Pocong Tampan

Pocong Tampan
Aiko (part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


****


Aiko kembali dari pertemuan nya dengan salah satu sekte sesat di kotanya itu, sekte yang sudah turun temurun dia ikuti dan tak bisa dia lepas dan tinggal kan. Sedari kecil ayahnya menyiksa ibunya dengan kejam dan semenjak itu ia membenci kaum laki-laki. Ibunya Aiko sempat menjauh dari sekte tersebut namun sang nenek menyeret Aiko kembali Namun saat bertemu dengan Arjuna Prayoga ia tak bisa menolak perasaannya Arjuna dan akhirnya menikah dengan Arjuna.


Arjuna bukanlah orang yang baik, dia juga melakukan pesugihan dengan sang nyai yang membuat rumah sakit dan perusahaan farmasi nya sukses dan mampu menaklukkan hati Aiko sampai Aiko bertemu kembali dengan sang nenek yang membawanya kembali ke sekte, namun ia harus tetap bersama Arjuna karena dirinya sudah berbadan dua.


Aiko melahirkan bayi kembar laki-laki yang sebenarnya ia tak suka namun yang mulia menyukai anak kembarnya jadi Aiko harus menjaga ke dua putra nya dengan baik. Karena kondisi fisik Manan yang lemah Aiko lebih memilih menjaganya lebih ekstra dan memilih Manan untuk diserahkan jiwanya pada yang mulia saat berumur dua puluh tahun.


Yang mulia mendapat bisikan sang ratu yang juga menyukai Anan jadi salah satu anggota sekte tersebut bertemu Anan dan membuat Anan terjatuh di tangga dengan kepala terbentur dinding dengan keras dan mati. Namun hal tak terduga adalah jiwa Anan tak bisa di raih yang mulia dan bergentayangan sampai bertemu dengan Dita.


"Hai mas kamu sudah makan?" tanya Aiko pada Arjuna suaminya yang lemah, lumpuh tak berdaya. Kecelakaan waktu itu membuat Arjuna lumpuh dan stroke saat menjemput Aiko pulang dari rumah sakit. Namun Aiko selamat karena pertolongan energi yang mulia. Tak ingin Dewi menghampiri kakaknya di Jepang Aiko terpaksa berbohong kalau ia sakit keras dan mengharuskan tinggal di Jepang lebih lama. Dewi percaya dan tak pernah merasa curiga karena memang ia tak begitu dekat dengan sang kakak dia malah dekat dengan Aiko dan percaya dengan semua yang Aiko katakan.


"Hmmm aku akan mengunjungi Anan dengan memberi hadiah ini, tapi maaf ya mas aku tak akan mengajakmu."


Aiko memesan tiket pesawat secara online menuju ibukota tempat Anan dan Dita tinggal. Dia pastikan dirinya hadir saat upacara pernikahan Anan dan Dita.


"Kalian urus keperluan tuan ya, aku akan pergi beberapa hari." ucap Aiko pada para pelayannya.


"Baik Nyonya."


"Siapkan barang-barangku." perintah Aiko.


"Baik Nyonya." sahut pelayan.


****


Di rumah sakit keluarga milik Anan.


"Don lihat Dita gak?" tanya Anan ke Doni setelah lelah berduel dengan pak Herdi dan meninggalkan pak Herdi bersama Anita serta Maya.


"Tadi sama dokter Dewi ke luar deh pak." jawab Doni.


"Yah aku ditinggal deh." gumam Anan.

__ADS_1


"Pak Manan tunggu!" Shinta berlari dari kejauhan mendekati Anan. Dibelakang Shinta terdapat Joni dan Johan yang mengikuti Shinta sedari tadi.


"Kenapa Shin?" tanya Anan.


"Bapak gak ngerasa apa gitu, kangen sama aku misalnya?" tanya Shinta penuh harap.


"Maksudnya apa sih?" Anan menahan tawanya.


"Nah kebetulan nih pak bos coba cocok mana Shinta sama aku apa sama Johan?" tanya Joni.


"Ya sama aku lah, ya kan pak bos?" Johan menyela.


"Sama aku kan ya pak bos?" Joni merangkul Shinta.


