Pocong Tampan

Pocong Tampan
Masa Lalu Anan


__ADS_3

Jangan lupa vote nya sebelum membaca😊


***


Dokter Dewi berdiri dan mencoba menghindari Dita namun Dita menarik tangan dokter Dewi menahannya agar jangan pergi.


"Sekarang bisa ceritakan bagaimana Anan meninggal dokter...??"


Dita memandang dokter Dewi dengan senyuman yang memohon.


Dokter Dewi duduk kembali disamping Dita. Menarik nafas panjang lalu mulai bercerita.


"Anan itu aktif dari kecil selalu jadi pusat perhatian saking lincahnya, beda dengan Manan, dia itu pendiam, penyendiri, lebih lemah karena jantungnya bocor. Banyak yang gak tau kalo kakak saya Arjuna punya anak kembar karena Manan selalu berada dirumah. Sampai hari itu Manan menolong Anan agar terhindar dari tabrakan maut sehingga Manan harus mengalami koma."


"Lalu bagaimana dengan Anan Dok?"


Tanya Dita.


"Anan ngerasa bersalah banget sampai dia mencoba melampiaskan kekesalannya pada narkoba namun pertama kali mencoba dia malah overdosis."


"HAH...??! masa Anan kaya gitu Dok..?" Dita melirik Anan yang juga terkejut dengan keadaannya.


"Iya aku juga gak nyangka dia kaya gitu kayanya dia kepengaruh deh, meski aku ragu yak dengan adanya luka di kepalanya."


"Maksud Dokter?"


"Entahlah, sepertinya luka dikepalanya itu yang buat Anan meninggal, tapi temen-teman nya bilang dia terjatuh dari tangga club house terus OD pas dibawa kerumah sakit XX gak ketolong."


"Hmmmm Dita ngerti nih kenapa dia masih gentayangan dirumah sakit waktu itu."


"Jadi bener Anan masih disekitaran sini?"


"Iya Dok, itu didepan Tante."


Anan mendekati Dokter Dewi berlutut dihadapan dokter Dewi dan menyentuh kedua tangan Tantenya itu. Dokter Dewi terkejut merasakan hawa dingin di kulit tangannya.


Sekelebat bayangan masa kecil Anan terlintas bersama dokter Dewi sepertinya Anan lebih sering menghabiskan waktunya bersama dokter Dewi dibandingkan bersama orang tuanya.


"Tanyain orang tua aku Ta?" ucap Anan ke Dita.


"Dok maaf nih kata Anan dimana orangtua dia sekarang?"


"Oh... di Jepang, ibunya kan orang Jepang, sebenarnya kak Aiko sedang sakit, dia mengidap kanker hati."


"Terus Manan gak pernah ada yang nungguin di sini?"


"Cuma saya keluarganya disini, kamu kenapa bisa sampai sini?"


"Wah kisah saya panjang banget dok bisa kenal Anan dan sampai sini."


"Karena saya harus kembali bekerja sepertinya saya mau mendengarnya besok, boleh minta nomer telpon kamu?"


"Hehehe... hari ini sih kata kapten Jihan dia mau bawain barang-barang saya dari wahana, semoga aja ada hape saya."


"Terus dimana keluarga kamu?"


"Saya gak punya siapa-siapa dok, cuma punya Anan saat ini."

__ADS_1


"Jadi secara yang kelihatan mata kamu sendirian?"


Dita mengangguk sedih.


"Aku juga gak tau mau tinggal dimana setelah wahana tempat aku numpang tinggal ditutup dok."


"Hmmmm... kapan kamu pulang?"


"Mungkin besok."


"Kalau gitu kamu tinggal dirumah saya, gimana?"


"Serius dokter, ada sewanya gak?"


"Yah gimana yak di sini gak ada yang gratis hehehehe, kamu bantu-bantu aja bersihin rumah saya terus setiap hari kami harus ke sini jagain tengok Manan sebentar bareng Anan."


"Jujur ya dok Anan tuh lupa sama masa lalu dia, jadi rada bego dikit deh."


