
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
Tasya menjemput Anta ke sekolah Matahari. Karena ia datang terlalu cepat, Tasya memutuskan untuk menunggu Anta di taman.
"Duh mules lagi, aku bilang ke gurunya dulu deh mau ke toilet bentar," gumam Tasya.
Setelah selesai menuntaskan hajatnya, Tasya melihat sesuatu di cermin. Cermin di dalam toilet itu tampak berembun dan membentuk siluet wajah perempuan di sana.
"Waduh, hantu nih jangan-jangan, bodo ah gak mau liat, jangan ganggu ya," ucap Tasya lirih.
"Kak..."
Tasya menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang gadis mengatakan kak.
"Haduh... Tuh kan hantu, aku mohon jangan ganggu aku ya," pinta Tasya.
"Kak... tolong Maria..."
Suara gadis itu makin jelas terdengar oleh Tasya.
"Maria...? perasaan tadi denger nama Maria deh," Tasya memberanikan diri untuk menoleh ke arah cermin lalu
booooooo.....
Bayangan hantu perempuan itu malah mendekat tiba-tiba ke hadapan wajah Tasya sampai membuat Tasya terkejut dan jatuh ke lantai kamar mandi.
"Ih ngagetin aja nih!" Ucap Tasya.
"Maria mau keluar dari sini tapi tak bisa kak..." ucap gadis dalam cermin itu.
"Maria...? kamu maria yang di cermin Anta kan?" tanya Tasya.
"Iya kak," sahutnya.
"Wah kamu bisa ngomong juga, dan wah senangnya bisa ketemu kamu, Anta nyariin kamu terus kangen tau..." Tasya meraih tangan Maria dari dalam cermin sambil berjingkrak-jingkrak penuh kegembiraan karena berhasil bertemu dengan Maria.
"Eh bentar ada yang aneh nih, masa aku girang banget sih ketemu hantu kan biasanya lari," gumam Tasya pada dirinya sendiri.
"Maria gak bisa keluar kak, aku kejebak di sini lagi," ucapnya sedih.
"Duh kok bisa, kan waktu itu kamu ada di cermin yang di rumah," ucap Tasya.
"Waktu itu ada yang membawa cermin itu ke Toilet dan entah kenapa aku bisa berpindah ke sana," ucap Maria.
"Hmmm aku cari cermin yang cocok buat kamu ya, nanti aku bawa ke sini, kasihan Anta kangen banget sama kamu," ucap Tasya.
"Aku harus pergi kak," Maria langsung menghilang.
Dua orang siswi masuk ke dalam kamar mandi dan melirik ke arah Tasya.
"Eh kamu yang kerja di mini market sama kak Dita kan?" tanya kania.
__ADS_1
"Iya," sahut Tasya.
"Terus aku denger kebakaran ya? kok bisa?" tanya Kania.
"Saya juga bingung kenapa bisa kebakaran, oh iya maaf saya harus pergi ya," Tasya pamit pergi dari hadapan Kania menuju kelas Anta menjemputnya untuk pulang.
Dita menjemput Tasya dan Anta bersama Anan dan Pak Herdi.
"Bunda..." Anta memeluk Dita saat bundanya turun dari mobil.
"Mobil siapa Ta?" tanya Tasya.
"Mobil aku, sebenarnya beli pake uang Pak Herdi sih, lumayan biar mobil bekas tapi masih bagus, mana penuh perjuangan belinya," ucap Dita menunjukkan mobil SUV bertipe mini warna cokelat itu.
"Perjuangan gimana maksudnya?" tanya Tasya lalu mengangkat Anta naik ke dalam mobil dan duduk di samping Anta. Dengan gemasnya Pak Herdi menggelitik Anta yang datang ke arahnya.
"Om kok bajunya kayak anak kecil sih?" tanya Anta.
"Nah kan... Anta aja tau ini baju bocah," Pak Herdi mencibir Anan yang duduk di depan bersama Dita.
"Eh elo tuh ya..."
"Yanda..." Dita yang fokus menyetir langsung menahan Anan agar tak memulai peperangan dengan Pak Herdi.
Anan menahan nafasnya mencari kelegaan agar bisa tenang.
"Nah emang enak su..."
"Pak Herdi juga diem jangan mancing-mancing emosi," Dita memotong ucapan Pak Herdi.
