
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Note : hanya yang memenuhi syarat ya yang aku undi, nantikan pemenangnya di tanggal 10 Juli 2020.
Happy Reading 😊😊😊
*****
Satu jam yang lalu...
Papi Hyena datang mengunjungi ibunya Andri yang di rawat serta tak lupa ia berikan sejumlah uang untuk membantu biaya pengobatan ibunya Andri. Papinya Hyena yang bernama tuan Ming mengajak Andri dan Anan untuk berbicara di kafe rumah sakit, sementara ibunya Andri sedang terlelap dan istirahat.
"Jadi begini, om akan menjual Restoran tersebut pada seorang pengusaha, sementara kalian ikut bekerja di perusahaan om, bagaimana tawaran om?" ucap Tuan Ming.
"Gimana ya om, kalau saya sih terserah Anan," ucap Andri menatap Anan yang sedari tadi bersikap cuek.
"Nan, sssttt ditanyain tuh," Andri menepuk paha Anan dengan keras.
"Adawww... sakit Onta...!!!" jerit Anan.
"Baby... sopan dong ada papi," sahut Hyena.
"Eh maaf om, gimana ya om saya maunya punya usaha sendiri om, gak mau bergantung sama orang lain," ucap Anan.
"Kamu itu gimana sih, banyak lho yang mau jadi wakil saya di perusahaan besar saya, apalagi kamu akan saya nikahkan segera dengan Hyena," ucap Tuan Ming.
"Aduh, saya belum siap om kalau nikah sama Hyena," sahut Anan.
"Baby kamu gimana sih?" pekik Hyena.
"Mohon maaf sekali gitu, saya ijin pergi om," Anan langsung berdiri dan langsung pamit pergi.
"Anaaaaaan...!!!" Seru Hyena meneriaki Anan yang tak juga berhenti melangkah.
"Kurang ajar tuh pacar kamu, gini ya Andri kalau kalian sampai menolak tawaran saya, tolong segera kembalikan uang saya semuanya nanti akan saya kirimkan rincian hitungannya," ucap Tuan Ming.
"Saya akan tanyakan lagi sama anan om, nanti saya kabarin saya nyusul Anan dulu," ucap Andri lalu pamit.
"Tolong ya Ndri, omongin baik-baik sama Anan," pinta Hyena.
"Anan elu gimana sih, gue aja mau kok kalau nikah sama Hyena, langsung jadi orang tajir," ucap Andri menegur Anan yang berada di koridor rumah sakit.
"Elu aja sana yang kawin sama Hyena, gue mah ogah!" sahut Anan.
"Tapi cong, papinya Hyena si Tuan Ming mau kita ganti uang dia yang udah dia kasih ke kita," ucap Andri.
"Iya bakal gue ganti, gue bakal usaha dan kerja keras," ucap Anan meyakinkan Andri.
"Lagian gue heran sama elo makin hari makin sebel aja bawaannya sama Hyena, jangan bilang kalau elo suka sama orang lain ya?" tanya Andri.
"Bukan urusan lu lah, udah gue mau mikirin caranya punya usaha lagi dan ngeganti uang papinya Hyena.
Tante Dewi sekilas mendengar pembicaraan Anan dan Andri.
"Maaf ya Nan, bukannya tante gak sopan ngedenger pembicaraan kamu sama Andri, tapi Tante punya ide, kalau kamu mau punya usaha, mending minta bantuan Dita," ucap Tante Dewi menyela pembicaraan Anan dan Andri.
"Eh maaf bu, gak usah Dita udah banyak bantu saya sekarang ini," sahut Anan.
"Tapi kamu butuh dia, ummm gini aja deh, kamu buat kedai burger di depan mini market Dita, gak usah sewa tempat, nanti tante bantu modal buat kedai kecilnya, gimana?"
"Tapi bu..."
"Heh, sembarangan ibu, panggil tante, emang tua amat apa saya di panggil ibu!" tante Dewi menampar pipi Anan pelan.
"Ya maaf bu, eh tante," sahut Anan.
"Ya udah sekarang kamu temuin Dita, kamu omongin sama dia, sekarang tunggu apa lagi!" ucap Tante Dewi memerintahkan Anan menemui Dita.
"Ummm kalau di pikir-pikir, boleh juga deh," sahut Anan lalu mencium punggung tangan Tante Dewi secara spontan dan pamit pergi.
"Nan, terus gue gimana?" tanya Andri sambil berteriak.
"Udah urusin ibu dulu nanti gue kabarin," sahut Anan dari kejauhan.