Anan menoyor kepala Dita membuat dokter Dewi kaget dengan reflek kepala Dita.


"Tapi dia masih jahil kaya gitu tuh." ada senyum di bibir dokter Dewi saat itu.


"Ya gitu deh Dok, iseng banget suka modus pula."


"Hahahhaa saya jadi gak pergi kerja nih betah ngobrol sama kamu, kamu diruangan apa?"


"Lantai dua kamar mahoni."


"Oke nanti saya kesana ya jadi saat kamu pulang saya bisa anter kamu kerumah saya."


"Makasih banyak ya dok."


Tante Dewi berdiri dan pergi meninggalkan Dita dengan senyumnya yang manis.


"Alhamdulillah... Allah baik banget sama aku ya Nan."


"Jadi menurut kamu aku gak tenang karena.."


"Kamu dibunuh.." sahut Dita segera.


Anan mengangguk setuju.


"Ta kalo aku tahu siapa yang bunuh aku terus Manan sadar aku akan pergi lho Ta, kamu sedih enggak?"


"Harus ya ditanya kaya gitu? Jangan buru-buru yak aku belum siap kamu pergi, kita urusin Andri dulu aja." Dita memeluk Anan dengan erat.


"Ta boleh gak aku bilang I Love You...?" tanya Anan memandang mata Dita dengan lekat.


"Hmmmm gimana yak..."


"Tuh Dita mah gitu jawab aja susah bener."


"Bodo ah."


Dita menempelkan wajahnya di kaca ruangan tempat Manan berbaring.


"Dah Manan besok aku kesini yak."

__ADS_1


Dita lalu melangkah kan kaki menuju lift dan saat pintu lift terbuka terlihat sosok hantu kakek tadi.


"Yah dia lagi... haduh jangan liat - liat kek serem, Anan sini temenin."


"Gak mau... bilang dulu I Love you too."


"Iya nanti bilang, sini pokoknya sini dulu."


"Gak mau... bilang dulu..!"


"Aduh kek jangan senyum senyum nakutin gitu deh, kalo lewat tangga capek juga turun lima lantai belum lagi ketemu yang aneh-aneh di tanggal nanti, ANAN....!!"


"Bilang dulu...!!"


"Love you... dah cepetan sini..."


"Apa gak kedengeran?" Anan mendekat ke Dita.


"Udah ah masuk temenin."


Dita mendorong Anan kedalam lift lalu dia bersembunyi dibelakang tubuh Anan menghindari tatapan hantu kakek itu.


Tring... Pintu lift terbuka.


Dita langsung berlari menuju ruangannya.


"Kamu tuh ya darimana aja?" ucap kapten Jihan terlihat kesal menunggu Dita .


"Maaf Kapt tadi aku jalan-jalan bentar."


"Sebentar? satu jam lho suster nyariin kamu hampir aja saya bikin pengumuman kamu buron."


"Dih kapten emang saya penjahat buron."


"Ini barang-barang kamu dari wahana semoga gak ada yang ketinggalan, hari ini kamu boleh pulang, saya minta alamat kamu karena kamu masih jadi saksi kunci di kasus ini."


"Emmm aku gak tau alamat rumahnya nanti dokter Dewi mau jemput saya karena mulai besok saya bekerja dirumahnya."


Dita tersenyum dengan ceria.


"Yah baru aja saya mau nawarin kamu kerja dirumah saya." ucap Kapten Jihan.


"Serius Kapt? ya maaf kalo gitu, emang kerja apaan Kapt?


"Ngurusin anak saya."


"Ah gak mau ah."


Hidupku aja penuh ditemenin hantu nanti anaknya kapten Jihan sawan terus lagi ngeliatin temen-temen gak jelasnya aku.


Batin Dita tersenyum menatap kapten Jihan.


***


To be continued


Happy Reading...

__ADS_1


Makasih ya yang udah setia baca dan nge vote ... Love you all...😘😘😘


__ADS_2