"Ih lepas gak Jon!" Shinta mendorong Joni.


"Pak please bapak suka kan sama aku? nikahi aku ya pak please....?" pinta Shinta memohon.


"Kakak...! kakak kenapa sih ganggu pak bos terus." sahut Doni menghampiri kakaknya itu.


"Tapi Don, pak Manan itu pasti suka sama gue, tadi gue kasih dia brownies yang ada peletnya." bisik Shinta ke Doni.


"Astagfirullah kak, kok nekat banget sih kakak kaya gitu?" tanya Doni dengan nada kesal.


"Kakak cinta Don sama pak bos, kakak tuh mau dia jadi suami kakak." rengek Shinta.


"Kamu tuh harusnya bantuin aku bukan Dita."


"Doni hanya mengikuti kata hati Doni, dan kak Dita itu baik banget kak sama Doni sama semua orang."


"Ih adik macam apa sih kamu yang gak bisa dukung kakaknya."


Anan sudah pergi menghindari pertengkaran Doni dan Shinta secara perlahan-lahan dan sembunyi - sembunyi.


"Lho pak bos kemana?" tanya Shinta ke Johan


"Tuh ke parkiran." tunjuk Johan.


"Pak booooossss." Shinta berlari menghampiri Anan.


"Hadeh kakak ku bikin malu aja." gumam Doni.


"Pak bos tunggu!" Shinta menahan Anan lalu memeluknya. "Bapak suka kan sama aku? bapak pasti sayang kan sama aku?"

__ADS_1


"Tolong Shinta bisa gak lepasin aku, lepas dong!" Anan berusaha melepas pelukan Shinta. Johan dan Joni membantu Anan melepas pelukan Shinta dari Anan.


"Apa apaan nih?" dokter Dewi menegur adegan menyebalkan Shinta di parkiran itu. Dita hanya terdiam menatap Anan dengan kesal.


"Ta jangan marah ya, dengerin penjelasan aku dulu." Anan menghampiri Dita segera memohon Dita dengan menggenggam tangan kiri Dita sementara tangan kanannya membawa bungkusan makanan untuk Anan.


"Kamu ngapain barusan peluk - peluk gitu?" tanya Tante Dewi kesal.


"Bukan aku yang peluk Tante tapi Shinta hanya aja Joni sama Johan." Anan membela diri.


"Emang iya Shinta kamu peluk dia?" Tante Dewi bertanya pada Shinta.


"Dokter aku jelasin yak, pak Manan tuh sama aku saling mencintai aku mau banget di nikahin pak Manan dok, ya please..." rengek Shinta.


Dokter Dewi menyentuh dahi Shinta dengan punggung tangannya. "Gak panas sih, kepala juga gak ada yang luka, kamu gak abis kejedot kan Shinta?" tanya dokter Dewi.


Dita berusaha menahan tawanya tapi matanya masih kesal memandang Anan.


"Dokter Dewi dengerin aku dulu..."


"Stop Shinta silahkan kembali ke ruangan ya."


"Tapi dok..."


"Kamu gak mau kan besok saya kasih surat peringatan?"


"Enggak dok."


"Nah silahkan kembali ke ruangan kamu." perintah dokter Dewi.


Shinta menuruti perintah dokter Dewi berjalan dengan goyah dan lunglai menuju ruangannya, Joni dan Johan masih setia mengikuti Shinta. Sesekali Shinta menoleh ke arah Anan berharap Anan akan berlari dan memeluknya namun itu hanyalah mimpinya. Shinta menatap kesal ke arah Joni dan Johan yang tak mau berhenti mengikutinya.


"Kak..." tegur Doni namun Shinta menepisnya sentuhan tangan Doni di pundak.


"Kakak gak apa-apa kan?" tanya Doni.


"Bodo amat, gue kesel sama Lo!" pekik Shinta menjauh dari Doni.


"Harusnya kak Shinta seneng tuh gak bisa dapat pak bos tapi dapat dua orang yang kejar-kejar dia gitu hehehe." gumam Doni.


***


To be continued...

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya...


Tengok 9lives juga yak 😘😘😘😘


__ADS_2