
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
Sesampainya mereka di hotel, Anan bergegas menuju kamarnya karena lelah mengangkat tubuh Doni bersama om Kevin. Dita masih bersama Tasya di lobby hotel menuju cafe dalam hotel karena Anan merasa masih lapar ingin makan nasi goreng. Dita bertemu dengan Jeff dan Brian dalam cafe.
"Nih kalau Anan lihat bisa marah nih sama kamu Ta, apalagi kalau dia tahu kita ketemu para bule ini?" tanya Tasya sambil berbisik.
"Tadi kan Anan sibuk gotong Doni jadi gak tahu lagian juga dia yang nyuruh kita ke cafe kan, ya mana dia tahu kalau kita ketemu Jeff sama Brian." sahut Dita sambil berbisik.
Tasya terlihat sangat kesal melihat hantu Susi menempel pada Jeff sedari tadi.
"Itu si Susi ngapain sih ngikutin Jeff terus?" ucap Tasya dengan nada kesal.
"Ya mana aku tau coba sana tanya." sahut Dita mendorong Tasya pelan.
"Gak bisa di biarin nih masa dia peluk-peluk Jeff." ucap Tasya langsung menghampiri Jeff.
"Yee si Tasya main kabur aja mentang-mentang mau deketin gebetan, ah mending aku pesen nasi goreng dulu buat Anan." gumam Dita lalu menuju meja pemesanan makanan di cafe itu.
"Hai Jeff." sapa Tasya menepuk punggung Jeff lalu menggeser dan mendorong Susi sampai jatuh ke lantai dengan pinggulnya.
"Kampret nih cewek." sahut Susi langsung berdiri. Susi melotot ke arah Tasya dengan memamerkan wajah seramnya karena separuh wajahnya hancur. Tasya langsung tak berani melihat tapi berusaha menguatkan diri.
"Hai Tasya, kamu lagi apa disini?" tanya Jeff.
"Aku... aku... aku lagi nemenin Dita beli nasi goreng." Tasya tak berani juga melirik Susi yang kini memeluk Jeff dari belakang.
"Ouch kok leher saya terasa sakit ya?" Jeff memijit lehernya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Itu... itu soalnya ada yang..."
"Tasya balik yuk ke kamar." ajak Dita yang sudah memegang sekotak nasi goreng untuk Anan memotong pembicaraan Tasya pada Jeff.
"Hai Dita." sapa Brian saat Dita hadir.
"Hai Brian, hai Jeff." sapa Dita.
__ADS_1
"What are you doing in here?" tanya Brian mendekati Dita.
"Me, buying this nasi goreng, emm apa ya bahasa Inggrisnya?" Dita mengetuk dagunya.
"Fried rice." sahut Jeff.
"Nah iya betul, buying fried rice." ucap Dita.
"Ta gimana caranya ya bilang sama Jeff kalau yang buat leher dia sakit itu si hantu perempuan nyebelin itu." bisik Tasya.
"Ya mana aku tahu." sahut Dita sambil berbisik.
"Oh iya mari sama-sama, saya juga mau balik ke kamar." ucap Jeff yang berdiri dengan menggendong Susi di punggungnya.
"Aduh kok sakit ya, berat sekali sepertinya." gumam Jeff.
"What happened?" tanya Brian pada Jeff.
"I don't know something wrong with my back, it feel so hurt." ucap Jeff sambil menyentuh punggung dan lehernya.
"Maybe you too tired, let's get some rest." ajak Brian.
Tasya terlihat sebal melihat Susi menoleh pada Tasya dengan senyum kemenangan karena la berhasil di gendong oleh Jeff. Tasya langsung menarik Susi jatuh ke lantai. Susi berdiri membalas Tasya dengan menjambak rambutnya.
"Aduh aduh sakit." pekik Tasya membuat Brian dan Jeff menoleh heran.
"Kamu duluan aja sama Brian masuk lift nya." ucap Dita pada Jeff.
"Memangnya kenapa?" tanya Jeff.
"Ada yang tertinggal." sahut Dita.
Jeff dan Brian masuk ke dalam lift, dan melambai pada Dita sebelum pintunya tertutup.
Susi menarik Tasya ke sebuah koridor hotel yang sepi sambil menjambak rambutnya. Dita mengikuti mereka seketika.
"Aduh lepasin... sakit tau... dasar nenek lampir." ucap Tasya mencoba melepas tarikan lengan Susi di rambutnya.
"Kamu tuh ya gangguin aku terus sama Jeff, dikit lagi tau gak Jeff bisa lihat aku." ucap Susi dengan kesal.
"Dih pede banget kamu, terus kalau Jeff bisa lihat kamu emangnya dia bakal naksir sama kamu makanya ngaca!" pekik Tasya yang sudah terlanjur sewot.
"Eh gue tuh cantik tau gak tuh wajah gue udah berubah jadi cantik." ucap Susi dengan sombongnya.
"Yee tetep aja kamu tuh hantu, pasti Jeff takut sama kamu hihihi." Tasya meledek Susi.
__ADS_1
"Biarin gue hantu jadi gue gak kelihatan bisa masuk kamar Jeff sesuka gue bisa lihat Jeff lagi mandi wleeekk." sahut Susi menjulurkan lidah nya ke Tasya.
"Ih dasar hantu mesum, bisa - bisanya kamu ngintip si Jeff lagi mandi huuu." Tasya mendorong Susi.
"Yeee suka-suka gue dong, yang penting gue bisa peluk sama cium Jeff sesuka hati." Susi bertolak pinggang.
"Ih dasar hantu genit." Tasya mengacak-acak rambut Susi menariknya dan menjambak nya dengan penuh kekesalan.
"Ini pada kenapa sih? dari tadi gak kelar-kelar berantemnya." Dita melerai keduanya.
"Kamu dengar kan Ta, si Susi ini mesum banget deket-deket sama Jeff dia tuh buat saya iri, saya kan jadi sebel banget sama dia." sahut Tasya masih saling menjambak dengan Susi.
"Tapi dia hantu lho Sya tumben banget kamu berani sama hantu hahahaha." Dita meledek Tasya.
"Demi Jeff, saya gak rela Jeff di pegang-pegang sama nih hantu." sahut Tasya.
"Iya gue kan hantu nih lihat gue." Susi sudah kembali dengan wajah menyeramkan nya di hadapan Tasya.
"Ih jorok kulit pipinya nempel nih di tangan saya." ucap Tasya dengan jijiknya melepas tangannya dari rambut Susi.
"Tasya... mau kemana... sini main sama aku." Susi mengejar Tasya yang tiba-tiba lari menjauhinya.
"Hahaha kalian ini kocak banget sih berebut bule doang sampai segitunya." Dita tertawa sampai memegangi perutnya lalu dia mengikuti Tasya dan Susi menuju lift.
Dita melihat ke arah dinding kaca hotel saat menuju lift.
"Kok kayak ada wajah perempuan yang liatin aku ya di pohon itu?" Dita mencoba mendekat ke dinding kaca tersebut memperhatikan sosok yang berada di pohon itu.
Sosok kepala perempuan itu tersenyum menyeringai pada Dita.
"Kayak pernah lihat tapi dimana ya? lagian ngapain sih dia di pohon tinggi gitu." gumam Dita yang tiba-tiba melihat kepala perempuan itu melayang terbang dengan bagian organ tubuh yang melekat di bawah kepalanya ikut terbang melayang.
"Astagfirullah itu kan kuyang." pekik Dita.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you