
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
Ucapan Dita membuat para suster dan dokter makin bergidik merinding.
Terdengar suara bayi menangis di ruangan tersebut.
"Anakku, anakku." ucap Dita mencoba meraih anak yang baru di lahirkan.
"Selamat ya ternyata anak ibu laki-laki." ucap seorang perempuan yang Dita sudah kenal wajahnya membawa bayi Dita.
"Mbak Kanaya? tidak, tidak lepaskan anakku tidaaaaaaaak...!!" Dita berteriak sekuat tenaganya.
"Dita, Dita bangun Ta heh bangun." Tante Dewi menyadarkan Dita dari mimpi buruknya.
"Bayi aku, bayi aku Tante dibawa sama mbak Kanaya si kuyang itu, tolongin Dita Tante." pinta Dita sambil menangis.
"Heh, kamu mimpi ya? bayi dari mana?" tanya Tante Dewi menyadarkan Dita.
"Bayi, bayi aku Tante yang baru aku lahirkan." sahutnya.
"Bayi dari Hongkong, usia kandungan baru dua bulan udah melahirkan bayi, ngaco kamu ah ngimpi tau gak, ayo turun dari mobil." ajak Tante Dewi
"Alhamdulillah ternyata cuma mimpi." ucap Dita lega sambil memegang perutnya.
"Yeee kecapean sih sampe ketiduran gitu di mobil, yuk Anan lagi ngurus tiket pesawat di lobby hotel mau pesen tiket pesawat dari sana, hapenya mati katanya." ucap Tante Dewi
"Tapi Tante, Tasya kan belum pulang." sahut Dita.
"Ya nungguin Tasya dulu, baru kita siap-siap pulang." ucap Tante Dewi.
"Tante, gimana kalau Anan udah gak bisa ada di tubuh Manan?" tanya Dita dengan wajah sedih dan khawatir nya itu.
"Ta, kamu gak boleh mikir macem-macem dulu ya, kamu harus ngerasa bahagia selalu demi bayi dalam kandungan kamu supaya sehat lahir sempurna." ucap Tante Dewi.
Dita menghela nafas panjang dan menghembuskan kelegaannya itu.
"Baiklah Dita harus bahagia, selalu berpikir bahagia demi anak ini, ayo Tante kita masuk ke dalam." ajak Dita.
__ADS_1
"Kami duluan Ta, aku nunggu Kevin nih gak nongol-nongol kemana tuh orang ya?" Tante Dewi celingukan mencari keberadaan Kevin dan Doni yang belum datang juga.
"Dita ke dalam duluan ya Tante." ucap Dita.
"Aku harus menemui mas Arjuna kalau sudah begini, aku juga tak mau melihat Anan dan Dita jadi tidak bahagia akibat ulahnya." gumam Tante Dewi.
***
"Eh bunda, Tante Dewi mana?" tanya Anan yang mendapat pelukan Dita dari belakang.
"Lagi di depan nungguin om Kevin sama Doni, eh lihat berita di tv itu deh nan." tunjuk Dita ke arah tv layar lebar di lobby hotel.
Di beritakan di tv itu bahwa telah di temukan kepala manusia yang lepas dari tubuhnya dengan organ tubuh bagian dalam masih menempel terlindas oleh mobil. Tak jauh dari tempat kejadian perkara juga di temukan tubuh wanita tanpa kepala yang bagian dalamnya penuh dengan batu dan hangus terbakar.
"Wah sukurin, rasain, biar ****** tuh kuyang." sahut penjaga hotel di depan Dita dan Anan.
"Emang iya itu kuyang?" tanya ibu pembersih hotel di samping penjaga itu.
"Ya jelaslah kuyang, kamu gak denger apa itu tadi kepala dengan organ tubuh menempel, kan persis kaya kuyang." sahut si penjaga.
"Emang kamu apain si kuyang itu sampai gak bisa balik lagi ke dalam tubuhnya Ta?" bisik anan bertanya pada Dita.
"Aku kasih batu kerikil, daun kering, ranting kering terus aku bakar hehehe." sahut Dita.
"Apinya dari mana emangnya?" tanya Anan lagi.
