Pocong Tampan

Pocong Tampan
Di Rumah Iwan


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


Dita sudah memanggil pak Herdi bersamanya, dan benar dugaan Tasya kalau pocong Nia juga ada bersama pak Herdi.


"Tuh kan bener dugaan aku, dia ngikutin pak Herdi." ucap Tasya.


"Hai." sapa Nia menggoyangkan jemarinya.


"Cie Pak Herdi sekarang punya temen main, cie." Dita menggoda pak Herdi.


"Enak aja ribet tau Ta, dia ikutin saya mulu, sampai saya mau rebahan di kamar Kevin dia malah ikut rebahan meluk si Doni." sahut pak Herdi dengan kesal.


Tasya dan Dita menahan tawanya saat melihat pak Herdi yang bercerita sangat kesal.


"Eh udah selesai nih, udah dibayar Anan, kita mau balik ke hotel." ucap Tante Dewi menegur Dita dan Tasya.


"Wah suamiku..." pocong Nia langsung menghampiri Doni dan memeluknya


"Ini tolong lepasin, kak Dita tolongin, sesek aku nih." pinta Doni.


Tante Dewi dan om Kevin bergidik ngeri, keduanya sepakat langsung menuju ke dalam mobil melihat kelakuan Doni saat itu.


"Nia tolong lepas ya, kamu mau ketemu suami? yuk aku anterin." pinta Dita.


"Enggak ah, ini kan suami aku." rengek Nia.


"Heh nikah aja saya belum gimana saya punya istri macam kamu, duh lepasin baunya udah gak enak nih ada anyir bangkainya gitu."


ucap Doni sambil mencoba melepaskan Nia dari tubuhnya.


Anan malah menertawakan Doni bukannya membantu. "Lucu banget sumpah deh." ucap Anan menunjuk ke Doni.


"Dih pak bos bukannya bantuin lepasin malah ketawain saya huh." sungut Doni.


"Ya udah Nia, ikut aku yuk kita ketemu sama suami kamu dan anakmu." ucap Dita mencoba melepaskan Nia dari Doni.


"Betul, lebih ganteng dari dia." sahut Tasya.


"Eh sembarangan gantengan aku lah." bantah Doni.

__ADS_1


"Gantengan dia bener deh." Tasya meyakinkan sekali lagi pada pocong Nia.


"Kalau gitu aku mau ikut ah, takutnya Tasya kepincut lagi sama suaminya dia." ucap Doni dengan nada mulai kesal.


"Doni...! ayo masuk!" teriakan Tante Dewi sambil menunjuk ke arah Doni membuat Doni ciut juga nyalinya.


"Tuh di panggil kan, emang enak jadi gak usah deh kamu ikutin kita, temenin Tante Dewi sama om Kevin aja sana." Tasya mengusir Doni.


"Kak Dita, pak bos, pak Herdi jagain Tasya ya, jangan sampai dia suka sama suaminya si pocong ini." Doni memelas pada Dita dan semuanya.


"Dih kocak." sahut Tasya.


"Beres siap, dah sana anterin mereka balik ke hotel noh." ucap Dita meyakinkan Doni.


"Makasih ya, awas ya Tasya kalau kamu macam-macam nanti saya minta hantu kuyang gentayangin kamu." ancam Doni.


"Dih emang kamu berani kalau ketemu kuyang nanti?" tanya Tasya.


"Enggak sih, tapi aku berani - beranikan diri buat ngomong sama dia kalau kamu sampai macam-macam." Doni menunjuk Tasya dengan ancaman sambil melangkah menuju mobil yang di parkir di halaman kedai.


"Ih emangnya aku siapanya kamu malah ngancem gitu." gumam Tasya.


"Udah yuk kita ke rumah suaminya dia nih." ajak Anan.


"Tapi, naik apa yang?" tanya Dita pada Anan.


"Naikin aku hehehe." Anan menggoda Dita.


