wah enak banget nih baksonya, aku mau ah pesen satu." Andri memanggil salah satu pelayan di warung bakso dekat rumah sakit xx itu.
Ponsel dokter Dewi diatas meja berdering tertera nama penelpon "Orang Galak" di layar ponselnya.
"Bentar yak aku angkat dulu." ucap Dewi pindah ke luar warung bakso.
"Hihihi lucu orang galak namanya." ucap Sandra.
"Oh itu kakaknya emang galak banget soalnya." sahut Andri.
"Oh iya kak, makasih banget yak semalem udah anter aku pulang." ucap Sandra.
"Iya sama-sama lagian kamu perempuan cantik gini malem-malem gak baik pulang sendirian hati-hati, harusnya minta jemput pacarnya."
"Saya gak punya pacar kak."
"Masa sih secantik kamu gak punya pacar?"
Sandra mengangguk yakin wajahnya merona karena malu dengan pujian Andri.
"Kamu nanti pulang malem lagi kan?" tanya Andri.
"Iya kak seminggu ini aku pulang malem shift nya."
"Oke, aku jemput yak?"
"Jangan kak, gak usah aku gak enak sama kak Dewi."
"Ya kamu jangan bilang apa-apa lah sama Dewi." Andri mengedip satu matanya.
Dan mulai saat itu hubungan Sandra dan Andri semakin dekat begitu pula persahabatan Sandra dan dokter Dewi yang juga semakin akrab.
***
To be continued...
Happy Reading... 😘😘😘
__ADS_1