
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
Shinta berlalu meninggalkan Anan dan Dita sambil menggerutu menuju kamar mayat ruang kerjanya.
"Lagian ngapain sih dia masih modus aja deketin kamu." Dita tak mau melepas pelukannya dari Anan.
"Mana aku tahu, tenang aja sih kan sayangnya aku kamu." sahut Anan sambil tersenyum bangga.
"Pak ini ada tamu dari perusahaan obat xx." ucap satpam mengantar kedua tamu tersebut ke hadapan Anan.
"Eh maaf pak, Bu, selamat pagi semuanya." sapa Anan mencoba melepas pelukan Dita yang belum sadar melepasnya.
"Selamat pagi, wah sepertinya kami mengganggu ya." sapa bapak itu menahan tawanya melihat kelakuan Dita.
"Eh maaf lupa." ucap Dita melepas pelukannya.
"Gak apa-apa dulu juga waktu kita masih muda sering mesra-mesraan kaya gitu ya pak." ucap ibu satunya.
"Silahkan Bu, silahkan ke ruang pertemuan nanti saya menyusul, pak satpam tolong antar ." pinta Anan pada salah satu satpam rumah sakit tadi.
"Kiyaaaaa Dita itu apa...?" Dita sudah menahan mulut Tasya agar tak berteriak dan menunjuk penampakan di hadapannya.
"Husss udah diem aja nanti kamu bikin heboh pura-pura gak liat yak." bisik Dita pada Tasya.
"Hati-hati Nan, dua investor itu bawa tuyul hiy ada-ada aja." bisik Dita ke Anan.
"Iya aku tau nanti aku akan amati kedua tuyul itu." sahut Anan.
"Ih nakal pengen aku jitak tuh masa gampang banget colek-colek dompet pengunjung." ucap Dita yang tak sabar ingin menghampiri namun Anan melarang.
"Sabar Ta, jangan gegabah, aku mau tahu kedua investor itu mau apa dari rumah sakit ini sampai bawa tuyul segala." ucap Anan.
"Tapi aku gemes Yanda." ucap Dita gemas.
"Ya kalau kita gegabah nanti kita gak bisa tahu tujuan mereka ke sini, katanya mau makan bakmie, ajak Tasya gih makan bakmie nanti kembali kesini lagi ya." pinta Anan.
"Oke deh jadi laper aku gara-gara emosi, kamu hati-hati ya." pesan Dita ke Anan.
__ADS_1
Anan mengusap kepala Dita dan menciumnya lalu Dita pamit menuju warung bakmi bersama Tasya.
***
"Marina mau?" Dita menawari Marina makan dan dibalas anggukan.
"Tapi janji ya cerita kenapa masih ngikutin aku." ucap Dita.
Marina mengangguk kembali.
"Pesen tiga bakmie Tasya, paket komplit aja pakai bakso sama pangsit, es teh manisnya tiga juga yak." ucap Dita pada Tasya yang mulai terbiasa akan kehadiran hantu Marina lalu dia pergi memesan makanannya.
"Jadi kenapa kamu masih ikutin aku?" tanya Dita.
"Aku mau minta tolong, mamaku sakit, aku belum sempat membawanya ke rumah sakit, uang yang ku kumpulkan untuknya berobat belum ku berikan karena pacarku mengambil tabunganku."
Brak...!!! Dita menggebrak meja dengan kesal membuat semua pengunjung memperhatikan Dita.
"Hehe maaf tadi ada lalat di meja." sahut Dita menjawab semua tatapan pengunjung yang melihatnya.
"Kamu kenapa baru bilang sekarang, terus mama kamu nanti gimana coba." bisik Dita.
"Maafkan aku, aku bingung bagaimana memulainya." jawab Marina.
"Ada hantu baper gak enakan kaya kamu, beuh nanti habis makan kita kerumah kamu ya." ucap Dita dibalas anggukan oleh Marina.
"Ada gitu kesukaan para hantu hahahhaa." Dita tertawa terbahak-bahak.