Tante Dewi bergegas pergi menghindari Andri tapi hak sepatunya tiba-tiba patah dan hampir jatuh. Andri langsung sigap memegang bahu tante Dewi agar tidak jatuh. Kedua mata mereka berpandangan cukup lama.
Duh cakep bener nih cewek biarpun lebih dewasa dari gue.
__ADS_1
Batin Andri saat menatap tante Dewi.
"Heh..! maaf ya tolong lepas!" tante Dewi melepas pegangan Andri dan melepas sepatunya.
"Udah untung saya pegang daripada jatuh," gumam Andri.
"Heh jangan berani-berani ya mandang saya kayak gitu, saya udah punya suami yang lebih ganteng dari kamu, jadi jangan harap saya bisa jatuh cinta lagi sama kamu, gak akan pernah...!!"
Tante Dewi mengancam Andri yang melongo heran mendengar ucapan Tante Dewi.
"Nah diem kan kamu tuh huh... bye...!" Tante Dewi meninggalkan Andri dengan menenteng kedua sepatunya.
"Lah kenapa itu ya?" gumam Andri.
***
Seseorang masuk ke dalam mini market Dita membunyikan lonceng selamat datang.
"Yanda.....!!!"
Anta langsung berlari dan memeluk pria tersebut. Anan menyambut pelukan Anta dan menggendong Anta.
"Hai cantik..." sapa Anan pada Anta yang terus mencubit kedua pipi Anan saat di gendongannya.
"Yanda kangen ya, sama Anta sama Bunda juga?" tanya Anta.
"Iya kangen, om eh yanda mau ngomong sama bunda boleh?" tanya Anan.
"Boleh dong," sahut Anta.
"Mau ngomong apa Nan?" tanya Dita yang sedari tadi pinggangnya di cubit Tasya dengan gemas.
"Bisa bicara berdua aja Ta?" tanya Anan.
"Bisa, coba Anta sama tante Tasya dulu ya, bunda mau bicara sama yanda dulu," Dita meraih Anta dari gendongan Anan.
"Anta duduk sini ya," ucap Dita lalu pergi bersama Anan duduk di teras mini market.
"Mau ngomong apa? nih minum dulu!" Dita menyerahkan kopi susu dalam kemasan botol pada Anan.
"Makasih Ta," ucap Anan.
Anan menceritakan perihal pembicaraannya dengan papi Hyena juga usulan tante Dewi padanya.
"Enggak ah Ta, makin beban gue nanti sama Hyena makin gak enak gue nolak dia karena hutang uang juga hutang budi," ucap Anan meneguk kopi susunya.
"Hyena kan cantik, cantik banget malah, udah gitu orang kaya lagi kenapa gak mau sih Nan?" tanya Dita yang berusaha menyelidiki hati Anan.
"Yah masalah hati Ta, emang gue gak ada hati aja buat dia," sahut Anan.
"Yakin...?" tanya Dita makin menggoda Anan.
"Yakin Ta, kalau gue punya hati buat dia mah udah dari dulu gue pepet dia tuh, gue enggak ragu buat jadiin dia istri gue!" sahut Anan dengan tegas.
"Yakin...?" Dita mengulanginya lagi.
"Udah ah Ta jangan deket-deket grogi gue di liatin gitu sama elu," ucap Anan berpaling dari Dita dengan wajah bersemu merah.
"Ih mukanya merah gitu kayak kepiting rebus," Dita menunjuk wajah Anan.
"Masa sih?" Anan mencoba berkaca di jendela mini market milik Dita.
"Hahaha... lucu ih, jadi mau mulai kapan buka stand burger di sini?" tanya Dita.
"Emang boleh?"
"Ya kalau aku udah tanya mulai kapan, itu artinya boleh yandaku, cintaku, sayangku..." ucapan Dita terlepas begitu saja sampai membuat Anan terkejut dan merona merah di wajahnya lagi.
"Biasa gitu ya Ta, sama suami elo?" tanya Anan.
"Iya, maaf ya kelepasan," ucap Dita dengan wajah datar yang sebenarnya menahan tawa.
"Oh..."
"Oke jadi mau mulai kapan, biar aku bantuin bebenah dan rapih-rapihnya sukur-sukur kan nambah pelanggan, apalagi pesona kamu sama Andri di jamin deh narik cewek-cewek apalagi dari sini kan gak jauh ada sekolah Matahari pasti banyak pelanggan dari sana," ucap Dita dengan yakin.
