
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Non ngapain disitu?"
seorang satpam yang melintas di area parkiran menegur Dita.
"Eh gak pak aku habis olahraga istirahat dulu duduk disini sambil nyanyi - nyanyi hehehe." ucap Dita mencari alasan.
"Hati-hati non pohon itu agak angker ih, temen saya pernah lihat raksasa gede banget setinggi pohon itu lagi berdiri di situ sambil ngerokok." ucap pak satpam.
"Yang namanya raksasa pasti gede pak, masa kecil hehehe."
"Ih si non mah dibilanginnya."
"Tenang pak udah temenan sama saya kalau ada hantu raksasa gedenya hahahah." sahut Dita asal.
"Yeee si non mah dibilanginnya malah bercanda aja nanti ketempelan loh non."
"Hehehe nanti kalau saya ketempelan saya mandi pak biar lemnya luntur."
"Non serius non saya gak bohong hati-hati kalau duduk di situ." ucap pak satpam mulai kesal.
"Iya pak makasih petunjuknya tenang aja pak, bentar lagi saya ke dalam kok pak." sahut Dita.
"Iya non, saya tinggal nih ya."
"Iya tinggal silahkan bekerja kembali pak." ucap Dita sambil tersenyum.
Pak satpam itu membalas senyuman Dita lalu pergi menuju ruangan satpam di dekat gerbang rumah sakit.
"Hei om item kamu ngerokok yak?" tanya Dita pada hantu genderuwo di pohon itu.
"Kadang-kadang Ta hehehe saya suka ambil rokok para satpam ternyata enak juga." sahutnya.
"Hadeh si om jangan gitu ah, nanti aku beliin sekalian rokoknya, nih aku mau minta sesuatu sama kamu."
"Baik apa itu Ta?"
"Dengarkan baik-baik ya." ucap Dita.
***
Ponsel Dita berbunyi saat ia sedang merebahkan dirinya di sofa ruangan Tante Dewi.
"Ya kenapa Sya?" tanya Dita ternyata yang menghubunginya adalah Tasya.
"Jemput Ta, ini pulang cepet ternyata gurunya mau pada rapat." jawab Tasya dari seberang sana.
"Oh yudah tunggu bentar, kamu digangguin gak sama kunti peyot?" tanya Dita
"Enggak Ta alhamdulillah gak nongol dia hari ini hehehe."
"Bagus deh syukur kalau gitu, oh iya berhubung Anan masih rapat sama Tante Dewi dan para staf kamu naik taxi online aja ya aku pesenin dari aplikasi di hape aku ke rumah sakit, kan mau jemput mamanya Andi."
"Siap Ta, aku tunggu di warung bakso yang seberang sekolah tapi agak ke kiri ya Ta." ucap Tasya.
"Oke tunggu bentar ya aku pesenin."
"Iya siap bos." jawab Tasya.
Dita mematikan sambungan ponselnya dan membuka aplikasi untuk memesankan taxi online untuk Tasya dan Andi.
"Dah berhasil." gumam Dita sambil meraih minuman kaleng rasa buah strawberry di atas meja lalu meminumnya.
"Ih sepi ih panggil pak Herdi ah ajak ngobrol."
__ADS_1
Tiba - tiba pak Herdi langsung muncul dihadapan Dita.
"Kenapa Tuan putri, oh iya kuberi satu permintaan." ucap pak Herdi sambil tertawa mengucapkan slogan sebuah iklan yang di ucapkan seorang jin saat muncul.
"Hahaha macam om jin buat aku yak pak, emmm aku mau minta kita main kartu uno yuk pak nanti yang menang boleh coret-coret yang kalah."
"Jadi saya di panggil sama kamu buat nemenin kamu main uno hadeh ampun deh." Pak Herdi menepuk jidatnya sendiri.
"Habis sepi aku bete, mau yah mau yah."
"Oke deh demi kamu apa sih yang enggak saya lakuin." ucap pak Herdi lalu duduk di hadapan Dita bermain kartu Uno.
Setengah jam kemudian Tasya dan Andi sampai di rumah sakit.
"Hai Doni." sapa Tasya pada Doni yang bekerja dari meja resepsionis.
Doni buru-buru menutup layar komputer di hadapannya.
"Eh Anita dih cantik banget sih." sahut Doni.
"Anita?"
"Eh Tasya maaf ya maaf bukan maksud aku bandingin kamu sama Anita terus." pinta Doni.
"Dih kakak Doni itu gambar apa?"
Andi menunjuk layar komputer karena melihat nya sekilas barusan.
"Enggak kok bukan apa-apa." Doni buru-buru menekan tanda x pada layar monitor nya.
"Emang kamu lihat apa Ndi?" tanya Tasya pada Andi.
"Tadi ada perempuan jorok gak pakai baju." sahut Andi dengan polosnya.
"APA? astaga Doni kamu kerjanya nonton kaya gitu yak ih aku gak nyangka ih bikin ilfil aja ih ternyata kamu seperti itu ih." Tasya memandang Doni agak jijik dan kesal.
"Ih sumpah Tasya tadi aku main game terus ada iklan lewat eh gambarnya cewek-cewek sexi pakai bikini emang ke klik iklannya." Doni mencoba membela diri.
"Hmmm paling bohong kan hayo ngaku?" Tasya menuduh Doni.
"Aku bilangin ah sama Dita dan pak bos." Tasya melangkah menuju ruang Tante Dewi sambil menarik lengan Andi.
"Tasya dengerin aku dulu beneran deh sumpah cuma iklan lewat ke klik." Doni berdiri menyusul Tasya.
Tasya membuka pintu ruangan Tante Dewi.