"Eh udah-udah aku mau tanya, perjuangan gimana dapetin ini mobil?" tanya Tasya.
"Perjuangan melawan para hantunya," jawab Dita.
"Maksudnya hantunya mau beli mobil ini juga?"
"Bukan, ini kan mobil udah dua tahun gak laku gara-garanya ada hantu penunggu mobil ini yang gak mau mobil ini dijual, tadi ada hantu si kakek sama cucunya, katanya sih pada mati tenggelam pas mobil ini terjun ke laut," ucap Dita menjelaskan sambil fokus menyetir.
"Lah ini mobil masih hidup aja bekas terjun ke laut, hmmm terus para hantu itu pada kemana?" tanya Tasya masih ingin tahu.
"Pada pindah ke mobil VW butut di pojokan, pas di takutin Anan, kata tuh para hantu mereka baru ini nemu hantu di bungkus kayak gini di negara ini hahahhaha," ucap Dita sambil tertawa bersama Pak Herdi dengan gelinya.
"Apaan sih bunda, kok kamu jadi menghina aku sih," ucap Anan dengan kesalnya.
"Bukan gitu yanda, aku malah bangga bukan menghina, kalau di sini ternyata gak ada hantu yang kayak kamu hehehhee apalagi yang gantengnya kayak kamu gak akan ada deh buat aku mah," ucap Dita.
"Lagian kenapa sih yanda pakai baju kayak bungkus permen?" tanya Anta.
"Ini gara-gara om hantu bungkus itu tuh," sahut Anan.
"Udah sih jangan berantem mulu berisik kasian tuh Anta nanti malah sering lihat kalian berantem terus niru-niru lagi, kita makan siang dulu ya di mall kota terus cari baju buat Pak Herdi," ucap Dita menahan Pak Herdi dengan lirikan tajamnya agar tak membalas Anan.
***
"Ta, saya boleh beli cermin itu gak?" ucap Tasya saat sudah selesai makan di sebuah restoran dalam mall.
__ADS_1
"Buat apa?" tanya Dita.
"Tadi aku ketemu Maria di cermin kamar mandi di sekolah Anta, dan dia bisa ikut kita lagi kalau aku bawain cermin yang cocok untuk dia tinggal," ucap Tasya.
"Dimana-mana tuh hantu tinggal di kebon, hutan, rumah kosong lah ini minta cermin, hihihi," ucap Dita menuju ke toilet.
"Nah itu, boleh ya beli, beliin hehehe," pinta Tasya.
"Ya udah yang itu aja jangan gede-gede yang sedang aja ya," ucap Dita.
"Jangan bilang-bilang Anta ya, biar buat kejutan dia," Tasya berbisik agar tak terdengar Anta.
"Ayu ah pulang, aku capek nih lompat," ucap Anan merengek.
"Emang gak bisa apa jalan?" Dita menoleh.
"Aku udah berusaha buka tapi ke ikat terus kakinya," jawab Anan kesal.
"Kamu juga gak bisa hilang gitu kayak Pak Herdi?" tanya Dita.
"Aku udah berusaha tapi gak bisa bunda, eh ngomong-ngomong si Pak Herdi mana nih?" Anan mencari sosok Pak Herdi.
"Tadi om ke sana deh," Anta menunjuk.
"Oh masuk toilet, ya udah Anta nunggu sini ya sama yanda, bunda sama tante Tasya ke dalam toilet dulu," ucap Dita.
"Oke Bunda..." sahut Anta.
Pak Herdi keluar dari dalam toilet dan menabrak seorang wanita.
"Herdi...? kamu masih hidup? gak mungkin," ucap wanita itu.
"Kamu..." Pak Herdi yang kesal mencoba mencekik wanita itu tapi si penjaga berbadan besar itu memeluk Pak Herdi dari belakang dan membawanya pergi ke arah parkiran mobil.
"Yanda, itu om nya di bawa kemana tuh," ucap Anta.
"Wah gak bisa di biarin ini, ayo Anta kita kejar!" Anan menggendong Anta dan melompat mengejar Pak Herdi.
Seorang wanita tua yang melintas tak bisa melihat sosok Anan dan ia hanya melihat Anta terbang dengan sendirinya. Ia lalu pingsan tak sadarkan diri.
"Aduh... yanda lupa gak kelihatan," Anan menurunkan Anta dari gendongannya.
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