"Pesona?" tanya Anan.
"Iya pesona, wajah kalian kan lumayan, yah..."
__ADS_1
"Tampan ya hehehe?"
"Ya gitu deh, apalagi wajah kamu tuh saking tampannya bikin kangen," ucap Dita dengan senyum manis merekah terpancar di wajahnya.
Duh kenapa istri orang jadi semanis ini sih di mata gue, perasaan kalau gue sama Hyena adem banget kenapa kalau sama Dita gue seneng banget ya, nyaman bikin gue deg degan juga.
"Anan... woi... dia bengong!" Anan tersentak oleh tepukan tangan dari Dita.
"Eh enggak, lagi mikir aja nih mau bikin design kedai bentuknya kayak apa ya?" Anan mencoba berbohong.
"Oh itu bentar ya aku ambil laptop dulu kita cari model kedai yang bagus," Dita beranjak ke dalam kedai menaiki anak tangga menuju lantai dua, tapi Anan malah menyusulnya ke dalam dan bermain dengan Anta.
Tasya mengambil foto Anan dan Anta diam-diam saat memperhatikan mereka bermain bersama di sudut mini market tempat yang di siapkan Dita untuk Anta bermain menemani Tasya saat menjaga toko.
Dita menuruni anak tangga dan menghentikan langkahnya saat melihat Anan dan Anta bermain dengan serunya. Anan menggendong Anta bak menerbangkannya seperti pesawat terbang. Anan juga menggelitik Anta sampai tertawa dengan serunya. Dua tahun lebih Anta kehilangan kasih sayang seorang ayah yang sekarang Anta sudah dapatkan. Meskipun Anan belum pulih ingatannya atau bahkan nanti tidak bisa pulih, Dita akan terus berusaha mendapatkan hati Anan.
Ada air mata yang tak terasa menetes di pipi Dita kala melihat kebahagiaan Anta bermain bersama Anan. Dita buru-buru menyeka air matanya kala melihat Anan menoleh padanya.
"Ini laptop nya," ucap Dita yang menuruni anak tangga dan menyerahkan pada Anan.
Andri masuk ke dalam mini market untuk mencari roti dan air mineral.
"Eh cong, ngapain lu di sini?" tanya Andri menegur Anan.
"Lah elu ngapain di sini bukannya jagain ibu lu?" tanya Anan.
"Gue mau beli cemilan lagian ibu juga lagi tidur ada suster juga yang ngejagain ," sahut Andri.
"Nah kebetulan, ini kan tokonya Dita, dan gue mau ikut saran tante tadi buat buat kedai di depan tokonya Dita, gimana?" tanya Anan merangkul bahu Andri yang sebenarnya lebih tinggi dari Anan.
"Elo yakin cong gak mau terima tawaran Tuan Ming?" tanya Andri.
"Gak lah, gue mau berjuang sendiri, gak mau pake bantuan dia, nanti kita buka kedai di situ tuh, nih gue mau cari model kedai sama Dita," ucap Anan.
"Ya udah kalau gitu, gue ikut luh aja, gue kan sahabat lo," Andri menjitak kepala Anan.
"Wah rese luh Onta," Anan membalas Andri memukul bahu Andri dengan laptop Dita.
"Sakit pocong...!!!" pekik Andri.
"Heh udah-udah dia malah ribut di sini sih?" Dita melerai keduanya.
"Tau ih datang ke toko orang malah ribut," sahut Tasya.
"Iya maaf," ucap Andri dan Anan berbarengan.
"Bunda Anta laper mau makan?" Anta merengek.
"Mau makan apa?" tanya Dita.
"Ayam panggang yang muter-muter itu lho Nda," sahut Anta.
"Oh iya bunda tau ayam itu, yuk kita ke rumah makannya, ayo Nan kita bahas di sana, kamu gak apa-apa kan Sya sendirian jaga toko?" tanya Dita.
"Gak apa-apa kok tenang aja," sahut Tasya.
"Tenang ada gue, kalau jagain toko sama cewek cantik ini mah gue juga mau," ucap Andri menaikkan alisnya berulang-ulang saat menatap Tasya.
"Hu.... modus...!!! awas lho macem-macem saya semprot nih pakai disenfektan," ancam Tasya.
"Galak bener say...!" Andri tersenyum menggoda Tasya.
*****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
To be continued...
Jangan lupa main ya ke cerita terbaru ku
“WITH GHOST”
ramaikan disana.
Baca juga :
- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
- 9 Lives (END)
__ADS_1
- Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