"Astagfirullah itu kok..." ucap Tasya terhenti seketika.
"Hahahaha lucu ih om pocongnya." Andi menunjuk ke arah pak Herdi.
"Waduh si pak Herdi diapain itu." ucap Doni seketika.
"Hehehe lucu ya, payah nih pak Herdi kalah terus dari aku main kartu uno." sahut Dita sambil menertawakan pak Herdi karena kain kafan yang di pakainya penuh coretan spidol dengan gambar bunga-bunga, kupu-kupu dan coretan lainnya yang Dita lakukan.
"Pak Herdi kayak habis lulus sekolah bajunya penuh coretan hihihi." Tasya mulai berani meledek pak Herdi.
"Tau nih Dita nanti gimana gantinya nih kain saya." ucap pak Herdi dengan wajah menunduk malu tak berani menatap lainnya.
"Hihihi om lucu deh." ucap Andi.
"Tenang pak nanti Dita beliin baju biar bisa di pakai buat ganti, sementara kain ini bapak cuci ya hahahhaa." Dita meledek pak Herdi.
"Ah saya mau pergi aja ah udahan ya mainnya kan kamu udah gak sendiri lagi." pak Herdi langsung menghilang dari hadapan Dita.
"Yah om nya ilang deh." ucap Andi.
"Oh iya Ta masa si Doni..." Tasya menghampiri Dita lalu membisik kan sesuatu pada telinga Dita.
"APA?" teriak Dita mengejutkan Tasya, Doni dan Andi seketika itu juga.
Dita menatap Doni dengan pandangan tajam dan menuduh seolah Doni adalah seorang pencuri. Doni hanya bisa menunduk karena tak berani menatap Dita.
"Kamu Doni bisa - bisanya ya lagi kerja kamu bisa nonton hal menjijikan kaya gitu hmmmm..." Dita menggeram pada Doni.
"Sumpah kak, aku cuma main game terus ada iklan lewat aku klik penasaran muncul deh gambar anehnya." jawab Doni membela diri.
__ADS_1
"Nah itu lagi kerja masa main game hayo nanti aku bilangin Anan biar potong gaji lima puluh persen buat di sumbangin ke panti asuhan." ucap Dita.
"Yah kak aku ikhlas deh kalau nyumbangin gaji ke panti asuhan tapi jangan sekarang dong aku mau beli hape baru punya ku layarnya retak kak, terus aku mau beli kado buat kak Dita sama pak bos bener deh suer." sahut Doni dengan senyum memelasnya memandang Dita.
Dita menatap tajam ke Doni lagi.
"Kamu mau kasih aku kado apa?" tanya Dita.
"Belum tau kak, ada lah rahasia masa yang di kadoin minta kadonya gak seru tau kak." jawab Doni.
"Iya gak seru Ta, masa kado minta huuuu." Tasya meledek Dita.
"Ya kali boleh minta hehehehe."
Tante Dewi membuka pintu ruangannya.
"Kok rame banget tumben." ucap nya.
"Iya lagi sidang Doni Tante gara-gara nya..."
"Kak please, capek Doni jelasinnya." bisik Doni menahan ucapan Dita.
"Gak jadi Tante, oh iya gimana kapan Bu Santi pulang?" tanya Dita.
"Udah kok dokter udah visit terus membolehkan dia untuk pulang , nih aku mau ajak kamu nih buat jemput Bu Santi." sahut Tante Dewi.
"Asik mama Andi pulang." Andi bersorak dengan gembira.
Dita mengikuti Tante Dewi bersama Tasya dan Andi menjemput Bu Santi di ruangannya. Sementara Doni kembali ke meja kerjanya.
"Awas ya Don buka macem-macem lagi." Tasya meledek Doni yang membalas Tasya dengan bibir ala duck face nya.
***
"Mari Bu saya antar pulang, tapi kerumah saya dulu ya Bu buat ambil barang-barang Andi." ucap Dita pada Bu Santi mamanya Andi.
"Saya yang mau ngucapin makasih banyak non, kamu dan suami kamu sudah menolong saya dan membiayai saya serta menyekolahkan Andi anak saya." Bu Santi memeluk Dita saat mengucapkan nya.
"Selama saya mampu menolong orang lain itu kewajiban saya Bu yang harus saya laksanakan." ucap Dita.
"Tapi non saya mau mampir ke kuburan Marina boleh?" tanya Bu Santi.
Dita melihat ke arah Anan lalu Anan mengangguk mengiyakan.
"Boleh Bu mari kami antar ke tempat pemakaman Marina." ucap Dita.
"Tante gak ikut anter ya sampai sini aja, oh iya ni Santi semoga sehat selalu ya, oh iya ini ada sedikit dari saya dan pak Kevin buat ibu dan Andi." Tante Dewi menyerahkan amplop kopi yang berisi sejumlah uang.
Ibu Santi langsung menangis memeluk Tante Dewi sambil mengucapkan terima kasih.
"Makasih ya non, ibu doain kamu dan suami kamu mendapat rezeki berlimpah, cepet punya momongan yang banyak dan langgeng terus dalam berkeluarga." ucap Bu Santi mendoakan.
Dita, Anan, Tasya serta om Kevin langsung lantang mengucapkan amin secara bersamaan. Tante Dewi melirik agak kesal ke arah Dita yang memberi tatapan meledek nya bersama om Kevin.
Lalu Dita, Tasya dan Anan mengantar Bu Santi dan Andi menuju tempat pemakaman umum tempat Marina di semayamkan.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan ini spesial crazy up lho dari Vie untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
Dan jangan lupa Vie udah bela-belain lho ini crazy up buat kalian...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘
__ADS_1