"Dita mah jangan gitu ketawa sendirian tuh dilihat orang banyak." Tasya membawa pesanan Dita ke atas meja.
"Habisnya Marina lucu, masa aku katanya kesayangan para hantu hehehe." ucap Dita.
"Dimana lucunya sih Ta malah serem saya teh dengernya." sahut Tasya agak takut melihat Marina.
"Stop Marina tunggu, kamu pindah ke pojok sini biar gak ada yang lihat pas sumpit melayang." Dita berdiri bertukar posisi dengan Marina, mereka melanjutkan makan bakmie nya bersama.
***
Dita menghampiri Anan ke tempat kerjanya dengan membawa dua bungkus bakmi satu untuk Anan dan satu untuk Tante Dewi.
"Tamunya udah pergi?" tanya Dita pada Anan saat memasuki ruangan Tante Dewi.
"Rese tuh tamu dia tuh kesini mau cari-cari uang tau gak dia cari brangkas rumah sakit makanya dia bawa dua tuyul." jawab Anan dengan nada kesal.
"Tau ih Anan masa dia bilang ada tuyul ngacak-ngacak brangkas, dia nendang-nendang gak jelas Ta." sahut Tante Dewi.
"Lah emang ia Tante tadi ada dua tuyul dibawa sama investor itu, emang kamu apain Nan?" tanya Dita.
__ADS_1
"Aku tendang Ta, kesel habisnya aku, habis itu tuh para investor pergi gitu aja ketakutan pakai ngatain aku gila coba tuh." Anan mengadu pada Dita.
"Nah tuh si Anan nanti kalau beredar di luar sana pemilik rumah sakit ini gak waras gimana?" tunjuk Tante Dewi dengan sumpitnya.
"Tapi kan aku gak gila Tante, emang mereka bawa tuyul." sahut Anan kesal.
"Ya harusnya jaga sikap Nan yang logis sesuai pikiran manusia awam."
"Mereka tau kok yang aku tendang itu apa, mereka aja yang pada akting ngatain aku gila." sahut Anan masih kesal.
"Udah udah habisin dulu bakmi nya nanti lanjut lagi." Dita melerai keduanya.
"Nan nanti anterin aku ke rumah Marina ya." pinta Dita.
"Mau ada urusan apa kerumah dia?" tanya Anan.
"Mau ketemu ibunya katanya lagi sakit, jadi aku mau nengok." ucap Dita.
"Oke." sahut Anan
"Eh iya, besok Kevin sama Doni pulang ya, Tante gak bisa anter pulang karena ada hal yang harus Tante kerjain jadi kalian yang anter pulang ya." pinta Tante Dewi.
"Beres Tante." sahut Dita dengan acungan ibu jarinya.
***
"Rumah Marina dimana sih masih jauh gak nih?" tanya Anan sambil melajukan mobilnya pada jalanan sempit di perkampungan itu.
"Parkir di lapangan aja, nanti jalan dari sana, kata Marina." sahut Dita menjelaskan pada Anan.
"Terus kita mau ngomong apa sama keluarga Marina nanti masa iya kita bilang disuruh sama hantunya Marina menemui ibunya." ucap Tasya yang menoleh pada Marina masih agak takut.
"Ya pokoknya kita ketemu dulu nanti baru jelasin gimana lanjutnya." sahut Dita.
Mobil Anan berhenti di lapangan dan memarkirkan mobilnya disana. Lalu ketiganya berjalan melewati jembatan bambu menyebrangi kali mengikuti arahan hantu Marina.
"Ini kalau hujan deras pasti banjir nih." ucap Dita menyusuri jembatan bambu itu.
"Iya memang disini sering banjir." sahut Marina.
Ketiganya sampai di sebuah rumah kecil yang cat rumahnya tampak mengelupas. Adik laki-laki Marina menyambut kedatangan mereka dengan wajah heran dan bingung saat membuka pintu.
****
To be continued...
Happy Reading...
__ADS_1
jaga kesehatan guys 😘