"Ih jadi mau ikutan mukul - mukul gemes gitu." ucap si pocong Nia.


"Gak bisa, gak boleh, ini punya aku." Dita langsung berdiri di hadapan Anan menghalangi Nia.


"Yah, ya udah deh aku mukul gemes yang ini aja." Nia menghampiri pak Herdi namun tak jadi memukul karena melihat mata pak Herdi yang melotot.


"Hahahhaa... emang enak lagian jadi pocong aja ganjen banget." Tasya meledek Nia sambil menunjuk tapi tawa Tasya terhenti karena Nia mulai berwajah seram dan menghampirinya.


"Udah ah udah, nanti kemalaman kita." sahut Dita mulai kesal.


"Ya udah aku pesen taxi nih, bentar ya aku cari dulu." ucap Anan.


Setelah menunggu sekitar sepuluh menit mobil taxi yang dipesan Anan pun tiba. Mobil tersebut melaju ke rumah Iwan suami dari pocong Nia.


"Aku ingat jalan ini, ya ini memang jalan menuju rumahku." ucap Nia sambil bersorak senang.


"Ih gak jelas berisik banget, udah sih diem aja pocong dua duaan di belakang sana." gumam Tasya.


"Coba cek Sya cari rumah nomor lima belas A." ucap Dita.


"Tuh yang gak ada pagarnya tuh tulisannya nomor lima belas." Anan menunjuk rumah di depannya.

__ADS_1


"Wah iya itu rumahku." sahut Nia.


"Pak stop sini aja pak." perintah Dita pada sang supir.


Mereka pun turun di depan rumah milik Iwan.


"Eh bentar, ngerasa gak sih kalau kita ada yang ikutin?" Dita menahan lengan Anan.


"Ada lah Ta, tuh dua bungkusan di belakang." sahut Anan sambil tertawa cekikikan. Tasya juga jadi ikut tertawa melihat Pak Herdi dan Nia saling lompat-lompatan.


"Bukan mereka, ada sesuatu yang lain yang seolah-olah ngikutin kita dan mantau kita." ucap Dita.


Dan seperti biasa pak Herdi ingin langsung menjambak rambut Anan tetapi Anan dapat menghindarinya.


"Wlek gak kena, gak kena."


Anan meledek Pak Herdi dengan menjulurkan lidahnya sambil berlari dan menabrak seorang kakek berjanggut putih yang tua renta sampai terjatuh.


"Eh maaf kek, saya gak sengaja." ucap Anan langsung membantu kakek itu berdiri begitu juga dengan Dita yang membantunya.


"Hati-hati cu, kamu kenapa lari-lari seperti ini apa karena di kejar hantu?" tanya kakek itu.


"Bener kek, saya di kejar pocong jelek banget." ucap Anan menghina pak Herdi dan Tasya langsung menahan pak Herdi agar tak terpancing emosi dengan ucapan Anan.


"Ayo kalau begitu pada masuk ke dalam rumah sebelum pocongnya makin mengejar dan menangkap kalian, dua minggu yang lalu menantu saya meninggal karena kuyang." ucapnya.


"Apa menantu kakek bernama Nia?" tanya Dita.


"Darimana kamu tahu?" kakek itu menoleh pada Dita.


Nia sudah menangis saat ia melihat mertuanya itu dan memeluknya dengan erat.


"Kenapa hawanya panas ya, dan tubuh saya terasa engap?" ucap kakek itu.


Dita melepas pelukan pocong Nia tanpa kakek sadari lalu membawa si kakek ke dalam rumahnya.


"Lho non Dita sama non Tasya ada di rumah saya?" Mas Iwan sudah hadir di depan pintu rumahnya menyambut Dita dan lainnya.


"Nah iya itu suami ku." pekik Nia lalu menghamburkan dirinya memeluk Iwan sampai terjatuh.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.

__ADS_1


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you


__ADS_2