"Emang pintar si sayangnya aku ini." Anan mencium tangan Dita dengan mesra.
"Kamu pesen tiket yang jam berapa Nan?" tanya Dita.
"Yang jam dua ya, jadi pas sampai rumah sebelum magrib tuh, lagian aku juga mau tidur dulu, ngantuk." jawab Anan merenggangkan tubuhnya sambil menguap.
"Iya aku juga mau nunggu Tasya, yuk balik ke kamar." ajak Dita.
"Tuh tante Dewi dan rombongan pada datang yuk ah ke kamar." sahut Anan lalu semuanya masuk ke dalam lift yang sama menuju kamarnya.
Lift yang Dita naiki bersama Anan dan lainnya terbuka pintunya. Tasya sudah menyambut mereka di depan pintu lift.
"Tasya..." Doni merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk Tasya tapi malah Dita yang memeluk Tasya duluan.
"Sejak kapan kamu disini?" tanya Dita.
"Barusan, aku di tolong sama sosok putri kayangan yang datang tiba-tiba ke tempat nyai Kawung terus ngomel-ngomel sama nyai Kawung jadi aku di bebasin deh hehehe." sahut Tasya menjelaskan.
"Terus mana si Jeff belum pernah ngerasain hantaman aku ini dia rupanya." sahut Doni sambil berlagak seperti petinju di hadapan Tasya.
"Nah itu dia, Jeff kayaknya menghilang deh aku gak lihat dia soalnya pas di dalam gua nyi kawung tadi." sahut Tasya
__ADS_1
"Udah udah yang penting kita semua udah selamat, ayo istirahat dulu nanti beres-beres lagi kita mau pulang hari ini check out dari hotel." ucap Tante Dewi mengajak Tasya kembali ke dalam kamar hotelnya.
Begitu juga dengan Doni dan Om Kevin yang terlihat lelah kembali ke dalam kamar hotelnya juga.
Anan merangkul bahu Dita saat kembali ke kamar hotel. Begitu pintu terbuka dia langsung merebahkan dirinya di atas ranjang kamar dan tertidur pulas.
"Dasar *****." ucap Dita.
Tiba-tiba suasana kamar hotel Dita berubah seperti keadaan di dalam gua ungu tempat ratu kencana ungu bersemayam.
"Terima kasih ratu atas bantuannya." ucap Dita ketika melihat sang ratu muncul.
"Jadi, apa kau siap menyerahkan nyawamu untukku?" tanya sang ratu.
"Jujur sebenarnya saya tak akan siap apalagi saya sedang hamil, bisakah saya melahirkan anak ini dulu baru kembali kepada ratu?" tanya Dita memohon penuh harap.
"Kenapa kau sekarang meminta untuk mengulur waktu, sedangkan menolong temanmu saja aku tak mengukur waktu." ucap ratu kencana ungu menyentuh kalung di leher Dita.
"Apa Ratu tidak berkenan dengan permintaan saya?" tanya Dita lagi.
"Hmmmm bagaimana ya, tunggu dulu dari mana kau dapatkan kalung ini?" tanya sang ratu.
"Dari ibu mertua saya ratu." ucap Dita.
"Kenapa kau memakainya? kalung ini hanya akan menjadi petaka bagimu." ucap sang ratu.
"Tapi ibu mertua saya yang memerintahkan saya memakai kalung ini." jawab Dita menyentuh kalung di lehernya.
"Kalung ini adalah penanda, sepertinya ada yang di inginkan darimu, mungkin juga nyawamu atau nyawa anakmu." sahutnya.
"Bagaimana mungkin, masa iya ibu mertuaku memberiku kalung ini sebagai media untuk mengambil nyawaku atau bayiku?" tanya Dita makin tak mengerti.
"Jauh disana... hmmm aku tak bisa masuk lebih dalam lagi, sebaiknya lepaskan kalung ini dan simpan di kotak yang ku berikan padamu, sebentar ya ku ambilkan." ucap sang Ratu Kencana Ungu lalu pergi mengambil sesuatu ke dalam telaganya.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you
__ADS_1